You're here: My Writing Blogging » Telisik Jurnalisme » Article: AJI Bandung tentang liputan media soal kematian Soeharto

AJI Bandung tentang liputan media soal kematian Soeharto

ikram — January 29, 2008 / 12:17 am

ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN KOTA BANDUNG (AJI Bandung) Sekretariat : Jalan Aceh 56 Bandung Telp / Fax : 022 – 4261548 e-mail : ajibandung@yahoo. com

Bandung, 28 Januari 2008

No : 002/AJIB-Sekre/ Statemen/ I/2008 Hal : Pernyataan AJI Bandung pada peliputan media atas kematian mantan Presiden Soeharto

Kepada Yth, Jurnalis di seluruh Indonesia (untuk disiarkan)

Salam Independen!

AJI Bandung ikut berbelasungkawa dengan meninggalnya Presiden Ke-2 Indonesia, Soeharto.

Jurnalis histeris melihat kejadian Soeharto sakit dan akhirnnya meninggal sehingga menafikkan profesionalisme dan etika sebagai jurnalis. Contohnya, tontotan perkelahian antar jurnalis di lobi RSPP, lalu aksi dorong-mendorong yang memecahkan kaca di lobi dan kesalahan data dalam pelaporan.

Perilaku jurnalis tidak profesional itu tidak hanya merugikan publik yang ingin mendapatkan informasi dengan akurat, tapi menghambat publik yang memiliki hak mencari layanan kesehatan atau sedang menjalani proses perawatan di rumah sakit tersebut.

AJI Bandung menyesalkan ketidakprofesionalan jurnalis tersebut. Dan, menurut kami, hal ini terjadi karena pola rekrutmen yang terlalu sederhana untuk jadi reporter sehingga persoalan teknis dan etika kadang terlewatkan.

Seharusnya desak-desakan yang terjadi selama di RSPP dan di Cendana tidak perlu terjadi jika perusahaan menyediakan peralatan liputan yang layak untuk para jurnalis. Misalnya, untuk jurnalis radio mereka seharusya memiliki boomer untuk merekam suara. Dan, para jurnalis televisi seharusnya memiliki peralatan kamera yang lebih canggih untuk merekam gambar dari jauh.

Karena itu, AJI Bandung meminta manajemen media lebih memperhatikan kebutuhan teknis reporter lapangan serta menjamin independesi redaksi bahkan dari pengaruh pemilik media sendiri, sesuai amanat Undang-undang Penyiaran.

Selain itu, AJI Bandung juga menyesalkan bingkai media massa selama 24 jam terakhir. Konglomerasi media massa di Indonesia telah mengantarkan publik untuk melupakan tragedi selama 32 tahun kekuasaan Soeharto. Produk televisi saat ini hanya untuk menonjokan pencitraan positif keluarga Cendana dan cenderung mengesampingkan kasus hukum Soeharto. Ini berarti, reformasi 10 tahun untuk menegakkan hukum telah dibelokkan media massa dalam liputan mereka. Tentu ini bukan bahan pelajaran yang bagus di masa mendatang.

Parade sirkus media massa ini, telah mendorong masyarakat Indonesia tidak kritis terhadap persoalan bangsanya sendiri. Parade sirkus media ini telah menafikkan hukum sebagai pilar negara.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandung

Agus Rakasiwi

Agus Rakasiwi/Freelancer

081586056397/ 022 70422998 www.agusnews.wordpress.com

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.

  1. mata jogja

    diawal paragraph saya terkesan dengan pandangannya. tetapi ditengah2 seruan, saya kurang paham dengan seruan yang dilontarkan oleh AJI Bandung ( dan sepertinya dengan AJI kota lainnya. Seperti ada kesamaan tuturan dan pola pikir.) apa hak AJI meminta sebuah perusahaan untuk melengkapi peralatan reporternya, wong reporternya saja mau bekerja tanpa peralatan ?
    kedua soal istilah tragedi 32 tahun kekuasan Soeharto, ini tragedi menurut siapa ? Media waktu itu memang tidak sebebas sekarang, tetapi kondisi itu justru menumbuhkan daya ekspresi dan kreatif media. ( Saya duga, anda belum mengalami masa-masa Orde Baru dan hanya belajar dari referensi/buku2). bertanyalah lebih banyak pada para orang tua. janga hanya belajar dari satu sumber saja.

    January 29th, 2008 at 6:38 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ee lu — bego lu
  • aldit — iya penjelasan ini di butuhkan kalau bisa penjelasan nya harus lengkap
  • Memahami puisi — Artikel pendidikan yang sangat menarik ,,,,,
  • chocovanilla — Saya juga sedang membaca karya PAT tetralogi Buru, saat ini dah buku ketiga "Jejak Langkah". Cuma masih bingung arti kata ...
  • anabalqis — Salam. Saya mencari sahabat saya dari jakarta, saudara akidah gaizillah. Adakah saudara mengenal atau tau alamat emailnya? Akidah seorang penulis ...
  • ibnu junjunan — tolong kasi tau duwnk 3 arti satra menurut para ahli
  • cintya — ada lomba lg g ,,klo ada tlg d kabarin ke email q y di>>>cintya.annisa@yahoo.com....trim's
  • Liana — Beli dvd Rosemary's baby di mana ya?
  • Liana — Beli novel Rosemary's baby di mana ya?
  • isawati — Sosok Wiji Thukul memang unik, nyentrik dan menarik. Jarang seorang penyair yang puisinya begitu terkenal melebihi dirinya sendiri. Jika kita ...