You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Article: Eksperimen Intertekstualitas
Akhir minggu ini, sepertinya aku akan mencoba menerapkan teori intertekstualitas dengan membaca berganti-gantian “Nine Stories”-nya JD Salinger dan kumpulan cerita pendeknya Umar Kayam yang “Seribu Kunang-kunang di Manhattan”. Sekedar eksperimen kecil-kecilan lhoo.
Aku lebih dulu berkenalan dengan Umar Kayam lewat kumpulan kolom-kolomnya. Orangtuaku punya lengkap semua buku kumpulan kolomnya. Aku menghabiskan masa-masa liburan panjang SMA-ku dengan membaca buku-buku yang halamannya sudah makin tua warna cokelatnya itu. Gerundelan-gerundelan Pak Agung dan kitchen cabinetnya sepertinya yang paling membuatku lengket dengan buku-buku itu dan menyukai gaya penulisan Pak Kayam.
Salinger, pertama aku kenal lewat “Franny and Zooey”, baru lewat “Nine Stories” dan terakhir “Catcher in the Rye”. Oh, nggak kok. Masih ada “Raise High the Roofbeam, Carpenter”. Itu yang terakhir. Lewat “Franny and Zooey” dan beberapa kali membaca “Catcher”, aku juga jadi suka dengan karya-karya Salinger.
Jadi, betapa terkejutnya, dan betapa senangnya, ketika setahun lalu kalau nggak salah, aku mengetahui bahwa Pak Kayam pun menyukai Salinger. Entah kenapa aku senang dengan kenyataan itu. Tapi, ya, benar-benar membuatku merasa berada di jalan yang benar, heheh.
Oke, mungkin itu bukan analogi yang tepat. Tapi ada sesuatu yang berbunyi klik di dalam kepalaku. Tiba-tiba jadi ada sesuatu yang terasa logis.
Nah, untuk melihat dan membandingkan, merasakan pengaruh, mengamati struktur, aliran dialog, pemilihan tema dan penonjolan nuansa, aku akan membaca berganti-gantian satu cerpen dari “Nine Stories” lalu satu dari “Seribu Kunang-kunang di Manhattan”. Apa ada yang ketinggalan dari unsur-unsur di atas yang aku coba amati?
Laporan pengamatan selengkapnya, minggu depan ya.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
norma
keren…
November 8th, 2007 at 7:04 pm