<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Edit dan sunting</title>
	<link>http://mywritingblogs.com/jurnalisme/2007/05/29/edit-dan-sunting/</link>
	<description>Ruang Berbagi Seputar Jurnalisme</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 22:27:37 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: dhie</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/jurnalisme/2007/05/29/edit-dan-sunting/#comment-524</link>
		<dc:creator>dhie</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 08:06:59 +0000</pubDate>
		<guid>http://mywritingblogs.com/jurnalisme/2007/05/29/edit-dan-sunting/#comment-524</guid>
		<description>&lt;p&gt;Memang benar bahasa merupakan alat komunikasi. Akan tetapi, tak dapat disamakan antara bahasa lisan dan bahasa tulisan.
Dalam bahasa tulisan tidak hanya bisa dimengerti oleh lawan bicara saja tetapi harus memakai kaidah bahasa yang baik dan benar agar ide yang ditulis oleh penulis dapat diterima dengan mudah oleh pembaca.&lt;br /&gt;
Di sanalah peranan penting seorang penyunting naskah atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan editor.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang benar bahasa merupakan alat komunikasi. Akan tetapi, tak dapat disamakan antara bahasa lisan dan bahasa tulisan.<br />
Dalam bahasa tulisan tidak hanya bisa dimengerti oleh lawan bicara saja tetapi harus memakai kaidah bahasa yang baik dan benar agar ide yang ditulis oleh penulis dapat diterima dengan mudah oleh pembaca.<br />
Di sanalah peranan penting seorang penyunting naskah atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan editor.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mulyono</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/jurnalisme/2007/05/29/edit-dan-sunting/#comment-471</link>
		<dc:creator>mulyono</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 05:50:39 +0000</pubDate>
		<guid>http://mywritingblogs.com/jurnalisme/2007/05/29/edit-dan-sunting/#comment-471</guid>
		<description>&lt;p&gt;bahasa jurnalis udah banyak yang diotak-atik klo menutut aku kembali lagi ke kode etik jurnalistik aja&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;sunting : berarti ambil gambar kan !
penyuting : pengedit gambar !&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bahasa jurnalis udah banyak yang diotak-atik klo menutut aku kembali lagi ke kode etik jurnalistik aja</p>
<p>sunting : berarti ambil gambar kan !<br />
penyuting : pengedit gambar !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Firman Firdaus</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/jurnalisme/2007/05/29/edit-dan-sunting/#comment-7</link>
		<dc:creator>Firman Firdaus</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jun 2007 09:57:40 +0000</pubDate>
		<guid>http://mywritingblogs.com/jurnalisme/2007/05/29/edit-dan-sunting/#comment-7</guid>
		<description>&lt;p&gt;UPDATE: di KBBI Edisi Ketiga (2005) lema sunting sudah ada yang berhubungan dengan jurnalisme.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>UPDATE: di KBBI Edisi Ketiga (2005) lema sunting sudah ada yang berhubungan dengan jurnalisme.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Firman Firdaus</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/jurnalisme/2007/05/29/edit-dan-sunting/#comment-6</link>
		<dc:creator>Firman Firdaus</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jun 2007 09:54:57 +0000</pubDate>
		<guid>http://mywritingblogs.com/jurnalisme/2007/05/29/edit-dan-sunting/#comment-6</guid>
		<description>&lt;p&gt;Jim, sepakat soal bahasa alat komunikasi. Tapi, yang dibicarakan adalah bahasa dalam jurnalisme. apakah di koran Anda bisa dengan seenaknya menulis semau Anda?&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kalau redaktur Anda tidak keberatan sih nggak apa-apa, hehe...Tapi saya rasa memang harus proporsional dalam hal ini.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jim, sepakat soal bahasa alat komunikasi. Tapi, yang dibicarakan adalah bahasa dalam jurnalisme. apakah di koran Anda bisa dengan seenaknya menulis semau Anda?</p>
