You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Article: Kencan Multiras Junot Diaz
Membaca koran yang ringkas dan cergas itu hari Minggu kemarin, eh ternyata ada terjemahan cerpennya Junot Diaz. Diaz, yang katanya mewakili generasi penulis baru Amerika Serikat itu adalah peraih hadiah Pulitzer untuk karya fiksi pada 2008.
How to Date a Browngirl (Black Girl, White Girl, or Halfie) (linknya versi audio. Sudah mencari-cari yang versi teks, tapi harus mbayar di New Yorker. Pun di versi Koran Tempo. Kalau sudah di-upload Sriti.com kali ya, nanti di-link ke sini) adalah yang saya bayangkan sebagai tumbuh besar sebagai orang Amerika.
Oke, semenyenangkan-menyenangkannya Diaz (dan dalam kamus saya, menyenangkan bisa berarti bittersweet, lucu tapi depresif, observasi yang tajam dan detil, bentuk yang unik), komentar pertama yang muncul adalah: jadi Diaz akan menjadi bagian dari promosi redaktur budaya koran ringkas dan cergas?
(Tapi sebenarnya, kalau iya, apa masalahnya? Karya bagus tetap karya bagus kan?)
Bahkan sebelum kemenangan Pulitzernya, Diaz sudah ‘diramalkan’ akan jadi penulis yang ‘hip’. Hip dalam arti tidak terlalu pasaran, tapi cukup, bila namanya disebut, diasosiasikan dengan kekerenan. (Zadie Smith mungkin contoh lain penulis ‘hip’)
Tapi, ini ada beberapa wawancara dengan Diaz. Atau analisa tentangnya. Agar kita lebih terinformasi dan siap terhadap ada atau tidak agenda-agenda budaya (haha!).
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.