You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Article: Digested Read: The Killers (Ernest Hemingway)
Harian The Guardian punya rubrik tetap. Namanya Digested Read. Inti rubriknya adalah memberikan versi singkat sebuah buku, semacam rangkuman, tapi saya nggak bisa melihat niatan serius dari rubrik ini kecuali untuk mem-bitchslap (duh Facebook sekali) si penulis buku.
Saya tak punya alasan untuk mem-bitchslap The Killers-nya Hemingway sebenarnya, tapi ini cara nge-blog yang belum pernah saya lakukan sebelumnya :)
Oke, ini digested read-nya (versi saya):
Dua pria bersarung tangan masuk ke sebuah kedai, memesan menu makan malam yang belum waktunya disajikan. Walaupun sudah dijelaskan oleh si pelayan bahwa waktu makan malam belum tiba, mereka berkeras memesan menu makan malam. We want dinner! We want dinner! (bukan kata-kata tepatnya, tapi itu intinya) sebelum akhirnya mereka mengalah, memesan roti isi dan memakan roti masih mengenakan sarung tangan. Seorang Nick Adams (alter ego ‘paling terkenal’ Hemingway) juga ada di situ. Seusai makan, dua pria itu menyandera dan mengikat Adams dan juru masak di dapur (ugghh, mengikat orang dengan perut penuh habis makan sepertinya pekerjaan berat deh), sementara si pelayan di depan disuruh mengusiri orang-orang sampai target yang diincar para pembunuh bayaran itu datang (kenali ciri-ciri pembunuh bayaran: Makan roti isi mengenakan sarung tangan. Waspadalah!). Yang ditunggu tak muncul, para pembunuh bayaran pun pergi. Adams dengan segala konflik moralnya ingin mengingatkan si target pembunuhan. Si target pembunuhan ternyata sedang bersembunyi di kamar kos sewaannya dan tidak bisa memutuskan, keluar kamar nggak ya? Atau sembunyi di sini saja? Mati di luar nggak ya? Atau hidup tapi nggak bisa ke mana-mana? Di kamar atau ke luar? Ke luar atau di kamar? I really can’t decide.
Selesai.
(Cukup Monty Python nggak?)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
Ide Menulis
Hemingway memang sastrawan joss. Seperti saya tulis di http://idemenulis.blogspot.com/2008/08/hemingways-writing-way.html
saya kupas kiatnya dalam menulis.
August 2nd, 2008 at 4:46 pm