You're here: My Writing Blogging » Telisik Jurnalisme » Article: Soeharto dan (Kurangnya) “Kesadaran Ideologis” Wartawan Kita

Soeharto dan (Kurangnya) “Kesadaran Ideologis” Wartawan Kita

Satrio Arismunandar — January 12, 2008 / 12:49 am

Jika Soeharto meninggal hari ini, akan sangat menarik melihat pemberitaan media tentangnya. Bagaimana media akan menempatkan Soeharto dalam konteks sejarah Indonesia kontemporer.

Apakah ia akan lebih dipandang dalam frame “positif” (pahlawan, pejuang kemerdekaan, bapak pembangunan, bapak yang sayang keluarga, dan sebagainya), atau dalam frame “negative” (koruptor kakap, diktator, pelanggar HAM kelas berat, nepotisme, dan seterusnya). Atau media mencoba bersikap proporsional?

Apakah dalam liputan itu, media lebih mengedepankan pendekatan “elitis” (dari sudut pandang kepentingan elite politik, elite ekonomi, dan elite militer)? Atau, pendekatan “populis” (dari sudut kepentingan rakyat kecil, korban-korban pelanggaran HAM, warga yang tersisih dan tertindas selama pemerintahan Orde Baru, dan sebagainya).

Frame dan cara pendekatan itu bisa kita baca dari pilihan topik, judul, dan lead yang digunakan, dan narasumber-narasumber yang dipilih. Kita sudah tahu, siapa saja figure atau tokoh yang selama ini jadi loyalis Soeharto. Siapa pula yang terang-terangan jadi musuh-musuh Soeharto. Dan, ada pula yang mencoba menempatkan diri di tengah.

Sejumlah media patut dicermati pemberitaannya, karena kedekatan dari figur pemilik media tersebut terhadap Soeharto dan keluarganya. Atau di media-media yang masih ada saham keluarga (anak-anak) Soeharto di dalamnya. Kepemilikan modal jelas bisa mempengaruhi kebijakan redaksional media.

Yang saya sesalkan, banyak wartawan muda sekarang yang kurang punya “kesadaran ideologis.” Mereka pintar secara akademis, karena lulusan universitas ternama, tetapi “polos” dan “lugu” secara politis. Tanpa disadari, mereka jadi mudah “disetir” dan “dikendalikan” untuk membawakan isu-isu, yang sarat kepentingan tertentu.

Masalah Soeharto dan keluarganya adalah salah satu topik yang sarat kepentingan. Cara pemberitaan media kini menjadi salah satu ukuran, sampai seberapa jauh daya kritis dan pemihakan para wartawan kita. Mudah-mudahan, pandangan bahwa wartawan sekarang banyak yang “kurang punya kesadaran ideologis” itu cuma kesan saya saja. Mudah-mudahan… ***

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • yogi — Sangat mencengangkan dan membingungkan, tetapi bagus buat review presentasi nanti. Well done hahaha
  • Jawquaday — hed kandi various artists i know you got soul oracular spectacular mgmt pieces of what rhinos ohmygod 80s pop culture ...
  • iiK — UnTuK bUMi.. seanDainya seorang anDrea ADA PAda posisi anDa... apa yang anda lakukan???????? ada kalanya oRang beraDa di atas dan ada kalanya juGA ...
  • iiK — AnDreA......................... Penginspirasi seMua peLajar daN guru2 di Indonesia.. anJriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit........... aKu saLuuuuuuuuuut banGet................... teTap jaDi yanG TERBaIk......... […]
  • Dehrccjx — nice site,
  • Cbjdaphg — Nice day,
  • Heri Juanda — saya juga stringer di the associated press (AP Photo) untuk Aceh. sekiranya ada info lowongan untuk jadi fotografer di wilayah ...
  • aslam — kalau bisnisIndonesia butuh kontributor untuk wilayah Sul-Sel atau Sul-Bar, saya bisa dihubungi di 085255936678 Thanks. Aslam
  • dedik — ikut..dong walau gaak menang
  • sayyid — ---UNTUK BUNG HUDAN, Blog ini bukan kepunyaan personal. Tapi, punyanya Asia Blogging Network. Yang mengelola saya sendiri. Salam kenal...