<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/wordpress-mu-1.2.4" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Teroka Cerpen</title>
	<link>http://mywritingblogs.com/cerpen</link>
	<description>Telaah dan Berbagi Karya Cerpen</description>
	<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 22:39:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=wordpress-mu-1.2.4</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Aliran realisme</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/08/24/aliran-realisme/</link>
		<comments>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/08/24/aliran-realisme/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 22:39:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firman Firdaus</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/08/24/aliran-realisme/</guid>
		<description><![CDATA[Di blog yang lain, saya tuliskan tentang aliran cerpen realisme. Silakan simak 
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di <a href="http://mywritingblogs.com/sastra/2008/07/30/aliran-cerpen-realisme/">blog yang lain</a>, saya tuliskan tentang aliran cerpen realisme. Silakan simak <img src='http://mywritingblogs.com/cerpen/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/08/24/aliran-realisme/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Situs cerpen nomor satu di pencarian Google</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/07/26/situs-cerpen-nomor-satu-di-pencarian-google/</link>
		<comments>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/07/26/situs-cerpen-nomor-satu-di-pencarian-google/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 13:03:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firman Firdaus</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/07/26/situs-cerpen-nomor-satu-di-pencarian-google/</guid>
		<description><![CDATA[TADINYA sekadar iseng, mau tahu apa yang keluar jika saya ketikkan &#8220;cerpen&#8221; sebagai kata kunci pencarian Google. Teryata hasilnya adalah situs ini. Sebagai sebuah blog &#8220;pribadi&#8221; koleksinya cukup banyak, namun kelihatannya tidak diperbarui lagi. Entri terakhir Januari 2006.
Kemudian secara iseng lagi, saya ketikkan &#8220;situs kumpulan cerpen&#8221; dan saya dapatkan, apa lagi jika bukan Sriti.com.
Bagaimana dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TADINYA sekadar iseng, mau tahu apa yang keluar jika saya ketikkan &#8220;cerpen&#8221; sebagai kata kunci pencarian Google. Teryata hasilnya adalah <a href="http://kumpulan-cerpen.blogspot.com/">situs ini</a>. Sebagai sebuah blog &#8220;pribadi&#8221; koleksinya cukup banyak, namun kelihatannya tidak diperbarui lagi. Entri terakhir Januari 2006.</p>
<p>Kemudian secara iseng lagi, saya ketikkan &#8220;situs kumpulan cerpen&#8221; dan saya dapatkan, apa lagi jika bukan <a href="http://www.sriti.com">Sriti.com</a>.</p>
<p>Bagaimana dengan teman-teman? Apakah situs cerpen favorit kalian?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/07/26/situs-cerpen-nomor-satu-di-pencarian-google/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kencan Multiras Junot Diaz</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/06/10/kencan-multiras-junot-diaz/</link>
		<comments>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/06/10/kencan-multiras-junot-diaz/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 21:15:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Telaah cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/06/10/kencan-multiras-junot-diaz/</guid>
		<description><![CDATA[Membaca koran yang ringkas dan cergas itu hari Minggu kemarin, eh ternyata ada terjemahan cerpennya Junot Diaz. Diaz, yang katanya mewakili generasi penulis baru Amerika Serikat itu adalah peraih hadiah Pulitzer untuk karya fiksi pada 2008.
How to Date a Browngirl (Black Girl, White Girl, or Halfie) (linknya versi audio. Sudah mencari-cari yang versi teks, tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca koran yang ringkas dan cergas itu hari Minggu kemarin, eh ternyata ada terjemahan cerpennya Junot Diaz. Diaz, yang katanya mewakili generasi penulis baru Amerika Serikat itu adalah peraih hadiah Pulitzer untuk karya fiksi pada 2008.</p>
<p><em><a href="http://www.newyorker.com/online/2007/06/11/070611on_audio_danticat">How to Date a Browngirl (Black Girl, White Girl, or Halfie)</a></em> (linknya versi audio. Sudah mencari-cari yang versi teks, tapi harus mbayar di New Yorker. Pun di versi Koran Tempo. Kalau sudah di-upload Sriti.com kali ya, nanti di-link ke sini) adalah yang saya bayangkan sebagai tumbuh besar sebagai orang Amerika. </p>
<p>Oke, semenyenangkan-menyenangkannya Diaz (dan dalam kamus saya, menyenangkan bisa berarti bittersweet, lucu tapi depresif, observasi yang tajam dan detil, bentuk yang unik), komentar pertama yang muncul adalah: jadi Diaz akan menjadi bagian dari promosi redaktur budaya koran ringkas dan cergas?  </p>
<p>(Tapi sebenarnya, kalau iya, apa masalahnya? Karya bagus tetap karya bagus kan?)</p>
<p>Bahkan sebelum kemenangan Pulitzernya, Diaz sudah &#8216;diramalkan&#8217; akan jadi penulis yang &#8216;hip&#8217;. Hip dalam arti tidak terlalu pasaran, tapi cukup, bila namanya disebut, diasosiasikan dengan kekerenan. (Zadie Smith mungkin contoh lain penulis &#8216;hip&#8217;)  </p>
