You're here: My Writing Blogging » Telisik Jurnalisme » Article: Menulis di Media Massa (I)
SEPERTI yang sudah saya janjikan, saya akan mulai menyajikan tip ringan bagi Anda yang ingin menulis untuk surat kabar. Selamat menikmati.
Semua orang bisa menulis Kecuali yang sama sekali tidak beroleh pendidikan formal atau nonformal. Masalahnya, di mana dan untuk apa dia menulis?
Media massa (koran, majalah, tabloid) menyediakan begitu banyak ruang bagi para (calon) penulis umum, di luar rubrik yang biasa diisi para wartawan media bersangkutan. Setidaknya ada dua rubrik yang bisa dimanfaatkan: opini dan surat pembaca. Seiring perkembangan teknologi, tulisan melalui pesan pendek (SMS) pun kini bisa dimuat di surat kabar.
Tapi, menulis di media massa itu banyak aturan. Pasti. Aturan pertama, biasanya media hanya menerima tulisan yang sesuai dengan visi, misi, dan karakter media mereka. Koran politik akan sangat terbuka dengan tulisan-tulisan politik, meski tetap menerima jenis tulisan lain untuk rubrik tertentu seperti cerpen, puisi, tema-tema pendidikan dan humaniora, dan lain-lain.
Kedua, penggunaan bahasa yang sopan (kecuali di media-media “esek-esek”, yang tidak akan saya bahas di sini). Sedikit penguasaan bahasa beserta ejaan yang disempurnakan mau-tak mau menjadi prasyarat bagi calon penulis.
Ketiga, tema yang spesifik dan aktual. Koran harian mengharamkan tema-tema yang basi. Tema besar yang menyedot perhatian banyak orang memang akan bertahan lama, tapi ketika ada peristiwa lain yang lebih “besar”, topik yang lama tadi masuk kategori basi.
Keempat, ide tulisan harus asli (orisinal), bukan jiplakan. Inilah yang dianggap paling sulit dilakukan oleh para penulis, karena menurut mereka untuk menghasilkan ide yang orisinal setidaknya dibutuhkan “kepakaran” di bidang tertentu yang menjadi objek tulisannya.
Tapi, benarkah demikian? Belum tentu.
Seperti sudah saya sebutkan, setiap orang bisa menulis. Dan untuk bisa menulis di media massa ada tip dan trik yang harus dilakukan. Bersambung…
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
irvan martien
media adalah alat menyebarkan fakta2 dan nilai2 suatu kejadian yang memang terjadi kepada khalayak luas tanpa adanya produksi makna dan produksi berita yang bertujuan mementingkan suatu pihak tertentu. ini adalah suatu fakta yang terjadi di kala budaya media massa saat ini banyak di dikte dan di cekal oleh pihak pihak yang berkuasa. yang sangat menakutkan saat ini adalah bukan hanya bagaimana tata cara menulis ala jurnalisme tapi yang dasyat saat ini adalah guncangan politik media dalam lingkup kepentingan politik kaum berdasi dan budaya kapitalisme yang sudah merasuk sendi sendi kehidupan sekarang ini.
July 11th, 2007 at 3:25 pm
firman firdaus
dan, salah satu cara untuk mengomunikasikan semua guncangan itu adalah dengan menulis, hehe…
July 12th, 2007 at 6:18 pm