You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Article: Gunawan Maryanto Kali Dua

Gunawan Maryanto Kali Dua

isyana — August 29, 2007 / 11:41 pm

Hari Minggu (26/8) yang lalu saya mendapat kejutan menyenangkan. Dua kejutan menyenangkan, tepatnya. Soalnya ada dua cerpen Gunawan Maryanto yang muncul di koran-koran Minggu langganan. Di Koran Tempo ada “Lukmanakim” dan di Media Indonesia ada “Sarengas“.

Walaupun kategori posting ini adalah ‘Telaah’, tapi mungkin lebih tepatnya ini semi menggosip ya? Heheh.

Awalnya sempat curiga ini dua cerpen yang sama tapi diterbitkan dengan judul berbeda. Gara-garanya, sekilas membaca kalimat pertamanya, kok terasa agak mirip. Di “Sarengas”:

Sarengas ingin menguasai bahasa. Segala bahasa yang ada di muka dunia. Dari bahasa hewan, tumbuhan hingga manusia.

Sementara di “Lukmanakim”:

Lukmanakim menguasai segala bahasa yang digunakan seluruh mahluk di muka bumi.

Lalu, di bagian akhirnya, sebelum profil singkat pengarangnya, sama-sama ada tulisan:

Kisah ini berangkat dari Serat Menak karya R. Ng. Yosodipuro yang digubah dari Serat Menak Kartasura yang ditulis Carik Narawita dari khazanah sastra Melayu Hikayat Amir Hamzah yang diturunkan dari Qissa il Emir Hamza, wiracarita dari Parsi.

Setelah masing-masing cerita dibaca lengkap, oooh, ternyata dua kisah yang berbeda walaupun berhubungan. Tapi kok pas bisa berbarengan munculnya di dua media yang berbeda ya? Mungkin sekedar kebetulan, pikir saya. Iseng-iseng dikonfirmasi ke redaktur budaya salah satu koran yang saya kenal.

“Jadi cerpennya gunawan maryanto di koran kita itu prekuelnya cerpen gunawan di koran tempo ya? Disengaja atau…”

“Harusnya logikanya dibalik. Cerpen K(oran) T(empo) itu prekuelnya cerpen G(unawan) M(aryanto) di MI.”

“Kesimpulannya, selera (taruh nama redaktur/kritikus yang sering dihebohkan akhir-akhir ini) ama red sastra MI nggak jauh beda ya?”

Nggak ada balasan lagi.

Kembali ke cerpen, ternyata di Sriti.com, ada lanjutannya lagi dari kisah Sarengas dan Lukmanakim itu, judulnya “Bektijamal“. Tapi tidak tepat juga kalau dibilang lanjutan, soalnya yang ini sudah dimuat Jawa Pos seminggu sebelumnya (19/8). Hmm, kok saya jadi teringat dengan cara George Lucas memunculkan Star Wars-Star Wars-nya ya? Mulai dari 4, 5, 6 terus mundur ke 1, 2, 3.

Cerita lengkap dari Serat Menak ini, kalau ingin tahu lebih jauh, bisa ditemukan di sini. Ya, siapa tau GM mau memunculkan ‘episode-episode’ selanjutnya…

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.

  1. laras

    cerpen gunawan dengan tema yang sama dan waktu yang bersamaan juga bisa dilihat di http://entertainmen.suaramerdeka.com/index.php?id=459
    judulnya betaljemur

    September 12th, 2007 at 5:12 pm

  2. laras

    muncul lagi eklaswajir… sambungan yang lain di http://www.sriti.com/storyview.php?key=2575

    October 8th, 2007 at 4:42 am

  3. isyana

    iya, iya, sudah mau nge-post ternyata keduluan, hehe. sekalian deh nanti ngetik resensi GM juga. thanks atas infonya ya.

    October 8th, 2007 at 5:29 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ee lu — bego lu
  • aldit — iya penjelasan ini di butuhkan kalau bisa penjelasan nya harus lengkap
  • Memahami puisi — Artikel pendidikan yang sangat menarik ,,,,,
  • chocovanilla — Saya juga sedang membaca karya PAT tetralogi Buru, saat ini dah buku ketiga "Jejak Langkah". Cuma masih bingung arti kata ...
  • anabalqis — Salam. Saya mencari sahabat saya dari jakarta, saudara akidah gaizillah. Adakah saudara mengenal atau tau alamat emailnya? Akidah seorang penulis ...
  • ibnu junjunan — tolong kasi tau duwnk 3 arti satra menurut para ahli
  • cintya — ada lomba lg g ,,klo ada tlg d kabarin ke email q y di>>>cintya.annisa@yahoo.com....trim's
  • Liana — Beli dvd Rosemary's baby di mana ya?
  • Liana — Beli novel Rosemary's baby di mana ya?
  • isawati — Sosok Wiji Thukul memang unik, nyentrik dan menarik. Jarang seorang penyair yang puisinya begitu terkenal melebihi dirinya sendiri. Jika kita ...