<p>Tapi, ini ada <a href="http://www.bookslut.com/features/2007_09_011634.php">beberapa</a> <a href="http://books.guardian.co.uk/interviews/story/0,,2255472,00.html">wawancara</a> dengan Diaz. Atau <a href="http://www.associatedcontent.com/article/35691/the_style_and_the_form_of_junot_diaz.html">analisa</a> tentangnya. Agar kita lebih terinformasi dan siap terhadap ada atau tidak agenda-agenda budaya (haha!).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/06/10/kencan-multiras-junot-diaz/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;The Sisters&#8221;: Kompleksnya (Menjelang) Kematian</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/06/10/the-sisters-kompleksnya-menjelang-kematian/</link>
		<comments>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/06/10/the-sisters-kompleksnya-menjelang-kematian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 20:45:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Telaah cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/06/10/the-sisters-kompleksnya-menjelang-kematian/</guid>
		<description><![CDATA[Mengagumi Salinger seharusnya tidak diartikan dengan menghilang dari peredaran dan tidak mengeluarkan karya-karya (atau posting-posting) baru. Alasan kesibukan lain sepertinya sudah terlalu sering dipakai bukan? 
Jadi ya, sudahlah. Lebih baik untuk langsung ke inti ceritanya kan ya?
Joyce mungkin sering melapisi karyanya dengan banyak simbol untuk jadi kunci ke makna-makna tertentu. Tapi menikmati cerpennya, The Sisters, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengagumi Salinger seharusnya tidak diartikan dengan menghilang dari peredaran dan tidak mengeluarkan karya-karya (atau posting-posting) baru. Alasan kesibukan lain sepertinya sudah terlalu sering dipakai bukan? </p>
<p>Jadi ya, sudahlah. Lebih baik untuk langsung ke inti ceritanya kan ya?</p>
<p>Joyce mungkin sering melapisi karyanya dengan banyak simbol untuk jadi kunci ke makna-makna tertentu. Tapi menikmati cerpennya, <em><a href="http://www.online-literature.com/james_joyce/965/">The Sisters</a></em>,  di lapis pertama saja sebenarnya sudah cukup mengasyikkan. </p>
<p>Mengasyikkan dalam arti, ya sudah cukup memberi bahan-bahan pemikiran dan memunculkan pertanyaan-pertanyaan. Ada kan, cerpen yang setelah dibaca, cuma jadi lempeng aja. Nggak memunculkan apa pun. Nggak mbuat marah, mikir, senang, tersentuh, atau berbagai ragam rupa emosi lainnya lah. Nah, dari ragam rupa emosi yang dimunculkan <em>The Sisters</em>, bisa dibilang ini cerpen yang menyenangkan. </p>
<p>Ceritanya dilihat dari sudut pandang seorang anak muda setelah kematian mentornya, Father Flynn. Hubungan si narator dan Father Flynn, walaupun singkat, digambarkan agak kompleks. </p>
<p>Si pastur, melihat potensi si narator, menaruh harapan-harapan dan kepercayaan akan profesi kawan mudanya di masa depan. Si narator sebenarnya tetap menghormati panutannya itu, tapi tak urung merasa terbebani oleh harapan yang ditimpakan padanya. Terbukti, saat Father Flynn meninggal, yang dirasakan si narator, salah satunya, adalah rasa lega. </p>
<p>(Untuk &#8216;anak cerita&#8217; itu, tentang harapan orang tua terhadap anak muda yang diharapkan akan menjadi penerusnya, saya cuma bisa menghela nafas dan bilang: Ah ya, we know how that story would <em>always</em> end)</p>
<p>Tapi baru pada bagian akhir sosok Father Flynn jadi lebih &#8216;penting&#8217;. Bukan sekadar orang yang sakit, cacat, lalu meninggal. Bahwa ternyata ia adalah sosok yang ambigu. Setidaknya dengan keyakinannya. </p>
<p>(Sosok pemimpin spiritual dan keraguan terhadap keyakinan tampaknya adalah topik yang selalu menarik dibahas. Contoh, subplot Father Karras di <a href="http://www.imdb.com/title/tt0070047/"><em>The Exorcist</em></a>) </p>
<p>Ambiguitas sikap Father Flynn itu tampaknya yang membuat saya tak bisa melepaskan <em>The Sisters</em> dari ingatan. Itu dan signifikansi kata-kata &#8220;Wide awake and laughing-like to himself&#8230;&#8221;</p>
<p>Juga pada cara si narator malah lebih sibuk memikirkan rok saudara perempuan Father Flynn yang terpasang secara ceroboh. Dan tentang bagian hak sepatu boot perempuan itu.  </p>
<p>Mungkin sudah bisa sebenarnya ya untuk mulai bilang: When in doubt, go with Joyce. </p>
<p>(Dan ughh, Joyce menyelesaikan <em>Dubliners</em> pada usia 25?)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/06/10/the-sisters-kompleksnya-menjelang-kematian/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Digested Read: The Killers (Ernest Hemingway)</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/03/22/digested-read-the-killers-ernest-hemingway/</link>
		<comments>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/03/22/digested-read-the-killers-ernest-hemingway/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2008 22:06:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/03/22/digested-read-the-killers-ernest-hemingway/</guid>
		<description><![CDATA[Harian The Guardian punya rubrik tetap. Namanya Digested Read. Inti rubriknya adalah memberikan versi singkat sebuah buku, semacam rangkuman, tapi saya nggak bisa melihat niatan serius dari rubrik ini kecuali untuk mem-bitchslap (duh Facebook sekali) si penulis buku. 
