You're here: My Writing Blogging » Telisik Jurnalisme » Article: 17 pantangan dalam menulis opini ke Kompas

17 pantangan dalam menulis opini ke Kompas

ikram — September 26, 2007 / 2:01 am

Wartawan Kompas Pepih Nugraha di blognya “membocorkan” 17 penyebab sebuah artikel ditolak oleh Desk Opini Kompas. Mereka adalah:

  1. Topik atau tema kurang aktual
  2. Argumen dan pandangan bukan hal baru
  3. Cara penyajian berkepanjangan
  4. Cakupan terlalu mikro atau lokal
  5. Pengungkapan dan redaksional kurang mendukung
  6. Konteks kurang jelas
  7. Bahasa terlalu ilmiah/akademis, kurang populer
  8. Uraian Terlalu sumir
  9. Gaya tulisan pidato/makalah/kuliah
  10. Sumber kutipan kurang jelas
  11. Terlalu banyak kutipan
  12. Diskusi kurang berimbang
  13. Alur uraian tidak runut
  14. Uraian tidak membuka pencerahan baru
  15. Uraian ditujukan kepada orang
  16. Uraian terlalu datar
  17. Alinea pengetikan panjang-panjang

Terimakasih Kang Pepih, atas “bocorannya” :)

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 9 komentar untuk artikel ini.

  1. Ben

    Kurang satu dan kayaknya paling penting :)

    1. Nama penulis kurang terkenal.

    September 26th, 2007 at 11:58 pm

  2. ikram

    Kurang terkenal? Makanya gaul dong :P

    September 27th, 2007 at 5:36 am

  3. Firman Firdaus

    @Ben, nggak ada orang yang ujug2 langusng terkenal.

    October 5th, 2007 at 1:34 am

  4. Pepih

    Mas Ben, ada penulis yang mengirimkan 90 artikel dalam kurun waktu sepuluh tahun. Dari 90 tulisan, hanya satu yang bisa dimuat. Setelah itu, bukan jaminan naskahnya bisa dimuat lagi. Next, saya akan sedikit mengungkapkan trik-trik yang mungkin bisa dilakukan dalam menyiasati agar tulisan yang dikirim ke Kompas setidak-tidaknya bisa lolos seleksi.

    October 19th, 2007 at 2:09 pm

  5. Satrio Arismunandar

    Kriteria yang diutarakan Pepih memang benar. Tetapi itu baru koma, belum titik. Maksud saya, tidak selalu suatu artikel dimuat karena semata-mata pertimbangan obyektif (ini bukan cuma berlaku di Kompas, tetapi juga di media cetak lain).

    Ada hal-hal subyektif, seperti:
    1. Kedekatan atau “hubungan khusus” antara pemilik media dengan si penulis artikel.
    2. Pertimbangan “kemanusiaan”. Artikel dimuat dengan niat membantu kondisi keuangan si penulis, yang diketahui sedang susah.

    Tentu saja, dua butir ini baru bisa dilaksanakan, jika artikel yang diajukan “tidak parah banget.” Jika terlalu buruk, ya sulit.

    Saya tahu hal ini karena juga pernah ikut dalam rapat (ketika masih kerja di Kompas), di mana waktu itu diputuskan oleh pimpinan untuk memuat artikel tertentu dengan salah satu alasan yang saya sebut di atas.

    Rasanya tidak etis, jika nama-nama penulis artikel itu saya sebut di sini. Tapi bagi yang butuh informasi, bisa japri ke saya di: satrioarismunandar@yahoo.com

    January 11th, 2008 at 11:39 pm

  6. arfanda siregar

    Betul itu satrio, saya udah puluhan kali ngirim tulisan ke kompas, tapi tidak dimuat - muat juga. pada hal kalau tulisan tersebut saya kirim ke waspada, analisa, sindo, suara karya, dll kok dimuat ya ?

    January 24th, 2008 at 2:29 pm

  7. sunny

    semuanya mohon beri tahu dong, gimana caranya ngirim ke kompas. tips dan triknya seperti apa,gimana. kok susah banget.

    June 2nd, 2008 at 10:57 pm

  8. ikram

    Silakan hubungi Mas Satrio, tuh… :)

    June 5th, 2008 at 12:30 am

  9. Slamat sinambela

    Wah, daripada nyeritain kompas, yg honoRnya juga ga besar2 amat, mending kita menjadi ahli dulu di bidang tertentu. Biar kompas yg minta tulisan kita. Tul ga?

    November 5th, 2008 at 2:11 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • Prof. Haris Prima — anjinnggg.,.lho emg pintar..salutt
  • petrus adi utomo — cicipi maduku bila kau belajar hidup datanglah pada duri rasakan cicipi onaknya naik ke gunung rasakan penatnya daki baru nikmati sehatmu ringanmu ketika menjejaki hidup ...
  • ade — buat BUMI : Kalau anda memang tau kisah pribadi Andrea Hirata dari sumber langsung (tdk melalui orang lain apalagi media ...
  • enny — ass... annida kalo ada lomba lagi kasih tahu lewat email ku yaw!!! syukron
  • nyoek — ide yang bagus capa tau bisa menang, bisa buat beli kerupuk tuh! kalo perlu lombanya ditambah biar lebih seruuuuuuuuuuu!
  • Andi Zulkifli — Hai, salam kenal
  • sati — aku mau tanya kalo mau ikut lombanya gimana? kalo bisa bales ke emailku yaaaaa....
  • aisha — aku belum sempet baca bukunya, tapi ada talkshow mengenai novel ini di kampus jadi lagi cari info tentang novel ini...^^ mungkin ...
  • Cherry Cooper — hi5dgsrn3enoz6r8
  • Janie Wilder — mt0nhiz3sz9hv9ai