You're here: My Writing Blogging » Teroka Cerpen » Telaah cerpen
Mungkin pembandingan tidak sepatutnya saya lakukan. Karena Raymond Chandler saya berpikir bahwa saya butuh sedikit lebih tua untuk membaca tentang orang-orang yang sepuluh tahun lebih tua dan berada di setengah fase kehidupannya. Memulainya dengan pasangan baru, atau pekerjaan baru atau tempat tinggal baru. Lalu ada Lorrie Moore. Ini adalah “Willing”, cerita pertama di kumpulan cerpen Birds of America. Tentang [...]
Membaca koran yang ringkas dan cergas itu hari Minggu kemarin, eh ternyata ada terjemahan cerpennya Junot Diaz. Diaz, yang katanya mewakili generasi penulis baru Amerika Serikat itu adalah peraih hadiah Pulitzer untuk karya fiksi pada 2008. How to Date a Browngirl (Black Girl, White Girl, or Halfie) (linknya versi audio. Sudah mencari-cari yang versi teks, tapi [...]
Mengagumi Salinger seharusnya tidak diartikan dengan menghilang dari peredaran dan tidak mengeluarkan karya-karya (atau posting-posting) baru. Alasan kesibukan lain sepertinya sudah terlalu sering dipakai bukan? Jadi ya, sudahlah. Lebih baik untuk langsung ke inti ceritanya kan ya? Joyce mungkin sering melapisi karyanya dengan banyak simbol untuk jadi kunci ke makna-makna tertentu. Tapi menikmati cerpennya, The Sisters, [...]
Dalam The Jane Austen Book Club, salah satu karakternya (Sylvia, kalau tidak salah) mengatakan bahwa ada plot tentang pendekatan dan percintaan (courtship) tapi tak menulis tentang plot pada pernikahan. Mungkin karena Jane Austen tak pernah menikah. Mungkin juga karena apa yang terjadi sesudahnya tak sedramatis seperti pada masa courtship itu. Atau ya karena Jane Austen [...]
Saya pernah membacanya di suatu tempat, tapi lupa di mana, tentang etis atau tidak menerbitkan karya coba-coba seorang penulis besar setelah si penulis meninggal. Ada yang bilang tidak, karena si penulis sudah secara sadar memutuskan untuk tidak menerbitkan karya-karya itu ketika masih hidup. Tapi para biografer, penggemar, dan ‘burung-burung bangkai’ yang tidak pernah puas dengan apa [...]
2008 memang masih sangat panjang, masih banyak teks yang bisa dibaca dan bisa menggugah indera. Tapi, buat saya, Tolstoy adalah (salah satu) temuan berharga di 2008. Well, yeah, hello! Ke mana saja selama ini? Itu, tidak bisa saya jawab. Pastinya sih berada di suatu tempat yang membuat saya tidak menemukan Tolstoy, hehe. ‘The Death of Ivan Ilyich‘ awalnya [...]
Buat mereka yang ingin membaca lebih banyak cerpen (Me! Me! Me!) atau mereka yang sudah familiar dengan bentuk cerpen, sudah membaca banyak cerpen dan membutuhksn tantangan sebagai pembaca, boleh coba menengok ‘program’ yang diajukan penulis cerpen Kate Sutherland di blognya. Nama tantangannya, Short Story Reading Challenge. Ada blog tersendiri yang dibuat Kate untuk tantangan itu. [...]
Cerita pendek sering saya gunakan sebagai alat untuk mengenal seorang penulis sebelum melangkah ke karya panjangnya. Entah benar atau tidak metode ini, tapi mungkin pembaca seperti saya yang menyebabkan seorang penulis cerita pendek terus-terusan ‘ditagih’, “Novelnya mana?” oleh penerbit. (Skenario itu saya ambil dari prakata ‘The Lives of Girls and Woman’-nya Alice Munro) Kali ini, penulis yang [...]
Nama (pena) O Henry dan penulisan cerita pendek tampaknya sudah sejajar seperti sinonim. Oke, itu hanya sebuah opini yang saya ajukan dengan humble, mengingat baru tujuh dari 41 cerita pendeknya yang saya baca di 41 Stories by O Henry :) (Dan ternyata dia menulis 400an..) Tapi, pertimbangkan fakta-fakta ini. Penghargaan untuk penulisan cerita pendek terbaik diambil [...]
Sejak kemarin malam sampai tengah pagi tadi, saya berkutat dengan “Ruang Inap No 6, Sekumpulan Cerpen Pilihan Anton Chekhov”. Dari segala sisi, buku itu masih mulus. Halamannya masih agak menyatu. Ketahuan sekali kalau belum pernah dibaca. Yang membuat saya memutuskan untuk tidak membiarkan tumpukan debu makin tebal pada buku ini adalah tulisan Chris Power di blog [...]
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.