You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Article: Minggu Pagi Kemarin

Minggu Pagi Kemarin

isyana — June 26, 2007 / 12:39 am

Sudah membaca cerpennya Pamusuk Eneste di Kompas Minggu kemarin? Yang judulnya “Kursi Empuk di Dada Sumarti” itu lho. Duh, aku suka deh sama cerpen itu. Killer illustration pula.

Aku suka banget tipe-tipe cerpen yang, ’sebenarnya’, hanya menceritakan tentang sebuah ’saat’. Awalnya dari menunggu makan malam, lalu pikiran menerawang ke kejadian-kejadian siang harinya, sampai mengelana ke siapa yang menyelipkan surat wasiat dan kapan. Cerita-cerita tentang that one particular moment. Plus, bagian akhirnya juga terasa cukup membuat merinding.

Dan penggambaran Sumarti sebagai sosok ibu yang berada di kisaran usia antara paruh baya sampai sepuh. Aku punya teori, ada usia-usianya orang menemukan sesuatu yang khas kelompok usianya. Muter-muter ya? Kayak misalnya gini, Holden Caulfield di ‘The Catcher in the Rye’. Pertanyaannya tentang ke mana bebek-bebek di kolam Central Park pergi kalau kolamnya membeku pada musim dingin. Itu, menurutku, ‘temuan’ yang khas kelompok usianya. Dari cerpen Pamusuk Eneste itu aku mendapat kesan bahwa cara Sumarti menyikapi temuannya tuh sangat khas usianya. Mungkin karena dia mengingatkanku akan ibuku sendiri. Dan bayangannya akan reaksi anak-anaknya ketika diceritai tentang temuannya, hiiih, cukup tipikal reaksi anak menanggapi temuan ‘konyol’ ibunya. Setidaknya cukup buat menyentilku pagi-pagi hari Minggu.

Ini salah satu cerpen yang bisa membuatku mengerti posisi sastra atau fiksi sebagai tempat melihat seberapa jauh diri kita bisa berjalan atau bereaksi atau bertindak atau bertingkah. How far can we go.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.

  1. lonewriter

    saya malah nggak gitu paham maksud cerpen itu mbak, hehe…endingnya nggantung gitu

    June 27th, 2007 at 2:28 pm

  2. isyana

    iya sih, endingnya memang nggantung. tapi, buatku ini satu cerpen yang bukan tentang ending tapi tentang ‘proses’, yaaa…satu momen memikirkan itu aja.

    June 27th, 2007 at 9:30 pm

  3. firman firdaus

    aku lebih tersedot oleh puisinya Marhalim Zaini di edisi itu…

    June 28th, 2007 at 1:52 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • yogi — Sangat mencengangkan dan membingungkan, tetapi bagus buat review presentasi nanti. Well done hahaha
  • Jawquaday — hed kandi various artists i know you got soul oracular spectacular mgmt pieces of what rhinos ohmygod 80s pop culture ...
  • iiK — UnTuK bUMi.. seanDainya seorang anDrea ADA PAda posisi anDa... apa yang anda lakukan???????? ada kalanya oRang beraDa di atas dan ada kalanya juGA ...
  • iiK — AnDreA......................... Penginspirasi seMua peLajar daN guru2 di Indonesia.. anJriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit........... aKu saLuuuuuuuuuut banGet................... teTap jaDi yanG TERBaIk......... […]
  • Dehrccjx — nice site,
  • Cbjdaphg — Nice day,
  • Heri Juanda — saya juga stringer di the associated press (AP Photo) untuk Aceh. sekiranya ada info lowongan untuk jadi fotografer di wilayah ...
  • aslam — kalau bisnisIndonesia butuh kontributor untuk wilayah Sul-Sel atau Sul-Bar, saya bisa dihubungi di 085255936678 Thanks. Aslam
  • dedik — ikut..dong walau gaak menang
  • sayyid — ---UNTUK BUNG HUDAN, Blog ini bukan kepunyaan personal. Tapi, punyanya Asia Blogging Network. Yang mengelola saya sendiri. Salam kenal...