You're here: My Writing Blogging » Telisik Jurnalisme » Article: Menulis di media massa (IV): Menyambar isu

Menulis di media massa (IV): Menyambar isu

Firman Firdaus — September 19, 2007 / 6:55 am

Dari proses mengasah kepekaan dengan mendengarkan berita, misalnya, akan timbul ide untuk memulai sebuah tulisan. Jangan berlama-lama berpikir. Isu-isu bagus biasanya menjadi santapan empuk para penulis kawakan.

Misalnya berita tentang gempa Bengkulu.

Para penulis piawai pasti langsung menyambar isu yang “seksi” ini. Anda pun bisa saja melakukannya dengan pendekatan/angle yang agak berbeda. Contohnya dari sisi bagaimana pemerintah selalu lamban dalam penanganan bencana di mana pun. Ini bisa digeser ke isu soal birokrasi di pemerintahan, infrastruktur birokrasi, ideologi birokrasi (dengan mengutip buku atau pendapat filsuf), dan lain-lain. Anda perlu menulis kerangka berpikir ini agar nanti lancar dalam menulis.

Coretlah poin-poin bahasan yang sudah Anda tulis, untuk menghindari pengulangan.

Jadi, intinya adalah jangan biarkan isu-isu yang beredar itu menguap. Sambarlah.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.

  1. muhlisun

    Benar menulis merupakan salah satu dari sekian cara untuk menyampaikan permasalahan yang ada di sekitar kita. Dan ini bisa dipastikan bahwa perubahan yang terjadi di sekitar kita begitu cepat.Baik masalah yang sifatnya tidak terlalu penting sampai ke masalah yang butuh perhatian yang khusus dan cepat.
    Semakin banyak kita menulis dan perduli dengan hal-hal yan terjadi disekitar kita,maka tentu akan menjadi sesuatu yang penting untuk diperhatikan.Apalagi pemerintah kita sudah biasa dengan slogan “tanggap kalau masyarakat masih ribut”tapi kalau masyarakat sudah lupa karena bosan mereka tidak akan perduli.Lihat saja kasus yang terjadi di Indonesia,lumpur Lapindo misalnya,sekarang dilirik pun enggak sama pemerintah.ya soalnya masyarakat(media) sudah tidak sering lagi memberitakanya.Bosan kali soalnya pemerintahnya “budek,bisu,plus ndablek”.
    Jadi kalau kita tidak aktif memberitakan keadaan sekitar kita rame-rame,jangan harap mereka mau melirik.Mereka baru mau mendekati kita kalau dah mau itu-tu “Pemilu” dari yang Pilkadal mpe pil yang manis tapi pahitnya mina ampun.setuju kan.?

    September 19th, 2007 at 2:24 pm

  2. verdinand

    Tulisan yang bagus.
    Cukup informatif buat saya yang gemar menulis di media massa.
    Offline dan online.

    September 19th, 2007 at 5:58 pm

  3. firman firdaus

    terima kasih mas verdinand. senang rasanya kalau yang kita lakukan bermanfaat bagi orang lain.

    September 20th, 2007 at 8:30 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • yogi — Sangat mencengangkan dan membingungkan, tetapi bagus buat review presentasi nanti. Well done hahaha
  • Jawquaday — hed kandi various artists i know you got soul oracular spectacular mgmt pieces of what rhinos ohmygod 80s pop culture ...
  • iiK — UnTuK bUMi.. seanDainya seorang anDrea ADA PAda posisi anDa... apa yang anda lakukan???????? ada kalanya oRang beraDa di atas dan ada kalanya juGA ...
  • iiK — AnDreA......................... Penginspirasi seMua peLajar daN guru2 di Indonesia.. anJriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit........... aKu saLuuuuuuuuuut banGet................... teTap jaDi yanG TERBaIk......... […]
  • Dehrccjx — nice site,
  • Cbjdaphg — Nice day,
  • Heri Juanda — saya juga stringer di the associated press (AP Photo) untuk Aceh. sekiranya ada info lowongan untuk jadi fotografer di wilayah ...
  • aslam — kalau bisnisIndonesia butuh kontributor untuk wilayah Sul-Sel atau Sul-Bar, saya bisa dihubungi di 085255936678 Thanks. Aslam
  • dedik — ikut..dong walau gaak menang
  • sayyid — ---UNTUK BUNG HUDAN, Blog ini bukan kepunyaan personal. Tapi, punyanya Asia Blogging Network. Yang mengelola saya sendiri. Salam kenal...