Saya tak punya alasan untuk mem-bitchslap The Killers-nya Hemingway sebenarnya, tapi ini cara nge-blog yang belum pernah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Harian The Guardian punya rubrik tetap. Namanya Digested Read. Inti rubriknya adalah memberikan versi singkat sebuah buku, semacam rangkuman, tapi saya nggak bisa melihat niatan serius dari rubrik ini kecuali untuk mem-bitchslap (duh Facebook sekali) si penulis buku. </p>
<p>Saya tak punya alasan untuk mem-bitchslap The Killers-nya Hemingway sebenarnya, tapi ini cara nge-blog yang belum pernah saya lakukan sebelumnya <img src='http://mywritingblogs.com/cerpen/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Oke, ini digested read-nya (versi saya):</p>
<p>Dua pria bersarung tangan masuk ke sebuah kedai, memesan menu makan malam yang belum waktunya disajikan. Walaupun sudah dijelaskan oleh si pelayan bahwa waktu makan malam belum tiba, mereka berkeras memesan menu makan malam. We want dinner! We want dinner! (bukan kata-kata tepatnya, tapi itu intinya) sebelum akhirnya mereka mengalah, memesan roti isi dan memakan roti masih mengenakan sarung tangan. Seorang Nick Adams (alter ego ‘paling terkenal’ Hemingway) juga ada di situ. Seusai makan, dua pria itu menyandera dan mengikat Adams dan juru masak di dapur (ugghh, mengikat orang dengan perut penuh habis makan sepertinya pekerjaan berat deh), sementara si pelayan di depan disuruh mengusiri orang-orang sampai target yang diincar para pembunuh bayaran itu datang (kenali ciri-ciri pembunuh bayaran: Makan roti isi mengenakan sarung tangan. Waspadalah!). Yang ditunggu tak muncul, para pembunuh bayaran pun pergi. Adams dengan segala konflik moralnya ingin mengingatkan si target pembunuhan. Si target pembunuhan ternyata sedang bersembunyi di kamar kos sewaannya dan tidak bisa memutuskan, keluar kamar nggak ya? Atau sembunyi di sini saja? Mati di luar nggak ya? Atau hidup tapi nggak bisa ke mana-mana? Di kamar atau ke luar? Ke luar atau di kamar? I really can’t decide.</p>
<p>Selesai. </p>
<p>(Cukup <a href="http://www.google.co.id/search?hl=id&amp;q=monty+python&amp;meta=">Monty Python </a>nggak?)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/03/22/digested-read-the-killers-ernest-hemingway/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Happy Ever After/A Family Happiness-Leo Tolstoy</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/03/22/happy-ever-aftera-family-happiness-leo-tolstoy/</link>
		<comments>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/03/22/happy-ever-aftera-family-happiness-leo-tolstoy/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2008 22:04:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Telaah cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/03/22/happy-ever-aftera-family-happiness-leo-tolstoy/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam The Jane Austen Book Club, salah satu karakternya (Sylvia, kalau tidak salah) mengatakan bahwa ada plot tentang pendekatan dan percintaan (courtship) tapi tak menulis tentang plot pada pernikahan. Mungkin karena Jane Austen tak pernah menikah. Mungkin juga karena apa yang terjadi sesudahnya tak sedramatis seperti pada masa courtship itu. Atau ya karena Jane Austen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam The Jane Austen Book Club, salah satu karakternya (Sylvia, kalau tidak salah) mengatakan bahwa ada plot tentang pendekatan dan percintaan (courtship) tapi tak menulis tentang plot pada pernikahan. Mungkin karena Jane Austen tak pernah menikah. Mungkin juga karena apa yang terjadi sesudahnya tak sedramatis seperti pada masa courtship itu. Atau ya karena Jane Austen ‘hanya’ ingin menulis tentang masa-masa courtship itu. Toh apa yang dia tulis tentang masa itu juga sudah cukup berlapis-lapis kan?</p>
<p>Tunggu. </p>
<p>Bagaimana saya bisa sampai di Jane Austen? Oh ya. Happy Ever After/A Family Happiness-nya Tolstoy terasa seperti dimulai saat Jane Austen berhenti. Ceritanya tentang seorang perempuan muda bernama Masha, Marya Alexandrovna, yang berusia 17 tahun di awal cerita. </p>
