You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen
isyana — January 21, 2008 / 10:41 pm / Comments
Buat mereka yang ingin membaca lebih banyak cerpen (Me! Me! Me!) atau mereka yang sudah familiar dengan bentuk cerpen, sudah membaca banyak cerpen dan membutuhksn tantangan sebagai pembaca, boleh coba menengok ‘program’ yang diajukan penulis cerpen Kate Sutherland di blognya. Nama tantangannya, Short Story Reading Challenge. Ada blog tersendiri yang dibuat Kate untuk tantangan itu. [...]
isyana — January 10, 2008 / 7:55 pm / 1 comment
Cerita pendek sering saya gunakan sebagai alat untuk mengenal seorang penulis sebelum melangkah ke karya panjangnya. Entah benar atau tidak metode ini, tapi mungkin pembaca seperti saya yang menyebabkan seorang penulis cerita pendek terus-terusan ‘ditagih’, “Novelnya mana?” oleh penerbit. (Skenario itu saya ambil dari prakata ‘The Lives of Girls and Woman’-nya Alice Munro) Kali ini, penulis yang [...]
isyana — January 10, 2008 / 7:27 pm / 1 comment
Nama (pena) O Henry dan penulisan cerita pendek tampaknya sudah sejajar seperti sinonim. Oke, itu hanya sebuah opini yang saya ajukan dengan humble, mengingat baru tujuh dari 41 cerita pendeknya yang saya baca di 41 Stories by O Henry :) (Dan ternyata dia menulis 400an..) Tapi, pertimbangkan fakta-fakta ini. Penghargaan untuk penulisan cerita pendek terbaik diambil [...]
isyana — January 4, 2008 / 10:35 pm / 10 comments
Saya menulis agak lebih panjang di blog Teenlit tentang saya ingin menjadi pembaca seperti apa pada 2008 nanti. Intinya sih, pembaca yang meminimalkan prasangka. Tapi sebagai pembaca cerita pendek, 2007 sepertinya sudah cukup membuat saya berprasangka pada beberapa penulis. Katherine Mansfield contohnya. Sartre juga. Dan saya jadi terlalu sering berendam di kolam aman dari Salinger dan [...]
isyana — December 29, 2007 / 1:33 am / Comments
Apakah posting tentang polemik penerbitan versi ‘baru’ cerita-cerita pendek Raymond Carver masih menarik? Jika ya, ada kronologis lengkap polemik itu yang dikompilasi oleh Richard Lea di blog The Guardian. Berbicara tentang blog koran yang sama, Chris Powers melanjutkan serinya tentang A brief study of short story bagian dua, tiga, empat, lima dan enam. Yes, I have [...]
isyana — November 2, 2007 / 5:35 pm / 1 comment
Sejak kemarin malam sampai tengah pagi tadi, saya berkutat dengan “Ruang Inap No 6, Sekumpulan Cerpen Pilihan Anton Chekhov”. Dari segala sisi, buku itu masih mulus. Halamannya masih agak menyatu. Ketahuan sekali kalau belum pernah dibaca. Yang membuat saya memutuskan untuk tidak membiarkan tumpukan debu makin tebal pada buku ini adalah tulisan Chris Power di blog [...]
isyana — October 30, 2007 / 11:53 pm / 5 comments
Aktris dan penulis naskah kontroversial di masanya, Mae West, pernah mengatakan, mereka yang mudah terkejut harus lebih sering dibuat terkejut. People who are easily shocked, should be shocked more often. Dan saya, amat sangat terkejut saat menyadari betapa menyenangkannya mengisi waktu bersama James Joyce. Mereka yang memiliki tarian bertajuk “Tuh Kan, Gue Bilang Juga Apa?” [...]
isyana — October 30, 2007 / 11:34 pm / Comments
(Resensi “The Dead” akan saya tulis setelah ini. Janji.) Ada yang mencatat siapa-siapa saja pemenang penghargaan buku atau sastra tiap tahunnya? Saya ingat pemenang Nobel Sastra sampai tiga tahun ke belakang, tapi tak berusaha menebak-nebak saat belum diumumkan. Atau secara khusus menunggu-nunggu. Seperti saya menunggu Oscar Night. :) Oke, tapi, bagaimana dengan Man Booker Prize? “The Gathering”, sebuah [...]
isyana — October 30, 2007 / 11:20 pm / 2 comments
Tak perlu diulang lagi sebenarnya, betapa saya masih menganggap cerpen sebagai sebuah format penulisan yang asing. Menikmatinya atau mengaguminya saja, saya masih bertanya-tanya, apa-apa sih sebenarnya yang harus diperhatikan. Tapi seharusnya menikmati cerita pendek tak serumit menikmati wine kan? (Walaupun, dalam sebuah diskusi, Bambang Harymurti-nya Tempo pernah menyamakan antara membaca dan minum wine. “It’s an [...]
isyana — October 30, 2007 / 1:26 pm / Comments
Ada beberapa situs yang memasukkan “Shooting an Elephant“-nya George Orwell sebagai sebuah esai. Ada juga yang menggolongkannya sebagai cerita pendek, bahkan tak lupa melengkapinya dengan ‘notes and study guides’ tersendiri sebagai sebuah karya fiksi. Lepas dari persoalan ini esai atau cerpen, dari segi penulisan, ada sesuatu yang dapat dijadikan catatan tersendiri. Saat membaca “1984″, saya lebih [...]
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.