You're here: My Writing Blogging » Telisik Jurnalisme » Article: 17 pantangan dalam menulis opini ke Kompas
Wartawan Kompas Pepih Nugraha di blognya “membocorkan” 17 penyebab sebuah artikel ditolak oleh Desk Opini Kompas. Mereka adalah:
Terimakasih Kang Pepih, atas “bocorannya” :)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 9 komentar untuk artikel ini.
Ben
Kurang satu dan kayaknya paling penting :)
September 26th, 2007 at 11:58 pm
ikram
Kurang terkenal? Makanya gaul dong :P
September 27th, 2007 at 5:36 am
Firman Firdaus
@Ben, nggak ada orang yang ujug2 langusng terkenal.
October 5th, 2007 at 1:34 am
Pepih
Mas Ben, ada penulis yang mengirimkan 90 artikel dalam kurun waktu sepuluh tahun. Dari 90 tulisan, hanya satu yang bisa dimuat. Setelah itu, bukan jaminan naskahnya bisa dimuat lagi. Next, saya akan sedikit mengungkapkan trik-trik yang mungkin bisa dilakukan dalam menyiasati agar tulisan yang dikirim ke Kompas setidak-tidaknya bisa lolos seleksi.
October 19th, 2007 at 2:09 pm
Satrio Arismunandar
Kriteria yang diutarakan Pepih memang benar. Tetapi itu baru koma, belum titik. Maksud saya, tidak selalu suatu artikel dimuat karena semata-mata pertimbangan obyektif (ini bukan cuma berlaku di Kompas, tetapi juga di media cetak lain).
Ada hal-hal subyektif, seperti:
1. Kedekatan atau “hubungan khusus” antara pemilik media dengan si penulis artikel.
2. Pertimbangan “kemanusiaan”. Artikel dimuat dengan niat membantu kondisi keuangan si penulis, yang diketahui sedang susah.
Tentu saja, dua butir ini baru bisa dilaksanakan, jika artikel yang diajukan “tidak parah banget.” Jika terlalu buruk, ya sulit.
Saya tahu hal ini karena juga pernah ikut dalam rapat (ketika masih kerja di Kompas), di mana waktu itu diputuskan oleh pimpinan untuk memuat artikel tertentu dengan salah satu alasan yang saya sebut di atas.
Rasanya tidak etis, jika nama-nama penulis artikel itu saya sebut di sini. Tapi bagi yang butuh informasi, bisa japri ke saya di: satrioarismunandar@yahoo.com
January 11th, 2008 at 11:39 pm
arfanda siregar
Betul itu satrio, saya udah puluhan kali ngirim tulisan ke kompas, tapi tidak dimuat - muat juga. pada hal kalau tulisan tersebut saya kirim ke waspada, analisa, sindo, suara karya, dll kok dimuat ya ?
January 24th, 2008 at 2:29 pm
sunny
semuanya mohon beri tahu dong, gimana caranya ngirim ke kompas. tips dan triknya seperti apa,gimana. kok susah banget.
June 2nd, 2008 at 10:57 pm
ikram
Silakan hubungi Mas Satrio, tuh… :)
June 5th, 2008 at 12:30 am
Slamat sinambela
Wah, daripada nyeritain kompas, yg honoRnya juga ga besar2 amat, mending kita menjadi ahli dulu di bidang tertentu. Biar kompas yg minta tulisan kita. Tul ga?
November 5th, 2008 at 2:11 pm