<p>Masha jatuh cinta pada teman ayahnya sekaligus walinya, Sergei Mihailovich yang dua kali (plus, plus) lebih tua darinya. Ini bukan hanya cerita jatuh cintanya Masha, tapi juga jatuh cintanya Sergei Mihailovich. Cerita-cerita ini mungkin terjadi, walaupun saya agak dibuat sedikit tidak nyaman membacanya. (Dia seusia ayahmu, Masha! Dia teman ayahmu!) Ketertarikan pria-pria menjelang paruh baya pada perempuan-perempuan muda, I get it. Tapi ketertarikan seorang remaja pada pria seusia ayahnya?</p>
<p>Plus, sepertinya perasaan Masha di awal-awal cerita ini lebih karena dorongan dan sugesti dari pengasuhnya, Katerina Karlovna, Katya. Mungkin seperti Marianne ke Colonel Brandon (Sense &amp; Sensibility) yang lebih karena dorongan ibu dan kakaknya, yang merasa “kayaknya Colonel Brandon orang yang baik deh” dan jadilah mereka pada akhirnya. Dan mungkin ini cerita yang bisa dibaca back-to-back dengan Emma. Buat yang kesusahan membayangkan tipe pernikahan yang dilalui Mr Knightley dan Emma (pernikahan antara dua orang yang usianya jauh, Mr Knightleynya teman keluarga dari kecil, juga terbiasa melihat Emma sebagai anak kecil sampai akhirnya dewasa, yang Mr Knightley-nya—seperti Sergei Mihailovich—‘violently in love’), hmm di sini Tolstoy masuk. Happy Ever After bercerita tentang transisi dari romantisme courtship ke (yang saya bayangkan sebagai) ‘plot’ tentang pernikahan. </p>
<p>(Kalau diingat lagi, Dr Zhivago? Menjelang tutup tahun 2007 lalu, saya memilih menenggelamkan diri dalam cerita—versi film—di masa musim dingin Rusia yang berkepanjangan. Sub cerita tentang Lara dan Viktor Ypolitovich kan juga mirip-mirip dengan Masha-Sergei Mihailovich. What is it with Russian men and their goddaughters? This is not an all you can eat buffet, you know.) </p>
<p>Yang saya kagumi dari Tolstoy (as if there’s not enough to be admired at) adalah…begini. Pada satu titik saat membaca cerita ini, saya mulai bertanya, darimana datangnya kata-kata ini? Apakah Tolstoy pernah menulis dengan ‘perencanaan’, dengan menciptakan sebuah struktur, dengan mempertimbangkan efek pada pembaca ketika memilih suatu gaya atau metode? </p>
<p>Happy Ever After, sama dengan The Death of Ivan Ilyich, terasa datang dari jiwa. Seperti sebuah keran yang sedang terbuka….Mungkin ini bukan perbandingan yang tepat, keran yang dibuka dan ditutup kan berarti ada perencanaan ya? Ini rasanya seperti sesuatu yang otomatis saja. Aliran sungai, mungkin lebih tepat. Alami, mengalir, bisa mengaduk-aduk emosi, dan ada sentuhan ketuhanan atau kedewaan (godliness) di situ, profetik.</p>
<p>Ada juga rasa kemanusiaan yang besar. Dalam artian bukan sekedar ‘mengetahui’ tentang jalan pikiran dan hati manusia (as if this is not great enough), tapi kepercayaan besar yang diletakkan Tolstoy pada keduanya. Entah ‘apa’ yang dilakukan Tolstoy secara khusus, karena semuanya datang dari tulisan, tapi pada akhir cerita selalu ada sesuatu dalam hati saya yang berubah. Yang membuat saya menghela nafas dan bilang, oh kemanusiaan bisa menawarkan sebanyak ini to.</p>
<p>(Dan somehow, prospek tentang Anna Karenina jadi tidak begitu menakutkan lagi…)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/03/22/happy-ever-aftera-family-happiness-leo-tolstoy/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>&#8216;The Nick Adams Stories&#8217;</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/02/19/the-nick-adams-stories/</link>
		<comments>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/02/19/the-nick-adams-stories/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 12:46:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Telaah cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/02/19/the-nick-adams-stories/</guid>
		<description><![CDATA[Saya pernah membacanya di suatu tempat, tapi lupa di mana, tentang etis atau tidak menerbitkan karya coba-coba seorang penulis besar setelah si penulis meninggal. 
