You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Article: Jembatan Karya
Pada mudik Lebaran (sebulan) lalu, saya membeli Dunia di Kepala Alice, kumpulan cerpen karya-karya Ucu Agustin. Antara membaca dan melakukan aktivitas lain, saya kerap meninggalkan buku itu di berbagai macam tempat. Di depan televisi, di meja makan, di ruang keluarga, di ruang tamu. Ini yang menyebabkan sepupu-sepupu saya ikut membaca buku yang saya tenteng dan tinggalkan itu.
Sepupu-sepupu saya yang masih kelas 2 SMP dan 2 SMA pun jadi bergantian membaca ketika buku itu sedang tergeletak di berbagai meja. Saya tidak tahu mereka membacanya sampai salah seorang (si 2 SMP) bertanya,
“Jadi, si anak kecil yang di Dunia di Kepala Alice itu, akhirnya mati?”
Mungkin jawaban yang lebih bijak adalah bertanya balik: “Menurut kamu gimana?”
Tapi terlalu cepat saya menjawab, “Iya,” dari sudut pandang saya.
Dan mendengar ini, si sepupu bereaksi, “Wah, sedih banget. Ceritanya bagus banget, tapi kok akhirnya sedih?”
Sebelumnya, saya pernah bertanya tentang berapa usia yang ‘tepat’ untuk mulai membaca suatu karya untuk orang ‘dewasa’. Kumpulan cerpen Ucu ini sering disebut atau dipasarkan sebagai kumpulan cerpen yang isinya dongeng untuk orang dewasa. Walaupun topik di kisah Alice itu sungguh berat (kekerasan seksual terhadap anak, salah satunya), ternyata pengemasan yang dilakukan oleh Ucu membuat cerita itu relatif mudah dibaca kelompok usia yang lebih muda.
Dari sini saya menyadari bahwa cerpen punya keunggulan untuk berfungsi sebagai jembatan. Dari karya ‘anak-anak’ ke cerita bertema lebih matang dalam porsi lebih kecil, daripada langsung melompat ke novel. Bukan berarti langsung melompat ke novel itu tak dibolehkan, hanya saja, itu tadi, bahwa cerpen bisa jadi jembatan bagi pembaca muda yang akan beranjak ke karya dewasa (young adult).
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.
ardhie
sebetulnya ini cerita pendek apa opini sih ?
November 12th, 2008 at 11:35 am
yulyanto
Mba ‘Is,
Aku mohon ijin tautkan link URL-nya Mba ini ke blog saya (www.yulyanto.com) yach ????…..
Tx-alotz
November 29th, 2008 at 11:44 am
cerpen
kirain cerpen mbak, ternyata opini toh.
December 22nd, 2008 at 8:59 am