You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Article: Cerpen-cerpen Carson McCullers
Karena lagi bosan membaca Pere Goriot-nya Balzac, saya akhirnya jadi mencari bacaan baru. Yang terpilih, “The Heart is a Lonely Hunter”-nya Carson McCullers (Itu my favorite number one book title. Bukan bukunya, tapi judul bukunya). Awalnya cerita tentang persahabatan sepasang karib bisu-tuli, tapi berlanjut pada kisah tentang, seperti ditampilkan di judulnya, tentang kesepian.
McCullers menulis “The Heart…” pada usia 22. Dan ya, pada usia itu, saya pernah bermimpi ingin jadi seperti dia. Pertamanya menemukan buku itu di toko buku pojokan TIM, di tumpukan buku-buku bekas, dijual seharga Rp 5 ribu. Pertama kali mendengarnya sih, kalau nggak salah di Oprah, karena dapat cap Oprah Book Club. Waktu itu nggak tertarik-tertarik banget, karena nonton acaranya pindah-pindah, dan setengah tidak mau didikte dengan seleranya Oprah.
Yang membuat aku kecantol, pertama judulnya, dan kemudian biografi pengarangnya di belakang buku. Katanya:
For several years before that her main interest had been in music and her ambition to be a concert pianist. When she was seventeen she went to New York with the intention of studying at Columbia and Juilliard. However, on the second day she lost her tuition money in the subway. Thereafter she was hired and fired from a variety of jobs, and went to school at night. “But the city and the snow (I had never seen snow before) so overwhelmed me that I did no studying at all.” The year after that Story bought two of her short stories and she settled down to writing in earnest.
Saya tidak langsung membeli buku ini pas pertama ngeliat. Sempat pulang dulu, mencari tahu siapa Carson McCullers dan apa buku dengan judul yang indah itu, baru besoknya datang lagi dan beli. Untungnya masih ada. (Sekarang dipikir-pikir, lha kan cuma Rp 5 ribu. Apa ruginya ya?) Merasa beruntung sekali menemukan buku itu dalam bahasa Inggris dengan harga murah. Eh ternyata baru-baru ini juga diterbitkan edisi bahasa Indonesianya. Tapi, tak apa-apalah, kan bisa membaca langsung gayanya memilih diksi-diksi dalam bahasa aslinya.
Gaya penulisan McCullers di “The Heart is a Lonely Hunter” ternyata sederhana dan indah. Puitis, jernih, dan deskripsinya ketika menggambarkan perawakan seseorang detil sekali. Pun ketika menulis kebiasaan-kebiasaan karakternya. Konsisten.
Saya mencari-cari siapa tahu menemukan dua cerita pendeknya. Ternyata, ada “A Domestic Dilemma” dan “The Sojourner“. Selamat membaca.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
crazyboyz
ada yang tau gak cerita soal man yang dulu ayam or telor?
June 27th, 2007 at 6:15 pm
firman firdaus
maksut loh? hehe…
June 28th, 2007 at 1:54 am