You're here: My Writing Blogging » Telisik Jurnalisme
Kerajaan bisnis dinasti Bakrie semakin agresif merebut sumber-sumber pembentuk opini sejak anak perusahaannya, PT Lapindo Brantas Inc, terpojok karena lumpur di Sidoarjo.
Mereka tidak cukup puas menanamkan pengaruh lewat strategi public relation yang nyaris mustahil berhasil tanpa sokongan duit melimpah. Read full entry »
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Hampir semua media terkemuka, bukan saja di Indonesia tapi juga di luar negeri, tidak mencantumkan gelar akademik wartawan dalam susunan redaksi maupun laporan byline. Mari mencomot contoh dari media luar negeri dulu, mulai The Washington Post, The Christian Science Monitor di Amerika Serikat sampai The Guardian di Inggris. Media dalam negeri juga begitu, taruh contoh Kompas dan Media Indonesia.
Apakah itu berarti wartawan-wartawan mereka tidak pernah “makan bangku kuliah”? Ataukah mereka terlalu rendah hati dan tidak sombong? Ataukah sekadar mewarisi kebiasaan zaman perdjoangan ketika umumnya wartawan memang mustahil kuliah? Read full entry »
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Sejak berubah tampilan, saya jarang sekali mampir ke situs Majalah TEMPO. Maka, ketika baru saja mampir, saya jadi kaget melihat foto Puteri Indonesia 2008 di sebelah kanan sidebar. Semula saya kira memang iklan tapi setelah saya gulir ke kanan, ternyata fotonya terlalu akbar. Sangat tidak proporsional. Read full entry »
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Coba ketikkan “buttermilk pancakes” di Google. Hasil pencarian teratas niscaya menyuguhkan content dari Knol, layanan baru cuma-cuma dari Google. Inilah problem lama tapi terbaru dari Google sebagai mesin pencari sekaligus penyedia content. Read full entry »
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
“Meskipun harus diakui bahwa metode polling online masih jauh dari kategori ilmiah, tapi tidak tertutup kemungkinan bagi penyelenggara polling untuk melakukan pembenahan ke arah yang lebih baik.”
Itu kesimpulan Eriyanto tahun 2002. Ia pembagi ilmu polling paling murah hati tapi nama dan nomor teleponnya tidak tercatat dalam handphone kebanyakan wartawan Jakarta. Sebab itu, dia tidak basah kuyup oleh publikasi seperti para pemetik laba dari pasar jajak pendapat, mulai Denny JA, Saiful Mujani sampai M Qodari di Jakarta atau M Asfar di Surabaya. Read full entry »
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Ini peluang bagus buat jurnalis suratkabar, majalah, media televisi, radio, maupun media online. Ada dua lembaga dari Jerman, Internationale Weiterbildung und Entwicklung (InWEnt) dan Peace and Conflict Journalism Network (Pecojon) yang bakal memberikan kursus gratis soal jurnalisme damai. Mereka menyebutnya jurnalisme peka konflik. Read full entry »
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) bersama lembaga the Dag Hammarskjöld Scholarship Fund for Journalists menawarkan beasiswa buat para jurnalis dari negara-negara berkembang tahun 2009. Tenggat waktu pengiriman pendaftaran sampai 20 Maret 2009. Read full entry »
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Berita Tempointeraktif ini lumayan membuat bingung. Di mana bancinya?
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) gerah terhadap tayangan kebanci-bancian di televisi. Adegan seorang laki-laki meniru perilaku laki-laki dikawatirkan menimbulkan pengaruh negatif anak-anak
Adegan laki-laki meniru perilaku laki-laki kan nggak bisa dibilang banci, dong :)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
http://www.kompas.com/karir.php
We are an established online news media, focus on Internet technology, multimedia and e-commerce, currently seeking for a professional to fill the following position:
General Requirement :
Reporter (Code: Rep)
Proofreader (Code: PFR)
<
ul>
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Saya baru mengetahui kalau ternyata ada teknologi email tahun 1970-an, setelah membaca berita dari Bisnis Indonesia ini. Paragraf terakhirnya berbunyi sebagai berikut:
Dia menambahkan pegawai tidak menggunakan e-mail perusahaan karena tidak handal, tidak mempunyai infrastruktur sendiri, dan teknologi yang digunakan sudah kuno (tahun 70-an).
Terlepas dari soal itu, saya kira berita ini kurang lengkap. Ia hanya mengutip keterengan dari orang Indonesia Ferry tentang anggaran telekomunikasi sebelum Mei 2008. Tapi anggaran untuk saat ini? Tidak dijelaskan.
Alangkah lebih baik kalau wartawan tidak sekedar mengutip informasi dari satu pihak, supaya berita yang ditulis bisa lebih menjelaskan dan tidak bikin bingung.. Ya nggak…
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server