Teroka Cerpen

Telaah dan Berbagi Karya Cerpen

Happy Ever After/A Family Happiness-Leo Tolstoy

Dalam The Jane Austen Book Club, salah satu karakternya (Sylvia, kalau tidak salah) mengatakan bahwa ada plot tentang pendekatan dan percintaan (courtship) tapi tak menulis tentang plot pada pernikahan. Mungkin karena Jane Austen tak pernah menikah. Mungkin juga karena apa yang terjadi sesudahnya tak sedramatis seperti pada masa courtship itu. Atau ya karena Jane Austen ‘hanya’ ingin menulis tentang masa-masa courtship itu. Toh apa yang dia tulis tentang masa itu juga sudah cukup berlapis-lapis kan?

Tunggu.

Bagaimana saya bisa sampai di Jane Austen? Oh ya. Happy Ever After/A Family Happiness-nya Tolstoy terasa seperti dimulai saat Jane Austen berhenti. Ceritanya tentang seorang perempuan muda bernama Masha, Marya Alexandrovna, yang berusia 17 tahun di awal cerita.

Masha jatuh cinta pada teman ayahnya sekaligus walinya, Sergei Mihailovich yang dua kali (plus, plus) lebih tua darinya. Ini bukan hanya cerita jatuh cintanya Masha, tapi juga jatuh cintanya Sergei Mihailovich. Cerita-cerita ini mungkin terjadi, walaupun saya agak dibuat sedikit tidak nyaman membacanya. (Dia seusia ayahmu, Masha! Dia teman ayahmu!) Ketertarikan pria-pria menjelang paruh baya pada perempuan-perempuan muda, I get it. Tapi ketertarikan seorang remaja pada pria seusia ayahnya?

Plus, sepertinya perasaan Masha di awal-awal cerita ini lebih karena dorongan dan sugesti dari pengasuhnya, Katerina Karlovna, Katya. Mungkin seperti Marianne ke Colonel Brandon (Sense & Sensibility) yang lebih karena dorongan ibu dan kakaknya, yang merasa “kayaknya Colonel Brandon orang yang baik deh” dan jadilah mereka pada akhirnya. Dan mungkin ini cerita yang bisa dibaca back-to-back dengan Emma. Buat yang kesusahan membayangkan tipe pernikahan yang dilalui Mr Knightley dan Emma (pernikahan antara dua orang yang usianya jauh, Mr Knightleynya teman keluarga dari kecil, juga terbiasa melihat Emma sebagai anak kecil sampai akhirnya dewasa, yang Mr Knightley-nya—seperti Sergei Mihailovich—‘violently in love’), hmm di sini Tolstoy masuk. Happy Ever After bercerita tentang transisi dari romantisme courtship ke (yang saya bayangkan sebagai) ‘plot’ tentang pernikahan.

(Kalau diingat lagi, Dr Zhivago? Menjelang tutup tahun 2007 lalu, saya memilih menenggelamkan diri dalam cerita—versi film—di masa musim dingin Rusia yang berkepanjangan. Sub cerita tentang Lara dan Viktor Ypolitovich kan juga mirip-mirip dengan Masha-Sergei Mihailovich. What is it with Russian men and their goddaughters? This is not an all you can eat buffet, you know.)

Yang saya kagumi dari Tolstoy (as if there’s not enough to be admired at) adalah…begini. Pada satu titik saat membaca cerita ini, saya mulai bertanya, darimana datangnya kata-kata ini? Apakah Tolstoy pernah menulis dengan ‘perencanaan’, dengan menciptakan sebuah struktur, dengan mempertimbangkan efek pada pembaca ketika memilih suatu gaya atau metode?

Happy Ever After, sama dengan The Death of Ivan Ilyich, terasa datang dari jiwa. Seperti sebuah keran yang sedang terbuka….Mungkin ini bukan perbandingan yang tepat, keran yang dibuka dan ditutup kan berarti ada perencanaan ya? Ini rasanya seperti sesuatu yang otomatis saja. Aliran sungai, mungkin lebih tepat. Alami, mengalir, bisa mengaduk-aduk emosi, dan ada sentuhan ketuhanan atau kedewaan (godliness) di situ, profetik.

Ada juga rasa kemanusiaan yang besar. Dalam artian bukan sekedar ‘mengetahui’ tentang jalan pikiran dan hati manusia (as if this is not great enough), tapi kepercayaan besar yang diletakkan Tolstoy pada keduanya. Entah ‘apa’ yang dilakukan Tolstoy secara khusus, karena semuanya datang dari tulisan, tapi pada akhir cerita selalu ada sesuatu dalam hati saya yang berubah. Yang membuat saya menghela nafas dan bilang, oh kemanusiaan bisa menawarkan sebanyak ini to.

(Dan somehow, prospek tentang Anna Karenina jadi tidak begitu menakutkan lagi…)

Popularity: 30%

Join the discussion. Add your comment.

Asia Blog Network

AsiaBlogging.com News

Teroka Cerpen is part of Asia Blogging Network