You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Article: Tentang “Musim Gugur Kembali di Connecticut”

Tentang “Musim Gugur Kembali di Connecticut”

isyana — August 13, 2007 / 12:23 am

Sebuah ‘kencan’ yang lebih mirip telaah sastra membuat saya kembali membolak-balik kumcer ‘Seribu Kunang-kunang di Manhattan’. Terutamanya pada ‘Musim Gugur Kembali di Connecticut’. Saya mengingatnya samar-samar sebagai cerpen yang isinya tentang hari terakhir seorang laki-laki yang dituduh terlibat aktivitas komunisme dan akan dijemput untuk ditembak. Saya juga ingat ada seorang istri yang hamil, komentar tentang ukuran payudaranya yang makin membesar, dan banyak aktivitas berciuman.

Membacanya lagi, ada satu bagian yang membuat saya semakin merunduk takzim di hadapan Umar Kayam. Rujukannya pada penulis Carson McCullers. Membaca namanya di cerpen itu, membuat saya menahan nafas dan berkata, ‘Damn!’

Pak Ageng ternyata masih punya beberapa trik lagi tersimpan di balik lengan bajunya.

Bukan hanya menyebut McCullers, tapi juga Hemingway, Faulkner dan Steinbeck (the usual suspects, sepertinya), dan Salinger (hah!), Bellow juga Updike. Lainnya ada Dostoyevski, Stendhal, Rabelais, Shakespeare, Beckett, Genet, Darmagandhul, Centini dan Babad Tanah Jawi. Dan, oh, filmnya Ingmar Bergman, The Virgin Spring.

Tapi, dari semua itu, referensinya pada Carson McCullers-lah yang paling membuat saya tercekat. Sama seperti saat saya mengetahui Salinger adalah penulis favorit Umar Kayam, semuanya jadi terasa logis buat saya. Sangat subyektif memang. Tapi saya jadi mengerti kenapa saya menyukai keduanya. Dan sekarang, dengan Carson McCullers, ah.

Saya jadi semakin kehilangan Pak Ageng.

Maksudnya, saya pernah tinggal di kota yang sama dengan beliau selama enam tahun. Kompleks rumah kami di Jakarta juga sebenarnya berdekatan. Ada seorang paman ibu yang pernah bersamanya di Cornell. Bahkan Pak Kayam juga sempat ikut melayat ketika paman ibu saya itu meninggal. Dari semua waktu dan masa itu, ternyata banyak hal yang bisa ditanyakan ke beliau. Kalau saja kita pernah ketemu. Salinger, Hemingway, sekarang McCullers.

Tapi, cerpen ‘Musim Gugur…’ memang sebuah karya yang dashyat. Ia bisa maju, mundur, meloncat dalam penceritaan tentang masa lalu dan masa sekarang Tono, si karakter utama. Setting waktu yang sebenarnya hanya satu hari itu jadi padat dengan cerita tentang ‘perseteruan’ Tono dengan devil’s advocate-nya, Samsu di masa lalu, sampai ke ide cerita yang tengah digarapnya tentang hubungan segitiga istri-suami-babu. Tapi, adegan hari terakhirnya bersama istrinya itu juga sangat manis. Makan bersama, mandi bersama, percakapan ’serius’ di kamar mandi. Sampai di bagian akhir, walaupun tak menyenangkan bagi Tono, tapi buat saya semuanya jadi terasa pas. Ritme dan kisah dan adegan, semuanya jadi terasa sempurna.

Bertambah satu lagi daftar cerpen favorit.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • yogi — Sangat mencengangkan dan membingungkan, tetapi bagus buat review presentasi nanti. Well done hahaha
  • Jawquaday — hed kandi various artists i know you got soul oracular spectacular mgmt pieces of what rhinos ohmygod 80s pop culture ...
  • iiK — UnTuK bUMi.. seanDainya seorang anDrea ADA PAda posisi anDa... apa yang anda lakukan???????? ada kalanya oRang beraDa di atas dan ada kalanya juGA ...
  • iiK — AnDreA......................... Penginspirasi seMua peLajar daN guru2 di Indonesia.. anJriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit........... aKu saLuuuuuuuuuut banGet................... teTap jaDi yanG TERBaIk......... […]
  • Dehrccjx — nice site,
  • Cbjdaphg — Nice day,
  • Heri Juanda — saya juga stringer di the associated press (AP Photo) untuk Aceh. sekiranya ada info lowongan untuk jadi fotografer di wilayah ...
  • aslam — kalau bisnisIndonesia butuh kontributor untuk wilayah Sul-Sel atau Sul-Bar, saya bisa dihubungi di 085255936678 Thanks. Aslam
  • dedik — ikut..dong walau gaak menang
  • sayyid — ---UNTUK BUNG HUDAN, Blog ini bukan kepunyaan personal. Tapi, punyanya Asia Blogging Network. Yang mengelola saya sendiri. Salam kenal...