You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Archives: August 2007

Gunawan Maryanto Kali Dua

3 comments isyana — August 29, 2007 / 11:41 pm

Hari Minggu (26/8) yang lalu saya mendapat kejutan menyenangkan. Dua kejutan menyenangkan, tepatnya. Soalnya ada dua cerpen Gunawan Maryanto yang muncul di koran-koran Minggu langganan. Di Koran Tempo ada “Lukmanakim” dan di Media Indonesia ada “Sarengas“. Walaupun kategori posting ini adalah ‘Telaah’, tapi mungkin lebih tepatnya ini semi menggosip ya? Heheh. Awalnya sempat curiga ini dua cerpen [...]

Kemudian.com

1 comment isyana — August 29, 2007 / 10:33 pm

Respons dari pembaca, buat sebagian penulis, bisa jadi sebuah elemen signifikan. Penulis bisa tahu sendiri sejauh apa karyanya dinikmati orang lain. Dengan mengetahui, si penulis mungkin jadi terpacu untuk lebih kreatif lagi. Buat penulis yang memilih ‘mati’ (”death of the author” maksudnyaa…) ya nggak ada salahnya juga. Semua cuma pilihan. Tapi, buat tipe penulis pertama, situs [...]

Mengawali Faulkner Lewat Cerpen

Comments isyana — August 23, 2007 / 6:55 pm

“A Rose for Emily” jadi Faulkner pertama saya yang tuntas dibaca. Novelnya, “Absalom, Absalom” tak saya teruskan lagi setelah hanya dua paragraf. Sejak itu, otak saya seperti menabrak tembok bata setiap kali mencoba membaca Faulkner. Lalu secara tidak sengaja menemukan cerpennya, “A Rose for Emily”. Sempat deg-degan saat membaca cerita itu, takut kalau lagi-lagi Faulkner jadi [...]

“The Garden Party”

1 comment isyana — August 23, 2007 / 5:56 pm

“The Garden Party“-nya Katherine Mansfield sekilas mengingatkan akan bagian awal “Mrs Dalloway”-nya Virginia Woolf. Setting waktunya, mungkin. Sama-sama menggambarkan persiapan sebuah pesta yang diharapkan jadi tersukses oleh tamu-tamunya. Ada pembicaraan tentang bunga di “The Garden Party” yang agak mengingatkan dengan “Mrs Dalloway said she would cut the flower herself.” Dan juga tentang interaksi antara para tuan [...]

Fenomena Flash Fiction

Comments isyana — August 21, 2007 / 4:47 pm

Saya rasa ini sebenarnya bukan sebuah bentuk fenomena baru. Tapi sepertinya baru sebulan lalu DKJ mengadakan acara tentang fenomena flash fiction atau cerita sangat, sangat pendek ini. Hasil dari browsing semalam membawa saya ke halaman ini, tentang resensi sebuah buku yang memuat kumpulan cerita-cerita sangat pendek ini. Mulai dari yang seribu kata sampai hanya satu kata. [...]

“Hills Like White Elephants”

1 comment isyana — August 21, 2007 / 1:04 pm

Saya jadi mempertanyakan penilaian saya sendiri. Yang pas buat “A Worn Path” apakah pas juga untuk “Hills Like White Elephants“-nya Hemingway. Apa karya ini bisa dibilang sebagai contoh cerpen yang sempurna? Apakah cerpen ini juga menunjukkan fungsi medium sebuah cerpen? Jawabannya, masih belum saya tentukan. Tapi cerita pendek ini terasa sekali rasa Hemingway-nya. Dialog-dialognya terutama. Seorang [...]

Perjalanan Nenek Phoenix Jackson

Comments isyana — August 21, 2007 / 12:35 pm

Gara-gara membaca halaman tentang Eudora Welty di Wikipedia, jadi menemukan kutipan dari Alice Munro yang mengatakan bahwa cerpen ‘A Worn Path‘ mungkin adalah cerpen paling sempurna yang pernah ditulis. Oke, status kutipannya Munro memang masih ‘citation needed’, tapi saya langsung mencari cerpen yang dimaksud itu. Membacanya seperti benar-benar menemukan esensi dari gaya penulisan Welty. Identitas Welty sebagai [...]

Membangun Kubu

1 comment isyana — August 21, 2007 / 8:40 am

Mungkin sebenarnya agak terlambat untuk mulai bicara tentang pertentangan antara the-so-called sastra liberal dan non liberal. Sayyid pun sudah mendokumentasikannya dengan baik di Lentera Susastra (oh ya, sebenarnya Minggu [19/8] lalu masih ada perkembangannya lebih lanjut, nanti coba saya masukkan link-nya ke sini). Jadi, apa yang masih tersisa? Buat saya perdebatan yang berlarut-larut ini malah jadi [...]

Tentang “Musim Gugur Kembali di Connecticut”

Comments isyana — August 13, 2007 / 12:23 am

Sebuah ‘kencan’ yang lebih mirip telaah sastra membuat saya kembali membolak-balik kumcer ‘Seribu Kunang-kunang di Manhattan’. Terutamanya pada ‘Musim Gugur Kembali di Connecticut’. Saya mengingatnya samar-samar sebagai cerpen yang isinya tentang hari terakhir seorang laki-laki yang dituduh terlibat aktivitas komunisme dan akan dijemput untuk ditembak. Saya juga ingat ada seorang istri yang hamil, komentar tentang [...]

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ee lu — bego lu
  • aldit — iya penjelasan ini di butuhkan kalau bisa penjelasan nya harus lengkap
  • Memahami puisi — Artikel pendidikan yang sangat menarik ,,,,,
  • chocovanilla — Saya juga sedang membaca karya PAT tetralogi Buru, saat ini dah buku ketiga "Jejak Langkah". Cuma masih bingung arti kata ...
  • anabalqis — Salam. Saya mencari sahabat saya dari jakarta, saudara akidah gaizillah. Adakah saudara mengenal atau tau alamat emailnya? Akidah seorang penulis ...
  • ibnu junjunan — tolong kasi tau duwnk 3 arti satra menurut para ahli
  • cintya — ada lomba lg g ,,klo ada tlg d kabarin ke email q y di>>>cintya.annisa@yahoo.com....trim's
  • Liana — Beli dvd Rosemary's baby di mana ya?
  • Liana — Beli novel Rosemary's baby di mana ya?
  • isawati — Sosok Wiji Thukul memang unik, nyentrik dan menarik. Jarang seorang penyair yang puisinya begitu terkenal melebihi dirinya sendiri. Jika kita ...