You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Article: “Hills Like White Elephants”
Saya jadi mempertanyakan penilaian saya sendiri. Yang pas buat “A Worn Path” apakah pas juga untuk “Hills Like White Elephants“-nya Hemingway. Apa karya ini bisa dibilang sebagai contoh cerpen yang sempurna? Apakah cerpen ini juga menunjukkan fungsi medium sebuah cerpen?
Jawabannya, masih belum saya tentukan. Tapi cerita pendek ini terasa sekali rasa Hemingway-nya. Dialog-dialognya terutama. Seorang kenalan pernah menceritakan tentang cerpen ini tapi dia lupa judulnya. Isinya katanya percakapan antara sepasang laki-laki dan perempuan, hanya berbicara tentang minuman, tapi kemudian berbicara tentang sebuah operasi. Dalam opininya, operasi yang dimaksud adalah aborsi. “Tampaknya santai saja, ngobrol ngalor ngidul, nggak tau arahnya ke mana. Tiba-tiba…,” si kenalan tan melanjutkan tapi malah menepukkan punggung tangan kanannya ke telapak tangan kirinya.
Saya mencoba memikirkan operasi lain yang mungkin akan dijalani si perempuan, tapi jatuh-jatuhnya kenapa selalu aborsi itu ya? Mungkin karena sudah di-sugesti.
Oke, oke, tentang kekhasan Hemingway. Sebelumnya saya membaca novelnya “The Sun Also Rises: Fiesta” yang merupakan Hemingway pertama yang saya baca. Butuh waktu lama sebelum beradaptasi dengan gaya dialognya yang tampaknya ….ya, itu, ngalor ngidul, tapi sebenarnya ada suasana dan cerita dan pembangunan karakter yang berjalan di bawah sadar. Efisien dan sederhana, tak perlu menambah kata keterangan di belakang dialog.
Dan ini satu lagi tentang Hemingway buat saya.
Kenapa karakter-karakter utama lelakinya selalu mengingatkan saya pada sosok Hemingway sendiri? Apakah memang ia yang dituliskan dalam karya-karyanya itu. Jack Barnes di Fiesta memang diakui sebagai Hemingway. Tapi karakter “the man” di cerpen ini, rasanya juga Hemingway. Dari mulai caranya mengenali minuman lokal dan cara meminumnya, sampai keinginan yang disampaikan pada “the girl” sampai caranya berkomunikasi dan kebiasaan travelling-nya, benar-benar terasa sangat Hemingway. Atau itu cuma sekedar perasaan subyektif saja?
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
Lateefx
This is a great analysis - I’ve attached a link that expands on the topic and is contributed by tons of folks. There are links to an in-depth Community College of Virginia round up of several student reports:
A Literary Analysis for Hills Like White Elephants:
http://www.gummyprint.com/blog/archives/hills-like-white-elephants-literary-analysis/
October 12th, 2007 at 2:46 pm