<p>Kalau redaktur Anda tidak keberatan sih nggak apa-apa, hehe&#8230;Tapi saya rasa memang harus proporsional dalam hal ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jim</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/jurnalisme/2007/05/29/edit-dan-sunting/#comment-5</link>
		<dc:creator>Jim</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jun 2007 02:53:19 +0000</pubDate>
		<guid>http://mywritingblogs.com/jurnalisme/2007/05/29/edit-dan-sunting/#comment-5</guid>
		<description>&lt;p&gt;Bahasa itu alat komunikasi. Yang paling penting adalah tujuan komunikasi tercapai antara kedua belah pihak. Mau pake bahasa tarzan atau gado-gado, yang penting toh akhirnya masing-masing pihak bisa mengerti maksud lawan bicaranya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kalo mau idealis, tentu saja bahasa yang digunakan harus sesuai pakemnya. Tapi kalo mau praktis, ya suka campur aduk begitu. Sunting lebih nyaman untuk digunakan pada pernikahan ... heheheheh.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bahasa itu alat komunikasi. Yang paling penting adalah tujuan komunikasi tercapai antara kedua belah pihak. Mau pake bahasa tarzan atau gado-gado, yang penting toh akhirnya masing-masing pihak bisa mengerti maksud lawan bicaranya.</p>
<p>Kalo mau idealis, tentu saja bahasa yang digunakan harus sesuai pakemnya. Tapi kalo mau praktis, ya suka campur aduk begitu. Sunting lebih nyaman untuk digunakan pada pernikahan &#8230; heheheheh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: syant</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/jurnalisme/2007/05/29/edit-dan-sunting/#comment-4</link>
		<dc:creator>syant</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jun 2007 23:23:52 +0000</pubDate>
		<guid>http://mywritingblogs.com/jurnalisme/2007/05/29/edit-dan-sunting/#comment-4</guid>
		<description>&lt;p&gt;sebenarnya kalau lebih banyak disosialisasikan kata-kata asing yang sudah diserap mungkin kita juga akan terbiasa dengan penggunaannya, karena kita juga semakin akrab dengan maknanya. Cuma kadang kita sendiri ragu-ragu dengan arti kata serapan tersebut, jadinya daripada salah lebih baik ya pakai yang sudah pasti benar. :)&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebenarnya kalau lebih banyak disosialisasikan kata-kata asing yang sudah diserap mungkin kita juga akan terbiasa dengan penggunaannya, karena kita juga semakin akrab dengan maknanya. Cuma kadang kita sendiri ragu-ragu dengan arti kata serapan tersebut, jadinya daripada salah lebih baik ya pakai yang sudah pasti benar. :)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Paman Tyo</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/jurnalisme/2007/05/29/edit-dan-sunting/#comment-2</link>
		<dc:creator>Paman Tyo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jun 2007 15:06:24 +0000</pubDate>
		<guid>http://mywritingblogs.com/jurnalisme/2007/05/29/edit-dan-sunting/#comment-2</guid>
		<description>&lt;p&gt;Di sebuah koran besar, dan koran kota yang jadi anaknya, berlaku dua istilah: edit dan sunting. Edit berarti apa yang dilakukan oleh penulis, terutama kepala desk. Adapun sunting berarti polesan akhir oleh editor eh penyunting lain. Bingung ya?&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Di lingkungan tersebut, juga ada istilah aneh yang berlaku pada sebagian awaknya: wartawan dan redaktur. Oh ternyata wartawan berarti reporter.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Jangan geli lho.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di sebuah koran besar, dan koran kota yang jadi anaknya, berlaku dua istilah: edit dan sunting. Edit berarti apa yang dilakukan oleh penulis, terutama kepala desk. Adapun sunting berarti polesan akhir oleh editor eh penyunting lain. Bingung ya?</p>
<p>Di lingkungan tersebut, juga ada istilah aneh yang berlaku pada sebagian awaknya: wartawan dan redaktur. Oh ternyata wartawan berarti reporter.</p>
<p>Jangan geli lho.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
