You're here: My Writing Blogging » Telisik Jurnalisme
Ini peluang bagus buat jurnalis suratkabar, majalah, media televisi, radio, maupun media online. Ada dua lembaga dari Jerman, Internationale Weiterbildung und Entwicklung (InWEnt) dan Peace and Conflict Journalism Network (Pecojon) yang bakal memberikan kursus gratis soal jurnalisme damai. Mereka menyebutnya jurnalisme peka konflik. Read full entry »
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) bersama lembaga the Dag Hammarskjöld Scholarship Fund for Journalists menawarkan beasiswa buat para jurnalis dari negara-negara berkembang tahun 2009. Tenggat waktu pengiriman pendaftaran sampai 20 Maret 2009. Read full entry »
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Ini masih soal pemborosan kata dalam penulisan berita. Kali ini, saya membuang asumsi bahwa kekeliruan kecil maupun besar dalam penulisan berita karena ketergesaan. Saya menyodorkan asumsi lain; kemungkinan besar memang orang media tidak sadar berbahasa kurang tepat. Tidak semuanya, tentu saja. Saya kadang juga begitu. Read full entry »
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Saya berasumsi, ketergesaan punya peran lumayan terhadap kekacauaan bahasa Indonesia dalam media massa. Pada media online, kekurangtepatan sepele sampai mahaberat sering terjadi. Berikut ini sekadar contoh yang sepele itu;
Untuk itu, saat ini Pertamina tengah mencari tambahan impor elpiji sebanyak-banyaknya untuk menambah stokl yang ada. Read full entry »
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Bloggers vs journalists is over. Begitulah deklarasi Jay Rosen sejak Januari 2005 silam. Rosen adalah professor jurnalisme di New York University sekaligus penulis hal-ihwal cakrawala baru jurnalisme.
“Persoalannya sekarang bukan lagi apakah blog dapat menjadi jurnalisme. Kadang-kadang bisa. Persoalannya sekarang bukan lagi apakah blogger adalah jurnalis. Kadang-kadang begitu.” Read full entry »
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Sejarah, kata sejarahwan madzab uzur, adalah masa lampau yang (selalu) aktual. Saya tidak percaya jargon ini. Sejarah, bagi saya, hanya cerita daur ulang plus bumbu sana-sini sebagai perinci dari alur pemikiran besar yang dikehendaki sebagai kejadian. “Kekinian”, dengan demikian, tidak selalu mengandung atau berhubungan atau kelanjutan dari “keduluan”. Posting ini sama sekali tidak berkaitan dengan ilmu sejarah. Saya hanya ingin berbagi tentang bagaimana wartawan sepuh mengenang sepak terjangnya di masa lalu. Read full entry »
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Apakah anda termasuk salah satunya? Atau kedua-duanya? Tentu mustahil marah-marah terus atau bahagia terus. Sebab jurnalis juga manusia, ia bisa marah, sedih, suntuk sekaligus bahagia, bungah. Maka, ada-ada saja cara orang mewadahi kecenderungan itu. Yakni, lewat AngryJournalist.com atau HappyJournalist.com.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Tempo: 17-28 November 2008 Tenggat waktu: 30 September 2008 Kursus ini terbuka untuk semua jurnalis dari media cetak maupun online yang berbasis di negara-negara anggota ASEAN. Syaratnya, berumur kurang dari 36 tahun dan diharapkan sudah jadi jurnalis setidaknya selama empat tahun serta punya minat tinggi soal ASEAN. Read full entry »
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Apakah Anda seorang wartawan atau lulusan baru di bidang jurnalisme? Ingin merasakan bekerja di Amerika?
VOA Indonesia dan Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA) menawarkan kesempatan bekerja di VOA Indonesia selama enam bulan, melalui program Broadcasting Fellowship. Program ini mencakup biaya perjalanan PP, akomodasi, asuransi kesehatan, visa dan fiskal.
Penawaran ini berlaku bagi lulusan baru di bidang jurnalisme dan penyiaran, dan bagi mereka dengan pengalaman kurang dari tiga tahun di bidang penyiaran atau media cetak. Batas waktu pendaftaran adalah tanggal 15 Oktober 2008, seleksi berlangsung tanggal 1 Februari 2008 dan program akan mulai berjalan awal bulan April 2009.
Caranya: - Silahkan download aplikasi PPIA 2008-2009 - Isi pertanyaan yang telah disediakan - E-mail ke fellowship@voanews.com
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
“The politically motivated trial launched against me will, Insha Allah, be the last of its kind. No Malaysian will suffer from this cruel injustice ever again.”
“Peradilan berlatar politis terhadap saya, Insya Allah, akan menjadi peradilan yang paripurna. Tidak akan ada lagi warga Malaysia yang menjadi korban ketidakadilan seperti ini.”
Raja Petra Kamaruddin, blogger Malaysia, menuliskan itu dalam karangan berjudul I Promise to be a good, non-hypocritical Muslim, 8 Agustus 2008. Informasi ini mula-mula saya baca dari blog Wong Chun Wai via InJournalist.Com, kemudian googling sana-sini. Read full entry »
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
XML error: Reserved XML Name at line 2, column 38