You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Article: Cerpen Overdrive (Mungkinkah?)

Cerpen Overdrive (Mungkinkah?)

isyana — February 7, 2008 / 8:11 pm

Chris Powers dari The Guardian sudah mulai ‘at it again’. Ada artikelnya tentang penulis cerita pendek Etgar Keret dan berita super pendek padat makna yang jadi bacaan Proust. Seperti tulisan-tulisan Powers sebelumnya, rasanya agak kering sih. Tapi setiap penulis punya pembaca sendiri dan Powers lumayan kaya referensi, jadi silahkan kalau penasaran. (Walaupun di artikel ’sharpest short stories’ itu ada dua hal yang saya anggap sangat menarik, 1. Proust yang menganggap gosip sebagai cardinal pleasure–me too! me too!–2. frase ‘committed anarchist’. Dalam anarki pun perlu komitmen ya?)

Dan, ah, ada cerpen “Free Radicals” dari Alice Munro di The New Yorker. (Tapi sudah membaca satu Munro hari ini, bukankah seperti katanya Mavis Gallant, “Stories are not chapters of novels. They should not be read one after another, as if they were meant to follow along. Read one. Shut the book. Read something else. Come back later. Stories can wait.” Tidak berarti hanya ‘boleh’ membaca satu cerpen sehari sih, tapi juga nggak mau jadi ‘cerpen overdrive’ juga…)

Sejauh mana saya masih mengingat resolusi tahun baru? Hmm, kalau diingat-ingat, ada ‘The Adulterous Woman’nya Camus, ‘The Death of Ivan Ilyich’ dari Tolstoy, beberapa cerita Nick Adams dari Hemingway, sama ‘Something I’ve Been Meaning to Tell You’ dan ‘Materials’nya Alice Munro. Akan saya coba untuk menulis lengkap resensi-resensinya…

Iya sih, asalnya kan memang berniat untuk tidak terlalu sering merujuk pada Alice Munro sebagai figur otoritas dalam dunia cerpen. Tapi saya mengatakannya saat belum mengetahui betapa luas spektrum (spektrum, luas? kaya?) karya-karyanya. Dan mumpung berbicara tentang Munro, aktris Julie Christie (yang pada usia 66 masih terlihat peachy dan tidak berubah banyak sejak ia berperan sebagai Lara di Doctor Zhivago, 43 tahun lalu) meraih penghargaan aktris terbaik di Screen Actors Guild untuk perannya di “Away From Her”–kisah tentang perempuan penderita Alzheimer yang diangkat dari cerpen Munro “The Bear Came Over the Mountain”. Saya penasaran sekali dengan filmnya (karena yang menyutradarai Sarah Polley dari “My Life Without Me”) dan penasaran pula dengan cerita pendeknya Munro.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • yogi — Sangat mencengangkan dan membingungkan, tetapi bagus buat review presentasi nanti. Well done hahaha
  • Jawquaday — hed kandi various artists i know you got soul oracular spectacular mgmt pieces of what rhinos ohmygod 80s pop culture ...
  • iiK — UnTuK bUMi.. seanDainya seorang anDrea ADA PAda posisi anDa... apa yang anda lakukan???????? ada kalanya oRang beraDa di atas dan ada kalanya juGA ...
  • iiK — AnDreA......................... Penginspirasi seMua peLajar daN guru2 di Indonesia.. anJriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit........... aKu saLuuuuuuuuuut banGet................... teTap jaDi yanG TERBaIk......... […]
  • Dehrccjx — nice site,
  • Cbjdaphg — Nice day,
  • Heri Juanda — saya juga stringer di the associated press (AP Photo) untuk Aceh. sekiranya ada info lowongan untuk jadi fotografer di wilayah ...
  • aslam — kalau bisnisIndonesia butuh kontributor untuk wilayah Sul-Sel atau Sul-Bar, saya bisa dihubungi di 085255936678 Thanks. Aslam
  • dedik — ikut..dong walau gaak menang
  • sayyid — ---UNTUK BUNG HUDAN, Blog ini bukan kepunyaan personal. Tapi, punyanya Asia Blogging Network. Yang mengelola saya sendiri. Salam kenal...