You're here: My Writing Blogging » Telisik Jurnalisme » Article: Wartawan harus memahami apa yang sedang diliputnya

Wartawan harus memahami apa yang sedang diliputnya

Firman Firdaus — December 14, 2007 / 2:41 am

POSTING ini sebenarnya masih berkaitan dengan posting sebelumnya, yakni tentang kapabilitas (kecakapan) seorang juru warta.

Ceritanya, saya termasuk yang kebagian meliput Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Bali. Sebagai peristiwa besar dan mengglobal, helatan ini mendapat peliputan yang juga besar. Hampir semua jurnalis dari berbagai negara hadir di sana.

Sayangnya, sebagian besar wartawan (Indonesia, terutama), kelihatan masih agak “blank” dengan isu yang hendak diliputnya. Setidaknya menurut kacamata saya. Hal ini terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan, baik dalam konferensi pers maupun dalam wawancara informal dengan para narasumber.

Misalnya, masih ada yang bertanya, apa itu CDM, berapakah harga karbon per hektare hutan, dan segudang pertanyaan “standar” yang sebenarnya bisa terjawab jika saja sang wartawan mau berusaha membaca-baca seputar isu ini sebelum berangkat liputan.

Mohon maaf, bukan bermaksud sombong karena saya sendiri sampai saat ini masih terus mempelajari topik yang rumit ini: perubahan iklim dan pemanasan global disertai aspek ekonomi-politik-lingkungan-sosial. Akan tetapi, gemas juga bila melihat jurnalis, yang semestinya bisa menjadi garda depan dalam memberikan informasi yang benar dan akurat, justru malah tidak mengerti apa yang sedang diliputnya.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.

  1. Wartawan sebaiknya memahami panggilan narasumbernya — Telisik Jurnalisme

    […] Judulnya adalah plesetan dari judul tulisan rekan Firman tentang wartawan yang harus memahami apa yang sedang diliputnya. […]

    December 22nd, 2007 at 2:22 am

  2. tjahjo

    lha, bukannya ini “persoalan besar” jurnalisme indonesia. terutama suratkabar.

    reporter turun dengan bekal seadanya, bertanya tentang hal yg remeh, menulis dengan terburu-buru, lalu tulisan diterbitkan dengan banyak kesalahan.

    belum selesai! setelah reporter itu semakin “pinter”, maka jadilah dia redaktur.

    lalu muncul reporter baru. begitu terus siklusnya.

    April 23rd, 2008 at 3:11 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • yogi — Sangat mencengangkan dan membingungkan, tetapi bagus buat review presentasi nanti. Well done hahaha
  • Jawquaday — hed kandi various artists i know you got soul oracular spectacular mgmt pieces of what rhinos ohmygod 80s pop culture ...
  • iiK — UnTuK bUMi.. seanDainya seorang anDrea ADA PAda posisi anDa... apa yang anda lakukan???????? ada kalanya oRang beraDa di atas dan ada kalanya juGA ...
  • iiK — AnDreA......................... Penginspirasi seMua peLajar daN guru2 di Indonesia.. anJriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit........... aKu saLuuuuuuuuuut banGet................... teTap jaDi yanG TERBaIk......... […]
  • Dehrccjx — nice site,
  • Cbjdaphg — Nice day,
  • Heri Juanda — saya juga stringer di the associated press (AP Photo) untuk Aceh. sekiranya ada info lowongan untuk jadi fotografer di wilayah ...
  • aslam — kalau bisnisIndonesia butuh kontributor untuk wilayah Sul-Sel atau Sul-Bar, saya bisa dihubungi di 085255936678 Thanks. Aslam
  • dedik — ikut..dong walau gaak menang
  • sayyid — ---UNTUK BUNG HUDAN, Blog ini bukan kepunyaan personal. Tapi, punyanya Asia Blogging Network. Yang mengelola saya sendiri. Salam kenal...