You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Profil cerpenis
Harian Guardian sedang menerbitkan ulang serangkaian wawancara-wawancara hebat abad ke-20 setiap dua minggu sekali. Lewat seri ‘Great interviews of the 20th century’, kita bisa membaca ulang kepribadian karakter-karakter menonjol dalam sejarah lewat kata-kata mereka sendiri. President Nixon, Lady Di, John Lennon, Marlon Brando, Marilyn Monroe, Sex Pistols, Malcolm X, Hitler, aktris, sutradara dan penulis skenario [...]
Majalah New Yorker edisi 24 September 2007 lalu menerbitkan sebuah cerpen karya penulis asal Jerman, Maxim Biller. Judul cerpennya “The Maserati Years“. Cerpennya, seperti yang saya curigai tentang warna cerpen-cerpen ‘khas’ New Yorker, lebih berhubungan dengan suasana dan mood dan emosi daripada rentetan peristiwa. Tentang perenungan akan satu momen yang khusus. Minim dialog eksternal, lebih banyak [...]
Karena lagi bosan membaca Pere Goriot-nya Balzac, saya akhirnya jadi mencari bacaan baru. Yang terpilih, “The Heart is a Lonely Hunter”-nya Carson McCullers (Itu my favorite number one book title. Bukan bukunya, tapi judul bukunya). Awalnya cerita tentang persahabatan sepasang karib bisu-tuli, tapi berlanjut pada kisah tentang, seperti ditampilkan di judulnya, tentang kesepian.
Ah, sampai di sini juga akhirnya. Penulis Jazz Age lain yang juga favoritku, Dorothy Parker. Parker, sebagai sesosok karakter, lebih terkenal akan pengamatannya tajam pada detil yang dimunculkannya dalam sinisme yang menjurus acidic, tapi tak pernah kehilangan semangat untuk mengajak orang tertawa. Dengan cara yang sinis, tentunya. Hehe.
Semuanya berawal dari kumcer “Orang-orang Bloomington”. Di cerpen berjudul “Yorrick” Budi Darma menulis: Caroline, adik Matthew mirip ibunya. Andaikata dia dipinang oleh Brandon dia akan menjadi istri Brandon, andaikata dia dipinang oleh Willoughby dia akan menjadi istri Willoughby, dan andaikata ia dipinang oleh Lowe dia akan menjadi istri Lowe.
Namanya saya dengar pertama kali dari, mana lagi, serial ‘Gilmore Girls’. Tapi mendengar namanya disebutkan, saya seperti menemukan kunci ke cahaya ilmu pengetahuan yang disebut-sebut Salinger di “Franny and Zooey”. Namanya seperti mewakili sebuah dunia mengagumkan, yang selama ini ternyata sudah ada, tapi belum pernah saya ketahui sebelumnya. Padahal, selama ini saya mengira sudah mengetahui [...]
Harap maklum. Posting tentang Alice Munro sebelumnya sepertinya akan jadi sebuah work in progress. Nggak akan tuntas hanya dengan satu tulisan. Saya akan terus mencoba menggali siapa sosok yang disebut sebagai “our Chekhov” oleh penulis Cynthia Ozick ini dan tentang berbagai aspek dari karya-karyanya.
Sampai sekarang, saya belum berhasil menemukan satu ekuivalen yang pas dalam bahasa Indonesia untuk kata ‘lovely’. Rasa-rasanya sih ‘lovely’ pada akhirnya adalah menyenangkan. Tapi sebelum sampai pada kesimpulan itu, ada rasa pahit, sakit dan sedih, tapi juga liris, dan cantik. Ada humor, ada juga kesederhanaan, tapi ada kesan akan ‘kelas’. Ringan, tapi terasa secara subtil [...]
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.