You're here: My Writing Blogging » Telisik Jurnalisme » Article: Menimbang Nilai Berita

Menimbang Nilai Berita

Firman Firdaus — April 26, 2007 / 1:03 pm

ARTIKEL ini ditulis oleh Febi Indirani (wartawan BusinessWeek Indonesia) sebagai pengisi materi “Workshop Jurnalistik Milis Apresiasi Sastra”, di mana saya termasuk salah satu pengisi materi.

Tulisan ini sudah melalui proses penyuntingan di sana-sini. Rasanya masih cukup relevan untuk ditampilkan di sini, mengingat masalah nilai berita masih belum dipahami oleh banyak wartawan. Bahkan yang sudah profesional sekalipun.

NILAI BERITA

Apa yang pantas dijadikan berita dan apa yang bukan? Hm ini persoalan yang susah susah gampang. Konon karena rumitnya, belum ada ahli yang berhasil menyusun definisi yang paling memuaskan mengenai berita.

Kriteria-kriteria berikut di bawah ini biasanya diperoleh dari diklat-diklat dan buku-buku jurnalistik, aku mengutipnya juga dari berbagai makalah di internet.

  1. Magnitude, yaitu seberapa luas pengaruh suatu peristiwa bagi khalayak. Contoh: Berita tentang kenaikan harga BBM lebih luas pengaruhnya terhadap SELURUH masyarakat Indonesia ketimbang berita tentang gempa bumi di Jawa Tengah.

  2. Significance, yaitu seberapa penting arti suatu peristiwa bagi khalayak. Contoh: Berita tentang wabah SARS lebih penting bagi khalayak ramai ketimbang berita tentang kenaikan harga BBM.

  3. Actuality, yaitu tingkat aktualitas suatu peristiwa. Berita tentang kampanye calon presiden sangat menarik jika dibaca pada tanggal 1 hingga 30 Juni 2004. Setelah itu, berita seperti ini akan menjadi sangat basi.

  4. Proximity, yaitu kedekatan peristiwa terhadap khalayak. Contoh: Bagi warga Jawa Barat, berita tentang gempa bumi di Bandung lebih menarik ketimbang berita tentang gempa bumi di Surabaya.

  5. Prominence, yaitu akrabnya peristiwa dengan khalayak. Contoh: Berita-berita tentang AFI (Akademi Fantasi Indosiar) lebih akrab bagi kalangan remaja Indonesia ketimbang berita-berita tentang Piala Thomas.

  6. Human Interest, yaitu kemampuan suatu peristiwa untuk menyentuh perasaan kemanusiaan khalayak. Contoh: Berita tentang Nirmala, TKI Indonesia yang dianiaya di Malaysia, diminati oleh khalayak ramai, karena berita ini mengandung nilai human interest yang sangat tinggi.

Suatu berita tidak harus memenuhi semua kriteria di atas. Namun semakin banyak unsur tersebut yang melekat dalam suatu peristiwa, maka nilai beritanya semakin tinggi.

Ketika seorang redaktur meminta kita untuk melaporkan hal yang menurut kita menarik, kita pasti sudah memiliki sensor tertentu untuk memilah mana yang menarik dan mana yang tidak. Masalahnya bagaimana membuat pembaca juga merasakan bahwa hal yang ingin kita sampaikan itu memang penting untuk dibagi kepada orang lain.

Jadi penting untuk memaparkan sesuatu itu dengan cara bercerita yang sedapat mungkin mengundang minat banyak orang, entah itu menjadi masalah kita semua, menjadi lucu atau menjadi mengharukan bagi kita semua. Hal ini biasanya sudah dimulai dari paragraf awal (lead) turun terus sampai ke tubuh tulisan dan ending.

Untuk itu kita mesti kembali lagi tegas memilih angle sebelum menulis, sebetulnya apa yang hendak kita sampaikan ? Apa yang penting untuk diketahui dan dirasakan oleh pembaca? Fokus saja pada itu. Potong informasi, detail atau apapun yang tidak mendukung pilihan awal kita, daripada pembaca di akhir tulisan akan kembali bingung sebetulnya apa yang hendak kita sampaikan.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 6 komentar untuk artikel ini.

  1. Jennie

    >Jadi penting untuk memaparkan sesuatu itu dengan cara bercerita yang sedapat mungkin mengundang minat banyak orang, entah itu menjadi masalah kita semua, menjadi lucu atau menjadi mengharukan bagi kita semua. Hal ini biasanya sudah dimulai dari paragraf awal (lead) turun terus sampai ke tubuh tulisan dan ending.

    “Dengan cara bercerita” bagi saya itu adalah creative non-fiction, bukan untuk hardcore news. Please enlighten me. Saya belum pernah nulis hardcore news untuk Indonesia dan selama di AS sini saya lebih banyak menulis lengthy manuscripts (buku) dan academic papers. Thanks.

    July 9th, 2007 at 1:53 pm

  2. Firman Firdaus

    DI indonesia, TEMPO yang memulai dengan teknik bercerita (narative), meski untuk berita-berita hardnews.

    tapi, mengingat keterbatasan ruang/space teknik ini jarang dipakai secara komprehensif oleh media-media di Indonesia.

    IMHO.

    July 9th, 2007 at 6:41 pm

  3. ema

    jurnalis

    September 26th, 2007 at 11:08 pm

  4. anyak putroe

    ass…

    November 21st, 2007 at 11:13 pm

  5. fairuz

    bagaimana membuat suatu berita apabila narasumber tidak ingin dikorankan namanya?

    July 15th, 2008 at 7:09 pm

  6. ikram

    Hai Fairuz.

    Sepanjang yang saya tahu, kita harus mengetahui dulu apa alasan narasumber tidak ingin “dikorankan” namanya.

    Kalau alasannya bisa diterima, barulah kita bisa memakai nama fiktif. Misalnya, dia khawatir akan dipecat jika memberi informasi, dsb.

    Semoga membantu,

    July 21st, 2008 at 3:10 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • yogi — Sangat mencengangkan dan membingungkan, tetapi bagus buat review presentasi nanti. Well done hahaha
  • Jawquaday — hed kandi various artists i know you got soul oracular spectacular mgmt pieces of what rhinos ohmygod 80s pop culture ...
  • iiK — UnTuK bUMi.. seanDainya seorang anDrea ADA PAda posisi anDa... apa yang anda lakukan???????? ada kalanya oRang beraDa di atas dan ada kalanya juGA ...
  • iiK — AnDreA......................... Penginspirasi seMua peLajar daN guru2 di Indonesia.. anJriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit........... aKu saLuuuuuuuuuut banGet................... teTap jaDi yanG TERBaIk......... […]
  • Dehrccjx — nice site,
  • Cbjdaphg — Nice day,
  • Heri Juanda — saya juga stringer di the associated press (AP Photo) untuk Aceh. sekiranya ada info lowongan untuk jadi fotografer di wilayah ...
  • aslam — kalau bisnisIndonesia butuh kontributor untuk wilayah Sul-Sel atau Sul-Bar, saya bisa dihubungi di 085255936678 Thanks. Aslam
  • dedik — ikut..dong walau gaak menang
  • sayyid — ---UNTUK BUNG HUDAN, Blog ini bukan kepunyaan personal. Tapi, punyanya Asia Blogging Network. Yang mengelola saya sendiri. Salam kenal...