You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Article: Perjalanan Nenek Phoenix Jackson

Perjalanan Nenek Phoenix Jackson

isyana — August 21, 2007 / 12:35 pm

Gara-gara membaca halaman tentang Eudora Welty di Wikipedia, jadi menemukan kutipan dari Alice Munro yang mengatakan bahwa cerpen ‘A Worn Path‘ mungkin adalah cerpen paling sempurna yang pernah ditulis.

Oke, status kutipannya Munro memang masih ‘citation needed’, tapi saya langsung mencari cerpen yang dimaksud itu.

Membacanya seperti benar-benar menemukan esensi dari gaya penulisan Welty. Identitas Welty sebagai seorang penulis cerita pendek. Elemen-elemen yang sangat khas Welty tersebar di sana. Mulai caranya yang empatik menggambarkan karakter orang kulit hitam….sebentar, saya harus berhenti sejenak.

Kalau dipikir-pikir lagi, Welty sebenarnya tidak hanya empatik ketika menceritakan orang-orang kulit berwarna, tapi juga ketika menceritakan karakter-karakternya yang lain. Seorang humanis universal ya ungkapan tepatnya?

Lalu juga dialog-dialognya yang terkesan life-like dan penuh dengan warna lokal. Itu juga sesuatu yang menurut saya khas Welty.

Oke, tentang cerpennya. Saya mulai menyetujui ‘kutipan’ (karena belum ada sumbernya) Munro itu. Dilihat dari bentuknya saya merasa bahwa ‘A Worn Path’ sempurna sebagai sebuah cerpen.

Welty menghabiskan sekitar 2/5 bagian awal cerita pendek itu untuk menggambarkan perjuangan seorang nenek bernama Phoenix Jackson untuk menembus hutan. Menggambarkan secara detil tentang apa-apa yang ditemuinya, bukan saja dengan indera penglihatan, tapi juga dengan bebunyian yang dihasilkan dan bebauan yang muncul.

Dengan deskripsi seperti ini:

Her eyes were blue with age. Her skin had a pattern all its own of numberless branching wrinkles and as though a whole little tree stood in the middle of her forehead, but a golden color ran underneath, and the two knobs of her cheeks were illumined by a yellow burning under the dark. Under the red rag her hair came down on her neck in the frailest of ringlets, still black, and with an odor like copper.

kekuatan kata-kata tengah digunakan semaksimal mungkin untuk membentuk sebuah cerita.

Membaca 2/5 bagian awal cerpen itu benar-benar membuat saya merasa bahwa saya sedang membaca cerpen. Saya tidak merasa tengah menonton film.

Ya iyalah.

Tapi begini lho maksudnya, setiap medium kan seharusnya memiliki kekuatannya masing-masing kan? Memiliki sifat kekhasannya masing-masing. Film seharusnya punya sifat dan kekuatan yang berbeda dari cerpen atau novel atau lagu. Nah, “A Worn Path” menurut saya menunjukkan kekhasannya sebagai sebuah cerpen. ‘Produk’ yang berbentuk seperti “A Worn Path” itu ‘hanya’ bisa muncul dalam bentuk cerpen.

Dalam artian itulah, menurut saya, “A Worn Path” menjadi sebuah cerpen yang sempurna. Karena ia benar-benar menjalankan fungsinya sebagai sebuah cerpen. Ia menunjukkan kekhasan sebuah medium bernama cerpen.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • yogi — Sangat mencengangkan dan membingungkan, tetapi bagus buat review presentasi nanti. Well done hahaha
  • Jawquaday — hed kandi various artists i know you got soul oracular spectacular mgmt pieces of what rhinos ohmygod 80s pop culture ...
  • iiK — UnTuK bUMi.. seanDainya seorang anDrea ADA PAda posisi anDa... apa yang anda lakukan???????? ada kalanya oRang beraDa di atas dan ada kalanya juGA ...
  • iiK — AnDreA......................... Penginspirasi seMua peLajar daN guru2 di Indonesia.. anJriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit........... aKu saLuuuuuuuuuut banGet................... teTap jaDi yanG TERBaIk......... […]
  • Dehrccjx — nice site,
  • Cbjdaphg — Nice day,
  • Heri Juanda — saya juga stringer di the associated press (AP Photo) untuk Aceh. sekiranya ada info lowongan untuk jadi fotografer di wilayah ...
  • aslam — kalau bisnisIndonesia butuh kontributor untuk wilayah Sul-Sel atau Sul-Bar, saya bisa dihubungi di 085255936678 Thanks. Aslam
  • dedik — ikut..dong walau gaak menang
  • sayyid — ---UNTUK BUNG HUDAN, Blog ini bukan kepunyaan personal. Tapi, punyanya Asia Blogging Network. Yang mengelola saya sendiri. Salam kenal...