You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Article: Mengawali Faulkner Lewat Cerpen
“A Rose for Emily” jadi Faulkner pertama saya yang tuntas dibaca. Novelnya, “Absalom, Absalom” tak saya teruskan lagi setelah hanya dua paragraf. Sejak itu, otak saya seperti menabrak tembok bata setiap kali mencoba membaca Faulkner.
Lalu secara tidak sengaja menemukan cerpennya, “A Rose for Emily”. Sempat deg-degan saat membaca cerita itu, takut kalau lagi-lagi Faulkner jadi impenetrable. Dugaan yang salah ternyata. Ia bisa jadi pintu masuk buat mereka yang ingin mengenal Faulkner lebih dalam.
Cerpennya mengingatkan akan gaya penulisan Harper Lee (To Kill a Mockingbird) dan Eudora Welty, sama-sama suka menggambarkan interaksi antara para penduduk di sebuah kota kecil. Mungkin karena mereka bertiga berasal dari bagian Selatan Amerika dan di sana komunitas jadi bagian tak terlepaskan seorang individu.
Karakter Emily Grierson di cerpen itu juga mengingatkan akan Boo Radley di “To Kill a Mockingbird”. Perbincangan penduduk kota di balik punggung Emily juga sama seperti cara penduduk Maycomb County bergunjing. Tapi Emily Grierson tinggal di Yoknapatawpha County yang sering jadi latar belakang cerita-cerita Faulkner.
Wikipedia menulis seperti ini:
The story’s complexities have inspired critics while casual readers find the work one of Faulkner’s most accessible (and shortest) works.
Jadi penasaran, kompleksitas apa di cerpen itu yang dimaksudkan bisa menginspirasi para kritikus ya? Dan kalau ini adalah karya Faulkner yang paling aksesibel, berarti untuk membaca Faulkner lainnya masih harus terbentur-bentur lagi dong?
menghela nafas
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.