You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Article: Kilasan Terakhir Hidup Granny Weatherall
Adegan apa, dari seluruh momen kehidupan anda, yang akan tersangkut di ingatan saat terbaring di ranjang kematian? Dan ketika saat itu tiba, bisakah kita punya kuasa akan ingatan yang muncul di saat-saat terakhir itu? (Yang kedua, ini pertanyaan pribadi)
Buat Nenek (Granny) Weatherall, memori yang muncul adalah peristiwa ditinggalkan di altar oleh kekasihnya. Ranjang kematian Granny Weatherall jadi setting utama cerita pendek karya Katherine Anne Porter, “The Jilting of Granny Weatherall”. Dari saat-saat terakhir hidup Granny Weatherall, Porter menggambarkan beberapa alur sekaligus. Granny dan kejadian-kejadian masa lalunya; kekasih yang meninggalkannya, rasa sakit hati dan malu yang dialaminya, tapi berujung pada pertemuannya dengan lelaki lain yang jadi suaminya, lalu pada masa mudanya sebagai seorang wanita dewasa dan ibu dari anak-anaknya yang dilihat balik penuh dengan rasa bangga.
Alur kedua adalah percakapan internalnya di saat ‘ini’, masa sekarang, the present time. Ini adalah Granny Weatherall yang sepenuhnya sadar akan kondisi di sekitarnya dan dapat memberikan reaksi yang menunjukkan karakternya sejujurnya, bossy salah satunya. Terhadap kehadiran dokternya, terhadap benda-benda yang dimintanya, dan tentang orang-orang yang ia ingin hadir di dekatnya. Sayangnya, kesadaran-kesadaran itu hanya muncul dalam pikirannya saja. Ketika ia mengungkapkan permintaan-permintaannya, tak ada yang mengerti apa yang diucapkan oleh Granny Weatherall. Di sinilah kondisi ‘sebenarnya’ situasi itu digambarkan, tentang betapa parahnya kondisi Granny Weatherall, betapa ia tengah berjuang meregang nyawa, lewat percakapan antara si dokter dan anak perempuannya. (Atau mungkin, ketika pembaca sampai pada bagian itu, mereka sudah menyadari, kenyataan hanyalah masalah sudut pandang semata, terserah sudut pandang Granny-kah atau dokter-anak perempuan yang dipilih untuk dipercayai).
Tapi, kembali pada pertanyaan di atas. Jika anda terbaring di ranjang kematian (atau apa pun yang jadi tempat kita terbaring saat sekarat nanti), memori apa yang anda harap akan muncul untuk ‘menyimpulkan’ intisari hidup anda?
Well, kita memang belum tahu, apakah proses meregang nyawa akan dengan murah hati memberi kita kesempatan untuk mengingat sesuatu, apalagi satu momen secara khusus, tapi setelah membaca cerpen itu, saya jadi tergelitik untuk memilih satu ingatan khusus itu.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
jilting granny weatherall
jilting granny weatherall…
…
February 19th, 2008 at 11:43 am