Ada yang bilang tidak, karena si penulis sudah secara sadar memutuskan untuk tidak menerbitkan karya-karya itu ketika masih hidup. Tapi para biografer, penggemar, dan &#8216;burung-burung bangkai&#8217; yang tidak pernah puas dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pernah membacanya di suatu tempat, tapi lupa di mana, tentang etis atau tidak menerbitkan karya coba-coba seorang penulis besar setelah si penulis meninggal. </p>
<p>Ada yang bilang tidak, karena si penulis sudah secara sadar memutuskan untuk tidak menerbitkan karya-karya itu ketika masih hidup. Tapi para biografer, penggemar, dan &#8216;burung-burung bangkai&#8217; yang tidak pernah puas dengan apa yang diberikan si penulis saat ia sudah menjadi seorang Penulis tapi menginginkan juga seluruh peninggalan intelektual si subyek (dan sepertinya saya masuk golongan ini) menilainya etis-etis saja. Sepanjang (entah keberadaan kata ini &#8216;tulus&#8217; atau tidak) peninggalan itu digunakan untuk membantu menjelaskan karya si penulis. Menurut anda?</p>
<p>Bab pertama &#8216;The Nick Adams Stories&#8217;, &#8216;The Northern Woods&#8217;, tentang masa kecil alter ego Ernest Hemingway di daerah hutan Michigan, sebenarnya lebih terasa sebagai seorang blogger sedang belajar menulis. Dan tidak berarti itu sesuatu yang buruk atau bagaimana, tapi ini, saya membayangkan, jika Hemingway memiliki sebuah blog, maka mungkin cerita-cerita itulah yang akan dimunculkannya di blognya. Atau mungkin dalam kasus Hemingway, ditulis di buku catatan Moleskin-nya (jika stiker di setiap produk buku catatan seharga ratusan ribu rupiah itu bisa dipercaya. Berapa sih sebenarnya harga buku Moleskin di masa Hemingway menggunakannya?)</p>
<p>Nick Adams, Jack Barnes (&#8217;Fiesta: The Sun Also Rises&#8217;) adalah alter ego-alter ego Hemingway. Tapi Adams, karena diikuti terus perkembangannya oleh Hemingway sejak anak-anak di hutan Michigan, tentara di Perang Dunia, veteran perang yang resah, sampai penulis yang berusaha menyempurnakan seninya, disebut sebagai karakter Hemingway yang fully developed. </p>
<p>Ada artikel bagus tapi puanjang di The Guardian tentang apa yang menjadikan karakter &#8216;fully developed&#8217;. Judul artikelnya &#8216;<a href="http://books.guardian.co.uk/review/story/0,,2246855,00.html">A life of their own</a>&#8216;. Ternyata bukan penggambaran fotografis, atau sifat-sifat yang mudah disukai. </p>
<p>&#8220;The vitality of literary character has then, perhaps, less to do with dramatic action, novelistic coherence and even plain plausibility - let alone likeability - than with a larger, philosophical or metaphysical sense, our awareness that a character&#8217;s actions are profoundly important, that something profound is at stake, with the author brooding over the face of that character like God over the face of the waters. That is how readers retain in their minds a sense of the character &#8220;Isabel Archer&#8221;, even if they cannot tell you what she is exactly like. We remember her in the way we remember an obscurely significant day: something important has been enacted here.&#8221;</p>
<p>&#8220;I would be quite happy to abolish the very idea of &#8220;roundness&#8221; in characterisation, because it tyrannises us - readers, novelists, critics - with an impossible ideal. &#8220;Roundness&#8221; is impossible in fiction, because fictional characters, while very alive in their way, are not the same as real people. It is subtlety that matters - subtlety of analysis, of inquiry, of concern, of felt pressure - and for subtlety a very small point of entry will do.&#8221;</p>
<p>Tentang karakter yang didasari dari hidup si penulis, artikelnya The Guardian itu memetakan dua tipe penulis, yang menciptakan karakter &#8216;baru&#8217; dan yang tertarik pada &#8216;the self&#8217;. James Woods, penulisnya, memang tidak menyebut Hemingway secara spesifik di kategori kedua, tapi saya rasa dia bisa masuk di situ. Dan nggak masalah juga, asal karakter-karakter itu bisa tetap punya &#8216;nyawa&#8217;. </p>
