Telisik Jurnalisme

Ruang Berbagi Seputar Jurnalisme

Gempa Bengkulu dan “jurnalisme warga” ala Kronologger

SEBUAH citizen journalism berbasis microblogging terbukti lebih cepat dalam menyampaikan informasi ketimbang media konvensional, bahkan internet sekalipun.

Kabar mengenai gempa di Bengkulu dan sekitarnya, yang goyangannya sampai terasa di Padang, bahkan Jakarta, lebih cepat sampai ke saya melalui Kronologger, sebuah layanan microblogging dari jejaring Asiablogging. Para kroner (sebutan bagi microblogger di Kronologger, halah) bersahut-sahutan mengirimkan kabar, baik seputar keadaan di kota-kota mereka, maupun sekadar menyampaikan pesan berantai dari sesama kroner.

Yayahau, misalnya, secara dramatis menulis: Gempa GEDE BGD d pdg.Gila!! hari Rabu (12/9) pada jam 18.23, padahal saat itu berita tentang gempa di titik gempa (Bengkulu) pun belum sampai ke telinga saya.

Meski Detik lebih dahulu mengabarkan gempa di Jakarta 10 menit sebelumnya, aspek interaktivitas yang memicu pesan berantai pada Kronologger lebih unggul.

Jadi, mari terus ngekron dan kembangkan citizen journalism.

There are 3 comments for this entry. Add yours

  1. Sultan Habnoer

    Citizen Journalism. Sebuah tipikal jurnalisme masa depan. Sebuah model penyajian berita yang berasal dari warga untuk warga yang menyajikan informasi dengan cepat.

    September 13th, 2007 at 6:41 pm

  2. Simpang Limo Bengkulu

    Kami baru memulai konsep ini dengan mengumpulkan orang-orang untuk berbagi informasi. Baru, hingga peristiwa gempa yang harusnya sudah bisa masuk ke blog komunitas ini, kenyataannya belum dapat maksimal. Semoga saja ke depan upaya kami ini bisa berkembang dengan lebih baik. Konsep Citizen Journalism adalah salah satu yang menjadi pendorong untuk membuat blog Simpang Limo Bengkulu itu.

    September 14th, 2007 at 6:26 pm

  3. a. amdani

    wah, menarik sebenarnya citizen journalism ini bisa di indonesi. namun sebenarnya bukan hal baru lagi cuman belom kondang saja. saya jadi teringat dengan radio yang lupa namanya dan leaknya didaerah man, yang jelas konsepnya sama, yaitu radio arus lalulintas, jadi yang jadi penyumbang infonya adalah para supir taksi dan bus, ran live report tentang kemaceta. cara kerjanya cuman begitu dengan itu saja…

    November 16th, 2007 at 10:37 pm

Join the discussion. Add your comment.

Asia Blog Network

AsiaBlogging.com News

Telisik Jurnalisme is part of Asia Blogging Network