You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Article: Kemudian.com
Respons dari pembaca, buat sebagian penulis, bisa jadi sebuah elemen signifikan. Penulis bisa tahu sendiri sejauh apa karyanya dinikmati orang lain. Dengan mengetahui, si penulis mungkin jadi terpacu untuk lebih kreatif lagi. Buat penulis yang memilih ‘mati’ (”death of the author” maksudnyaa…) ya nggak ada salahnya juga. Semua cuma pilihan.
Tapi, buat tipe penulis pertama, situs Kemudian.com mungkin bisa jadi referensi. Penjelasan mereka:
Di Kemudian.com kita bisa posting cerita yang telah rampung atau cerita yang baru tercetus idenya, settingnya, tokohnya atau bahkan endingnya. Setiap anggota boleh menambahkan bagian lain dari cerita, kemudian bersama-sama kita membentuk cerita itu menjadi suatu cerita yang utuh. Karena semua keberhasilan berawal dari mimpi, mengapa kita tak bermimpi bersama-sama?
Konsepnya sangat menarik. Satu lagi wadah yang berlandaskan (tsaahh) komunitas maya untuk mengembangkan kemampuan menulis. Tampilan situsnya juga rapi dan cantik. Tapi kok buat memasukkan artikel atau cerita harus punya banyak poin dulu ya? (Atau mungkin maksudnya biar banyak orang yang ikut memberi komen jadi situsnya lebih ‘hidup’ ya? Kalau begitu sih nggak pa-pa juga sebenarnya…).
Tapi coba lihat-lihat situsnya ya. Agak ndeso mungkin baru tahu ada situs itu baru-baru ini, tapi wow, sangat mengesankan deh.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
nurhadi
ikut ah pengen debat argumentasi
March 2nd, 2008 at 12:41 pm