<p>Ada sih cerpen-cerpen Hemingway yang &#8216;jadi&#8217; di buku ini, <a href="http://www.geocities.com/cyber_explorer99/hemingwaykillers.html">The Killers</a>, Big Two-Hearted River, The Light of the World, Now I Lay Me, dan Fathers and Sons (ingat dengan: &#8220;uncomfortably, tightly, sweetly, moistly, lovely, tightly, achingly, fully, finally, unendingly, never-endingly, never-to-endingly, suddenly ended.&#8221;?), tapi di bagian &#8216;Northern Woods&#8217; rasanya lebih seperti sketsa-sketsa atau bagian kecil dari sesuatu yang akan ditempelkan pada karya &#8216;besar&#8217;. (Atau mungkin Hemingway memang menginginkannya seperti itu, toh ini adalah pria yang menciptakan cerpen enam kata gitu lho&#8230;)</p>
<p>Jika pikiran saya masih berantakan dalam mencoba mengungkapkan apa yang ingin saya ungkapkan, maka ini, saya suka membaca draft karya, usaha gagal, atau potongan kecil yang bisa jadi, bisa tidak ditempelkan pada suatu &#8216;gambar besar&#8217; atau ketika sebuah karya masih jadi kerangka, karena, ya itu, pemetaan pembuatan sebuah karya bisa membuat saya lebih memaknai karyanya. </p>
<p>Mungkin penulis seperti Cormac McCarthy atau Salinger (khususnya Salinger, debatable, karena lagi membaca &#8216;Seymour&#8211;An Introduction&#8217;) akan membenci tipe-tipe pembaca seperti saya, yang tidak cukup dengan apa yang disajikan, tapi untuk memaknai sesuatu yang tidak saya mengerti lalu mencari tahu sebanyak mungkin tentang apa yang dibaliknya. Apa yang disajikan seharusnya jadi cukup kan? Tapi, I eat this stuff dengan rakusnya seperti &#8230; mungkin seperti orang-orang pada berbondong-bondong ke blognya Dian Sastro (hehe). </p>
<p>Jadi, usaha gagal, coret-coretan asal, tulisan memalukan, atau tidak memalukan tapi belum final, surat-surat, catatan di buku harian, I&#8217;m in. Dari semuanya itu, ada saat-saat ketika saya merasa: oh, ternyata penulis juga manusia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/02/19/the-nick-adams-stories/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>&#8216;The Death of Ivan Ilyich&#8217;</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/02/07/the-death-of-ivan-ilyich/</link>
		<comments>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/02/07/the-death-of-ivan-ilyich/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Feb 2008 13:15:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Galeri karya]]></category>

		<category><![CDATA[Telaah cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/02/07/the-death-of-ivan-ilyich/</guid>
		<description><![CDATA[2008 memang masih sangat panjang, masih banyak teks yang bisa dibaca dan bisa menggugah indera. Tapi, buat saya, Tolstoy adalah (salah satu) temuan berharga di 2008. 
Well, yeah, hello! Ke mana saja selama ini?
Itu, tidak bisa saya jawab. Pastinya sih berada di suatu tempat yang membuat saya tidak menemukan Tolstoy, hehe. 
&#8216;The Death of Ivan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>2008 memang masih sangat panjang, masih banyak teks yang bisa dibaca dan bisa menggugah indera. Tapi, buat saya, Tolstoy adalah (salah satu) temuan berharga di 2008. </p>
<p>Well, yeah, hello! Ke mana saja selama ini?<br />
Itu, tidak bisa saya jawab. Pastinya sih berada di suatu tempat yang membuat saya tidak menemukan Tolstoy, hehe. </p>
<p>&#8216;<a href="http://www.geocities.com/short_stories_page/tolstoydeath.html">The Death of Ivan Ilyich</a>&#8216; awalnya saya pikir adalah Tolstoy kedua saya setelah &#8216;Family Happiness/Happy Ever After&#8217;&#8211;yang saya juga suka&#8211;tapi ternyata Tolstoy pertama saya adalah &#8216;Hadji Murat&#8217; dan sama sekali lupa. Entah apa yang terjadi, apakah terjemahannya kacau (kayaknya sih nggak apa-apa), karyanya memang tidak istimewa, atau karena saya membeli sebuah buku &#8216;defect&#8217; yang hilang beberapa halaman akhirnya (!) dari seorang penjual buku gendongan di TIM. Ya, sepertinya yang terakhir&#8230; </p>
<p>Mungkin yang membuat &#8216;The Death..&#8217; jadi lebih teresapi (halah) adalah saya membacanya ketika tenggorokan saya seperti sedang dipegang oleh kematian itu sendiri. Tidur dengan demam, bangun, membaca, tidur lagi, bermimpi membacanya, dan, saya ingat, ketika menjelang terbangun ada kumpulan air mata panas di pojok-pojok mata dan saya mengigau, &#8216;Ivan Ilyich, Ivan Ilyich, ada yang salah dari cara kita memperlakukan orang sakit&#8217;. </p>
