You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen
isyana — October 26, 2007 / 9:11 pm / 4 comments
“Dulu aku bercita-cita ingin menjadi penulis, mencobanya, dan tidak ingin lagi.” Ia tertawa, liurnya menetes, ia berbaring dan berbantal kayu bakar yang agak besar. Puntung rokoknya yang masih menyala jatuh di kaus oblong yang lusuh dan membuat beberapa lubang. Aku ingin menolongnya, tapi kepala ini berat rasanya, dan ia sendiri tidak merasa kepanasan. Aku urung membantunya. “Kenapa?” “Aku [...]
isyana — October 24, 2007 / 5:43 pm / Comments
Doris Lessing meraih Nobel Sastra 2007. Yawn. Berita yang sudah lewat banget. Tapi yang nggak pernah terlambat adalah membaca karya-karyanya kan? Nobel diberikan bukan hanya untuk satu karya. Tapi untuk semua karya yang dihasilkan sepanjang hidup si sastrawan. Karya-karyanya itu kan yang lalu dianggap mewakili nilai-nilai apa pun yang ingin disorot oleh penentu hadiah Nobel pada [...]
isyana — October 24, 2007 / 4:20 pm / 2 comments
Dalam keragu-raguan, mulailah dengan Umar Kayan. (Cukup berima nggak?) Harap maklumi usaha saya memecah kebekuan, karena jelas-jelas, saya tidak membaca sebanyak yang saya inginkan bulan ini. Sebagai pembaca cerpen, bulan ini, saya malah lebih sering kabur ke kumpulan kolom Umar Kayam di majalah Tempo, ‘Titipan Umar Kayam’. Dalam perjalanan pulang ke ibukota pasca Lebaran lalu, saya dan seorang [...]
isyana — September 30, 2007 / 11:58 pm / 2 comments
Dalam upaya me-re-boot perkenalan dengan Katherine Mansfield (setelah bertemu dengan sebuah kekacauan berjudul “The Garden Party”), saya memutuskan membaca kumpulan cerita pendeknya “The Garden Party and Other Stories”. Hasilnya? Belum berjalan cukup jauh, sebenarnya. Masih dua cerita pendek di bagian awal. “How Pearl Button Was Kidnapped” dan “The Journey to Bruges”. “Pearl Button” terasa cukup cantik; [...]
isyana — September 30, 2007 / 11:56 pm / 1 comment
Adegan apa, dari seluruh momen kehidupan anda, yang akan tersangkut di ingatan saat terbaring di ranjang kematian? Dan ketika saat itu tiba, bisakah kita punya kuasa akan ingatan yang muncul di saat-saat terakhir itu? (Yang kedua, ini pertanyaan pribadi) Buat Nenek (Granny) Weatherall, memori yang muncul adalah peristiwa ditinggalkan di altar oleh kekasihnya. Ranjang kematian Granny [...]
isyana — September 27, 2007 / 4:52 pm / Comments
Jika menulis cerpen kerap digunakan oleh penulis sebagai ’sasana berlatih’ untuk sampai pada Karya Besar bernama novel(*), maka bagi pembaca, cerpen juga bisa jadi arena latihan untuk membaca karya seorang penulis sebelum menyimak novelnya. Ya, setidaknya buat pembaca yang suka mengambil langkah-langkah bayi terlebih dahulu sebelum melompati gunung, hehe. Sebelumnya trik ini saya lakukan untuk berkenalan [...]
isyana — September 27, 2007 / 4:33 pm / Comments
Oke, tanggal tepatnya sebenarnya sudah lewat. 13 September lalu. Tapi mumpung bulannya belum habis (bisssaa aja), nggak ada salahnya momen itu diperingati. Roald Dahl memang lebih dikenal sebagai penulis cerita anak-anak. Matilda, Charlie and the Chocolate Factory, BFG, The Marvellous Mr Fox, Danny Champion of the World, adalah beberapa di antaranya. Sebagai penulis cerita anak-anak, saya [...]
isyana — September 27, 2007 / 12:15 pm / Comments
Saat membolak-balik “The Eye of the Story”, buku kumpulan esai karya Eudora Welty—awalnya saya ingin mengutip sesuatu darinya tentang Chekhov—saya menemukan sebuah judul menarik, “Is Phoenix Jackson’s Grandson Really Dead?” Judul yang merupakan pertanyaan itu merujuk pada pertanyaan yang paling sering diterima Welty lewat surat-surat dari pembacanya tentang sebuah cerpen berjudul “A Worn Path”. Cerpennya pernah [...]
isyana — September 25, 2007 / 6:25 pm / Comments
Harian Guardian sedang menerbitkan ulang serangkaian wawancara-wawancara hebat abad ke-20 setiap dua minggu sekali. Lewat seri ‘Great interviews of the 20th century’, kita bisa membaca ulang kepribadian karakter-karakter menonjol dalam sejarah lewat kata-kata mereka sendiri. President Nixon, Lady Di, John Lennon, Marlon Brando, Marilyn Monroe, Sex Pistols, Malcolm X, Hitler, aktris, sutradara dan penulis skenario [...]
isyana — September 25, 2007 / 5:15 pm / Comments
Majalah New Yorker edisi 24 September 2007 lalu menerbitkan sebuah cerpen karya penulis asal Jerman, Maxim Biller. Judul cerpennya “The Maserati Years“. Cerpennya, seperti yang saya curigai tentang warna cerpen-cerpen ‘khas’ New Yorker, lebih berhubungan dengan suasana dan mood dan emosi daripada rentetan peristiwa. Tentang perenungan akan satu momen yang khusus. Minim dialog eksternal, lebih banyak [...]
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.