You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Article: Lampion Sastra Juli 2007
Hanya sekedar info acara yang saya dapat per email.
SIARAN PERS Lampion Sastra ”SASTRA TAMASYA” (Pembacaan Catatan Perjalanan) 20 Juli 2007 Teater Kecil, TIM Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta mempersembahkan ”SASTRA TAMASYA” (Pembacaan Catatan Perjalanan) yang akan diselenggarakan pada Jumat, 20 Juli 2007, pukul 17.00 WIB–selesai, bertempat di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Acara ini merupakan bagian dari kegiatan “Lampion Sastra” yang diselenggarakan oleh Komite Sastra setiap bulannya. Sastra tamasya (travelogue) merupakan catatan perjalanan yang mempunyai nilai sastra. Sastra tamasya kerap merekam manusia, peristiwa, perasaan dan kesan si pengarang selama melakukan perjalanan ke negeri (atau daerah) asing untuk tujuan kesenangan tamasya. Ini akan membedakannya dengan perjalanan dinas atau perjalanan dengan tujuan tertentu lainnya. Pengarang kita belum banyak menyentuh genre karangan yang satu ini. Padahal, sastra tamasya menyediakan sejumlah kemungkinan penulisan sastra. Ia mungkin tidak menyediakan kebulatan naratif yang selama ini dituntut dari sebuah prosa. Tetapi ia memberikan kepada kita serentetan kisah yang sangat erat hubungannya dengan perubahan psikologi si pengarang saat berhadapan dengan yang lain (the other), dunia baru dengan manusia, peristiwa, dan segala hal di dalamnya. Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta kali ini akan menampilkan pembacaan sejumlah travelogue karya Adinegoro, Asrul Sani, Felicitas Hope, Matsuo Basho, Seno Joko Suyono, dan Witold Gombrowizc. Yang akan membacakan karya mereka adalah Alex Komang, Irfan Ardhianto, Noersan Guntur, dan Yulisza Syahtiany. Dari karya-karya mereka kita bisa mengapresiasi sekaligus belajar tentang sebuah alternatif penulisan sastra. Lebih jauh dari itu kita bisa secara bersama-sama ikut mengalami persentuhan dengan dunia luar, dan menghirup berbagai pengalaman baru tentangnya. Sengaja kami sandingkan para pengarang Indonesia dengan dunia agar kita bisa mendapatkan cakrawala yang lumayan beragam. Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta Ayu Utami Nukila Amal Zen Hae Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi: Ananda (0816 186 2047/e: ananditya@yahoo.com). Dewan Kesenian Jakarta Jl. Cikini Raya 73, Jakarta 10330, Indonesia T: 021-3193 7639 / 316 2780 / 3989 9634 F: 021-3192 4616
Hmm, saya sebenarnya bertanya-tanya seberapa ‘layak’ sebuah sastra tamasya atau travelogue masuk dalam blog berkategori cerpen. Tapi Lampion Sastra edisi-edisi sebelumnya kan memang terus-menerus memunculkan atau mengenalkan prosa dan cerpen dalam berbagai bentuknya.
Kalau menurut bagian yang saya miringkan di atas, bahwa kita bisa belajar sesuatu dari genre yang belum banyak tergarap dalam penulisan sastra padahal ada unsur perubahan psikologi penulisnya ketika berhadapan dengan berbagai unsur baru, maka…apa pun atas nama belajar, kan seharusnya?
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
ardy ferdianto
Menurut saya Lampion Sastra sangat baik untuk perkembangan kesusastraan di Indonesia.Setidaknya bisa memasyarakatkan sastra.Salam Sastra.
January 30th, 2008 at 7:04 pm