You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Article: “The Stare”
Doris Lessing meraih Nobel Sastra 2007. Yawn. Berita yang sudah lewat banget. Tapi yang nggak pernah terlambat adalah membaca karya-karyanya kan?
Nobel diberikan bukan hanya untuk satu karya. Tapi untuk semua karya yang dihasilkan sepanjang hidup si sastrawan. Karya-karyanya itu kan yang lalu dianggap mewakili nilai-nilai apa pun yang ingin disorot oleh penentu hadiah Nobel pada tahun itu. Buat Doris Lessing, ia dianggap mewakili “that epicist of the female experience, who with skepticism, fire and visionary power has subjected a divided civilization to scrutiny.”
(Dan atas penggambaran itu, Lessing menjawab pada Editor-in-Chief Nobelprize.org, Adam Smith: “Well I don’t really know what they had in mind when they wrote it, you see. I mean they were faced with a quite astonishing number and range of writing. To sum it all up must have been quite formidable, don’t you think?”)
Tapi, yang ingin saya presentasikan sebenarnya adalah…”The Stare“. Cerita pendek ini kembali dimunculkan di situs majalah The New Yorker pasca berita kemenangan Lessing. Apakah cerpen ini memenuhi deskripsi tentang Lessing dari komite Nobel, itu penilaian yang sangat subyektif. Tapi bukankah ‘idealnya’ sebuah karya cukup dinikmati saja tanpa penulisnya, atau orang lain, merasa perlu menjelaskan nilai-nilai apa yang diwakili karya tersebut?
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.