You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Article: Gunawan Maryanto Kali Dua
Hari Minggu (26/8) yang lalu saya mendapat kejutan menyenangkan. Dua kejutan menyenangkan, tepatnya. Soalnya ada dua cerpen Gunawan Maryanto yang muncul di koran-koran Minggu langganan. Di Koran Tempo ada “Lukmanakim” dan di Media Indonesia ada “Sarengas“.
Walaupun kategori posting ini adalah ‘Telaah’, tapi mungkin lebih tepatnya ini semi menggosip ya? Heheh.
Awalnya sempat curiga ini dua cerpen yang sama tapi diterbitkan dengan judul berbeda. Gara-garanya, sekilas membaca kalimat pertamanya, kok terasa agak mirip. Di “Sarengas”:
Sarengas ingin menguasai bahasa. Segala bahasa yang ada di muka dunia. Dari bahasa hewan, tumbuhan hingga manusia.
Sementara di “Lukmanakim”:
Lukmanakim menguasai segala bahasa yang digunakan seluruh mahluk di muka bumi.
Lalu, di bagian akhirnya, sebelum profil singkat pengarangnya, sama-sama ada tulisan:
Kisah ini berangkat dari Serat Menak karya R. Ng. Yosodipuro yang digubah dari Serat Menak Kartasura yang ditulis Carik Narawita dari khazanah sastra Melayu Hikayat Amir Hamzah yang diturunkan dari Qissa il Emir Hamza, wiracarita dari Parsi.
Setelah masing-masing cerita dibaca lengkap, oooh, ternyata dua kisah yang berbeda walaupun berhubungan. Tapi kok pas bisa berbarengan munculnya di dua media yang berbeda ya? Mungkin sekedar kebetulan, pikir saya. Iseng-iseng dikonfirmasi ke redaktur budaya salah satu koran yang saya kenal.
“Jadi cerpennya gunawan maryanto di koran kita itu prekuelnya cerpen gunawan di koran tempo ya? Disengaja atau…”
“Harusnya logikanya dibalik. Cerpen K(oran) T(empo) itu prekuelnya cerpen G(unawan) M(aryanto) di MI.”
“Kesimpulannya, selera (taruh nama redaktur/kritikus yang sering dihebohkan akhir-akhir ini) ama red sastra MI nggak jauh beda ya?”
Nggak ada balasan lagi.
Kembali ke cerpen, ternyata di Sriti.com, ada lanjutannya lagi dari kisah Sarengas dan Lukmanakim itu, judulnya “Bektijamal“. Tapi tidak tepat juga kalau dibilang lanjutan, soalnya yang ini sudah dimuat Jawa Pos seminggu sebelumnya (19/8). Hmm, kok saya jadi teringat dengan cara George Lucas memunculkan Star Wars-Star Wars-nya ya? Mulai dari 4, 5, 6 terus mundur ke 1, 2, 3.
Cerita lengkap dari Serat Menak ini, kalau ingin tahu lebih jauh, bisa ditemukan di sini. Ya, siapa tau GM mau memunculkan ‘episode-episode’ selanjutnya…
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.
laras
cerpen gunawan dengan tema yang sama dan waktu yang bersamaan juga bisa dilihat di http://entertainmen.suaramerdeka.com/index.php?id=459
judulnya betaljemur
September 12th, 2007 at 5:12 pm
laras
muncul lagi eklaswajir… sambungan yang lain di http://www.sriti.com/storyview.php?key=2575
October 8th, 2007 at 4:42 am
isyana
iya, iya, sudah mau nge-post ternyata keduluan, hehe. sekalian deh nanti ngetik resensi GM juga. thanks atas infonya ya.
October 8th, 2007 at 5:29 pm