You're here: My Writing Blogging » Telisik Jurnalisme » Article: Gempa Bengkulu dan “jurnalisme warga” ala Kronologger

Gempa Bengkulu dan “jurnalisme warga” ala Kronologger

Firman Firdaus — September 13, 2007 / 12:47 pm

SEBUAH citizen journalism berbasis microblogging terbukti lebih cepat dalam menyampaikan informasi ketimbang media konvensional, bahkan internet sekalipun.

Kabar mengenai gempa di Bengkulu dan sekitarnya, yang goyangannya sampai terasa di Padang, bahkan Jakarta, lebih cepat sampai ke saya melalui Kronologger, sebuah layanan microblogging dari jejaring Asiablogging. Para kroner (sebutan bagi microblogger di Kronologger, halah) bersahut-sahutan mengirimkan kabar, baik seputar keadaan di kota-kota mereka, maupun sekadar menyampaikan pesan berantai dari sesama kroner.

Yayahau, misalnya, secara dramatis menulis: Gempa GEDE BGD d pdg.Gila!! hari Rabu (12/9) pada jam 18.23, padahal saat itu berita tentang gempa di titik gempa (Bengkulu) pun belum sampai ke telinga saya.

Meski Detik lebih dahulu mengabarkan gempa di Jakarta 10 menit sebelumnya, aspek interaktivitas yang memicu pesan berantai pada Kronologger lebih unggul.

Jadi, mari terus ngekron dan kembangkan citizen journalism.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.

  1. Sultan Habnoer

    Citizen Journalism. Sebuah tipikal jurnalisme masa depan. Sebuah model penyajian berita yang berasal dari warga untuk warga yang menyajikan informasi dengan cepat.

    September 13th, 2007 at 6:41 pm

  2. Simpang Limo Bengkulu

    Kami baru memulai konsep ini dengan mengumpulkan orang-orang untuk berbagi informasi. Baru, hingga peristiwa gempa yang harusnya sudah bisa masuk ke blog komunitas ini, kenyataannya belum dapat maksimal. Semoga saja ke depan upaya kami ini bisa berkembang dengan lebih baik. Konsep Citizen Journalism adalah salah satu yang menjadi pendorong untuk membuat blog Simpang Limo Bengkulu itu.

    September 14th, 2007 at 6:26 pm

  3. a. amdani

    wah, menarik sebenarnya citizen journalism ini bisa di indonesi. namun sebenarnya bukan hal baru lagi cuman belom kondang saja. saya jadi teringat dengan radio yang lupa namanya dan leaknya didaerah man, yang jelas konsepnya sama, yaitu radio arus lalulintas, jadi yang jadi penyumbang infonya adalah para supir taksi dan bus, ran live report tentang kemaceta. cara kerjanya cuman begitu dengan itu saja…

    November 16th, 2007 at 10:37 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • Prof. Haris Prima — anjinnggg.,.lho emg pintar..salutt
  • petrus adi utomo — cicipi maduku bila kau belajar hidup datanglah pada duri rasakan cicipi onaknya naik ke gunung rasakan penatnya daki baru nikmati sehatmu ringanmu ketika menjejaki hidup ...
  • ade — buat BUMI : Kalau anda memang tau kisah pribadi Andrea Hirata dari sumber langsung (tdk melalui orang lain apalagi media ...
  • enny — ass... annida kalo ada lomba lagi kasih tahu lewat email ku yaw!!! syukron
  • nyoek — ide yang bagus capa tau bisa menang, bisa buat beli kerupuk tuh! kalo perlu lombanya ditambah biar lebih seruuuuuuuuuuu!
  • Andi Zulkifli — Hai, salam kenal
  • sati — aku mau tanya kalo mau ikut lombanya gimana? kalo bisa bales ke emailku yaaaaa....
  • aisha — aku belum sempet baca bukunya, tapi ada talkshow mengenai novel ini di kampus jadi lagi cari info tentang novel ini...^^ mungkin ...
  • Cherry Cooper — hi5dgsrn3enoz6r8
  • Janie Wilder — mt0nhiz3sz9hv9ai