You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Article: ‘The Death of Ivan Ilyich’
2008 memang masih sangat panjang, masih banyak teks yang bisa dibaca dan bisa menggugah indera. Tapi, buat saya, Tolstoy adalah (salah satu) temuan berharga di 2008.
Well, yeah, hello! Ke mana saja selama ini? Itu, tidak bisa saya jawab. Pastinya sih berada di suatu tempat yang membuat saya tidak menemukan Tolstoy, hehe.
‘The Death of Ivan Ilyich‘ awalnya saya pikir adalah Tolstoy kedua saya setelah ‘Family Happiness/Happy Ever After’–yang saya juga suka–tapi ternyata Tolstoy pertama saya adalah ‘Hadji Murat’ dan sama sekali lupa. Entah apa yang terjadi, apakah terjemahannya kacau (kayaknya sih nggak apa-apa), karyanya memang tidak istimewa, atau karena saya membeli sebuah buku ‘defect’ yang hilang beberapa halaman akhirnya (!) dari seorang penjual buku gendongan di TIM. Ya, sepertinya yang terakhir…
Mungkin yang membuat ‘The Death..’ jadi lebih teresapi (halah) adalah saya membacanya ketika tenggorokan saya seperti sedang dipegang oleh kematian itu sendiri. Tidur dengan demam, bangun, membaca, tidur lagi, bermimpi membacanya, dan, saya ingat, ketika menjelang terbangun ada kumpulan air mata panas di pojok-pojok mata dan saya mengigau, ‘Ivan Ilyich, Ivan Ilyich, ada yang salah dari cara kita memperlakukan orang sakit’.
Dashyat nggak? Hehe…
Sepertinya belum pernah saya merasa tengah melahap kata-kata yang ada di sebuah teks, dan rasanya nikmat, seperti saat membaca ‘The Death of..’ Dan, mungkin karena saya membacanya waktu sakit, ketika Tolstoy menggambarkan Ivan Ilyich yang sadar akan keberadaan penyakit dan organ-organ dalam tubuhnya, saya juga jadi sadar dengan (apa lagi?) organ-organ di dalam tubuh. Atau itu adalah kemampuan orang-orang yang sedang sakit?
Membuat sedih membacanya, iya sih. Tapi tidak menyiksa. Saya malah jadi bertanya. Terhadap si sakit, seberapa banyak rasa kasihan itu terlalu banyak? Atau seberapa sedikit rasa kasihan untuk jadi tidak empatik? Dan anehkah dalam sebuah cerita yang mengkronologikan kematian, saya punya bagian favorit? (Ketika ’suara tuhan’ muncul dan deskripsi sakratul maut Ivan Ilyich)
Utamanya memang tentang sebuah kematian, tapi semuanya tentu berawal dari kehidupan. “The story of Ivan Ilyich’s life was of the simplest, most ordinary and therefore most terrible,” tulis Tolstoy. Benar dan tepat, tapi untuk yang terakhir, terrible, untuk Ivan Ilyich mungkin iya. Buat saya, seorang pembaca, kok ya jadinya most wonderful ya?
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.