Ruang Berbagi Seputar Jurnalisme
Harian Kompas edisi Senin 14 Januari 2008 memuat berita utama berjudul “Soeharto Dapat Merespon Obat”.
Ini sebuah judul yang lumayan menyesatkan. Karena kita tahu, sebagaimana ditulis di alinea pertama berita itu, Soeharto tak dapat merespon obat melainkan panggilan minum obat.
Jakarta, Kompas - Mantan Presiden Soeharto, Minggu (13/1) malam dilaporkan dapat merespon saat dibangunkan untuk meminum obat. Tetapi, kondisinya masih tetap kritis, meski lebih baik dibandingkan kondisinya pada Minggu siang.
Ah ya sudahlah. Cepat sembuh ya Eyang. Kapan kita main golf lagi?
This entry was posted by ikram on Tuesday, January 22nd, 2008 at 11:35 am and is filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
There are 5 comments for this entry. Add yours
Ben
menurut saya, “panggilan minum obat” juga tidak sama dengan “dibangunkan untuk meminum obat”
January 22nd, 2008 at 10:42 pm
ikram
Maksudnya bagaimana?
Dibangunkan belum tentu dipanggil, ya Mas?
January 22nd, 2008 at 10:53 pm
daus
parah nih…
January 23rd, 2008 at 1:29 am
Ben
Ikram, kira-kira begitu. Dibangunkan belum tentu (selalu dengan cara) dipanggil, dipanggil belum tentu (artinya) dibangunkan
terkait dengan bahasan di atas, mungkin akan lebih enak dibaca dan mudah dimengerti jika kalimatnya diubah begini:
===
… Soeharto bukan “dapat merespon obat” melainkan dapat merespon saat dibangunkan untuk minum obat.
===
Sementara untuk judul artikel Kompas mungkin akan lebih cocok jika yang digunakan adalah:
=> “Soeharto Dapat Merespon”
atau
=> “Soeharto Bisa Bangun Minum Obat”
sekedar komentar singkat dari saya
January 23rd, 2008 at 6:55 pm
ikram
komentar yg singkat namun mantap, hehehe
January 23rd, 2008 at 7:27 pm