<p>Dashyat nggak? Hehe&#8230;</p>
<p>Sepertinya belum pernah saya merasa tengah melahap kata-kata yang ada di sebuah teks, dan rasanya nikmat, seperti saat membaca &#8216;The Death of..&#8217; Dan, mungkin karena saya membacanya waktu sakit, ketika Tolstoy menggambarkan Ivan Ilyich yang sadar akan keberadaan penyakit dan organ-organ dalam tubuhnya, saya juga jadi sadar dengan (apa lagi?) organ-organ di dalam tubuh. Atau itu adalah kemampuan orang-orang yang sedang sakit?</p>
<p>Membuat sedih membacanya, iya sih. Tapi tidak menyiksa. Saya malah jadi bertanya. Terhadap si sakit, seberapa banyak rasa kasihan itu terlalu banyak? Atau seberapa sedikit rasa kasihan untuk jadi tidak empatik? Dan anehkah dalam sebuah cerita yang mengkronologikan kematian, saya punya bagian favorit? (Ketika &#8217;suara tuhan&#8217; muncul dan deskripsi sakratul maut Ivan Ilyich)</p>
<p>Utamanya memang tentang sebuah kematian, tapi semuanya tentu berawal dari kehidupan. &#8220;The story of Ivan Ilyich&#8217;s life was of the simplest, most ordinary and therefore most terrible,&#8221; tulis Tolstoy. Benar dan tepat, tapi untuk yang terakhir, terrible, untuk Ivan Ilyich mungkin iya. Buat saya, seorang pembaca, kok ya jadinya most wonderful ya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/02/07/the-death-of-ivan-ilyich/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cerpen Overdrive (Mungkinkah?)</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/02/07/cerpen-overdrive-mungkinkah/</link>
		<comments>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/02/07/cerpen-overdrive-mungkinkah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Feb 2008 12:11:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/02/07/cerpen-overdrive-mungkinkah/</guid>
		<description><![CDATA[Chris Powers dari The Guardian sudah mulai &#8216;at it again&#8217;. Ada artikelnya tentang penulis cerita pendek Etgar Keret dan berita super pendek padat makna yang jadi bacaan Proust. Seperti tulisan-tulisan Powers sebelumnya, rasanya agak kering sih. Tapi setiap penulis punya pembaca sendiri dan Powers lumayan kaya referensi, jadi silahkan kalau penasaran. (Walaupun di artikel &#8217;sharpest [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blogs.guardian.co.uk/arts/author/chris_power/profile.html">Chris Powers dari The Guardian</a> sudah mulai &#8216;at it again&#8217;. Ada <a href="http://blogs.guardian.co.uk/books/2008/01/a_brief_survey_of_the_short_st_6.html">artikelnya tentang penulis cerita pendek Etgar Keret</a> dan <a href="http://blogs.guardian.co.uk/books/2008/02/the_sharpest_short_stories.html">berita super pendek padat makna yang jadi bacaan Proust</a>. Seperti tulisan-tulisan Powers sebelumnya, rasanya agak kering sih. Tapi setiap penulis punya pembaca sendiri dan Powers lumayan kaya referensi, jadi silahkan kalau penasaran. (Walaupun di artikel &#8217;sharpest short stories&#8217; itu ada dua hal yang saya anggap sangat menarik, 1. Proust yang menganggap gosip sebagai cardinal pleasure&#8211;me too! me too!&#8211;2. frase &#8216;committed anarchist&#8217;. Dalam anarki pun perlu komitmen ya?)</p>
<p>Dan, ah, ada cerpen &#8220;<a href="http://www.newyorker.com/fiction/features/2008/02/11/080211fi_fiction_munro">Free Radicals</a>&#8221; dari Alice Munro di The New Yorker. (Tapi sudah membaca satu Munro hari ini, bukankah seperti katanya <a href="http://www.google.co.id/search?q=mavis+gallant&amp;start=0&amp;start=0&amp;ie=utf-8&amp;oe=utf-8&amp;client=firefox-a&amp;rls=org.mozilla:en-US:official">Mavis Gallant</a>,  &#8220;Stories are not chapters of novels. They should not be read one after another, as if they were meant to follow along. Read one. Shut the book. Read something else. Come back later. Stories can wait.&#8221; Tidak berarti hanya &#8216;boleh&#8217; membaca satu cerpen sehari sih, tapi juga nggak mau  jadi &#8216;cerpen overdrive&#8217; juga&#8230;)</p>
<p>Sejauh mana saya masih mengingat resolusi tahun baru? Hmm, kalau diingat-ingat, ada &#8216;The Adulterous Woman&#8217;nya Camus, &#8216;The Death of Ivan Ilyich&#8217; dari Tolstoy, beberapa cerita Nick Adams dari Hemingway, sama &#8216;Something I&#8217;ve Been Meaning to Tell You&#8217; dan &#8216;Materials&#8217;nya Alice Munro. Akan saya coba untuk menulis lengkap resensi-resensinya&#8230;</p>
