You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Article: Kejutan Manis ala Chuck Palahniuk
Berada di satu ruang serbaguna (convention hall) yang penuh dengan ratusan seksologis menghadiri sebuah seminar terapi disfungsi ereksi membuat saya teringat akan sebuah cerpen karya Chuck Palahniuk. Penulis ‘Fight Club’ ini pernah membuat sebuah cerpen yang bertema kegiatan seksual yang nadanya tragis, humoris, benar-benar membuat ketakutan tapi dengan suara narator yang tetap ‘witty’.
Judulnya “Guts”. Saya membacanya sekitar 2004an dan langsung lemas di akhir cerita. Nggak heran ketika Palahniuk melakukan pembacaan atau reading cerpen ini, dia mencatat berapa orang di antara hadirin yang pingsan atau memilih ke luar ruangan. Cerpennya ada di sini. Saya sih tidak pernah mendengar kisah-kisah serupa sebelum membaca cerita itu. Dan saya tidak pernah membaca tulisan se-kuat itu sebelumnya. Tulisannya tuh benar-benar jernih dan tajam. Saya bisa merasakannya di perut, di bulu kuduk, di ritme nafas saya dan di darah yang sepertinya berhenti mengalir.
Palahniuk pernah mengatakan di salah satu wawancaranya dengan harian The Guardian bahwa dia ingin membuat kata itu menjadi kembali kuat. Bahwa buku adalah medium yang berbeda dari televisi dan film dan buku masih punya kekuatannya sendiri untuk bersaing. Palahniuk mengatakan bahwa ia ingin mendorong kata atau ide se-subversif mungkin, seperti tidak bisa dilakukan dalam film atau televisi. Terbukti dengan “Guts” dan “Fight Club”. Wawancaranya dengan Bookslut juga kurang lebih mengatakan hal yang sama.
In an interview with The Onion you said there’s a shortage of confrontational literature. There seems to be a glut of confrontational television, everything from shock political talk to “Fear Factor.” Why is it that there’s a short supply of books that stimulate and jar people? This is going to hurt… Because the money is in television. Books are NOT the dominant medium of our time, so fewer people will create them. In a sad way, books have become a form of “comfort food” we expect to lull us to sleep. Still — books can create a depth of story, a background of information and ideas, that televison and movies can’t. Sure, the television shows may shock, but only on a superficial level. They’d never risk market share to really explore the issues like: “Why do we recoil from eating dog feces… Or why is one reality character a royal-ass bitch?” Nope, they report, but don’t analyze or suggest any new ways for living our lives.
Ya, saya termasuk orang yang mengharapkan buku menjadi sebuah makanan penyaman hati. Tapi bener juga sih yang dibilang Palahniuk. Buku bisa membantu memberi analisa atau gambaran latar belakang. Oh ya, Palahniuk yang berbicara lebih panjang tentang “Guts” bisa dibaca di sini.
Sekedar catatan, berada di satu ruangan penuh seksolog sebenarnya bukan ide akhir pekan ideal versi saya. Tapi, seperti yang dilakukan Palahniuk, mungkin tak ada salahnya melakukan ‘riset’. Sebelum menulis “Guts”, Palahniuk kerap mengunjungi kelompok dukungan (support groups) pecandu seks. Dan mungkin kelompok dukungan penyakit-penyakit lain ya kalau melihat ‘hasilnya’ di Fight Club.
Oke, selamat mulas ya membaca “Guts”.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.