You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Article: Jembatan Karya

Jembatan Karya

isyana — November 4, 2008 / 7:10 pm

Pada mudik Lebaran (sebulan) lalu, saya membeli Dunia di Kepala Alice, kumpulan cerpen karya-karya Ucu Agustin. Antara membaca dan melakukan aktivitas lain, saya kerap meninggalkan buku itu di berbagai macam tempat. Di depan televisi, di meja makan, di ruang keluarga, di ruang tamu. Ini yang menyebabkan sepupu-sepupu saya ikut membaca buku yang saya tenteng dan tinggalkan itu.

Sepupu-sepupu saya yang masih kelas 2 SMP dan 2 SMA pun jadi bergantian membaca ketika buku itu sedang tergeletak di berbagai meja. Saya tidak tahu mereka membacanya sampai salah seorang (si 2 SMP) bertanya,

“Jadi, si anak kecil yang di Dunia di Kepala Alice itu, akhirnya mati?”

Mungkin jawaban yang lebih bijak adalah bertanya balik: “Menurut kamu gimana?”

Tapi terlalu cepat saya menjawab, “Iya,” dari sudut pandang saya.

Dan mendengar ini, si sepupu bereaksi, “Wah, sedih banget. Ceritanya bagus banget, tapi kok akhirnya sedih?”

Sebelumnya, saya pernah bertanya tentang berapa usia yang ‘tepat’ untuk mulai membaca suatu karya untuk orang ‘dewasa’. Kumpulan cerpen Ucu ini sering disebut atau dipasarkan sebagai kumpulan cerpen yang isinya dongeng untuk orang dewasa. Walaupun topik di kisah Alice itu sungguh berat (kekerasan seksual terhadap anak, salah satunya), ternyata pengemasan yang dilakukan oleh Ucu membuat cerita itu relatif mudah dibaca kelompok usia yang lebih muda.

Dari sini saya menyadari bahwa cerpen punya keunggulan untuk berfungsi sebagai jembatan. Dari karya ‘anak-anak’ ke cerita bertema lebih matang dalam porsi lebih kecil, daripada langsung melompat ke novel. Bukan berarti langsung melompat ke novel itu tak dibolehkan, hanya saja, itu tadi, bahwa cerpen bisa jadi jembatan bagi pembaca muda yang akan beranjak ke karya dewasa (young adult).

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.

  1. ardhie

    sebetulnya ini cerita pendek apa opini sih ?

    November 12th, 2008 at 11:35 am

  2. yulyanto

    Mba ‘Is,

    Aku mohon ijin tautkan link URL-nya Mba ini ke blog saya (www.yulyanto.com) yach ????…..

    Tx-alotz

    November 29th, 2008 at 11:44 am

  3. cerpen

    kirain cerpen mbak, ternyata opini toh.

    December 22nd, 2008 at 8:59 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ee lu — bego lu
  • aldit — iya penjelasan ini di butuhkan kalau bisa penjelasan nya harus lengkap
  • Memahami puisi — Artikel pendidikan yang sangat menarik ,,,,,
  • chocovanilla — Saya juga sedang membaca karya PAT tetralogi Buru, saat ini dah buku ketiga "Jejak Langkah". Cuma masih bingung arti kata ...
  • anabalqis — Salam. Saya mencari sahabat saya dari jakarta, saudara akidah gaizillah. Adakah saudara mengenal atau tau alamat emailnya? Akidah seorang penulis ...
  • ibnu junjunan — tolong kasi tau duwnk 3 arti satra menurut para ahli
  • cintya — ada lomba lg g ,,klo ada tlg d kabarin ke email q y di>>>cintya.annisa@yahoo.com....trim's
  • Liana — Beli dvd Rosemary's baby di mana ya?
  • Liana — Beli novel Rosemary's baby di mana ya?
  • isawati — Sosok Wiji Thukul memang unik, nyentrik dan menarik. Jarang seorang penyair yang puisinya begitu terkenal melebihi dirinya sendiri. Jika kita ...