<p>Iya sih, asalnya kan memang berniat untuk tidak terlalu sering merujuk pada  Alice Munro sebagai figur otoritas dalam dunia cerpen. Tapi saya mengatakannya saat belum mengetahui betapa luas spektrum (spektrum, luas? kaya?) karya-karyanya. Dan mumpung berbicara tentang Munro, aktris Julie Christie (yang pada usia 66 masih terlihat peachy dan tidak berubah banyak sejak ia berperan sebagai Lara di Doctor Zhivago, 43 tahun lalu) meraih penghargaan aktris terbaik di Screen Actors Guild untuk perannya di &#8220;Away From Her&#8221;&#8211;kisah tentang perempuan penderita Alzheimer yang diangkat dari cerpen Munro &#8220;The Bear Came Over the Mountain&#8221;. Saya penasaran sekali dengan filmnya (karena yang menyutradarai Sarah Polley dari &#8220;My Life Without Me&#8221;) dan penasaran pula dengan cerita pendeknya Munro.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/02/07/cerpen-overdrive-mungkinkah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tantangan Pembaca Cerpen</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/01/21/tantangan-pembaca-cerpen/</link>
		<comments>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/01/21/tantangan-pembaca-cerpen/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2008 14:41:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isyana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Telaah cerpen]]></category>

		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/01/21/tantangan-pembaca-cerpen/</guid>
		<description><![CDATA[Buat mereka yang ingin membaca lebih banyak cerpen (Me! Me! Me!) atau mereka yang sudah familiar dengan bentuk cerpen, sudah membaca banyak cerpen dan membutuhksn tantangan sebagai pembaca, boleh coba menengok &#8216;program&#8217; yang diajukan penulis cerpen Kate Sutherland di blognya. Nama tantangannya, Short Story Reading Challenge. Ada blog tersendiri yang dibuat Kate untuk tantangan itu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buat mereka yang ingin membaca lebih banyak cerpen (Me! Me! Me!) atau mereka yang sudah familiar dengan bentuk cerpen, sudah membaca banyak cerpen dan membutuhksn tantangan sebagai pembaca, boleh coba menengok &#8216;program&#8217; yang diajukan penulis cerpen <a href="http://kates.bookblog.blogspot.com">Kate Sutherland di blognya</a>. Nama tantangannya, <a href="http://katesbookblog.blogspot.com/2007/12/short-story-reading-challenge.html">Short Story Reading Challenge</a>. Ada <a href="http://theshortstorychallenge.blogspot.com/">blog tersendiri</a> yang dibuat Kate untuk tantangan itu. Lengkapnya sih, silakan tengok saja, bisa jadi motivator buat mereka yang mau membaca lebih. (Atau cuma aku yang butuh motivator untuk membaca lebih?)</p>
<p>Dari blog bukunya Kate, ternyata ia masih menyimpan link ke sebuah artikel di harian The Guardian sejak 2004 lalu. <a href="http://books.guardian.co.uk/review/story/0,12084,1317930,00.html">Artikelnya</a> ditulis oleh penulis William Boyd dan, saya akui, adalah artikel terlengkap tapi juga paling mendasar tentang pengenalan pada bentuk cerita pendek. Boyd bahkan melakukan semacam &#8216;pemetaan&#8217; akan beberapa formula cerita pendek. (Dan, oh, ini ada tambahan sedikit. Boyd juga pernah menulis &#8220;<a href="http://www.prospect-magazine.co.uk/article_details.php?id=7447">Short History of the Short Story</a>&#8220;)</p>
<p>Jadi, setelah membaca dua entry itu, dan membuka situs-situs yang dianjurkan Kate, hal selanjutnya yang ingin saya lakukan adalah mencari &#8220;A Good Man is Hard to Find&#8221;-nya Flannery O&#8217;Connor (cerpen ini tampaknya banyak muncul di daftar cerpen-cerpen favorit, lewat <a href="http://danforthreview.com/features/special/short_story_101.htm">Danforth Review</a> ini misalnya&#8230;). Tapi saya malah lebih dulu menemukan &#8220;<a href="http://bygosh.com/Features/052002/araby.htm">Araby</a>&#8221; dari James Joyce. Satu-satunya catatan yang saya buat dari membaca cerpen itu adalah: must read again (!).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mywritingblogs.com/cerpen/2008/01/21/tantangan-pembaca-cerpen/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
