You're here: My Writing Blogging » Telisik Jurnalisme » Article: Bagaimana anda mengukur rasionalitas?
Ada yang menggelitik di berita detikbandung soal kemenangan Dada Rosada dan Ayi Vivananda dalam pemilihan walikota Bandung.
Seorang pengamat dari Universitas Padjadjaran dikutip mengatakan, ” … masyarakat Bandung dalam memilih lebih rasional dibandingkan saat Pilgub Jabar beberapa waktu yang lalu”.
Well, saya jadi penasaran. Bagaimana sih caranya mengukur rasionalitas? Mungkinkah rasionalitas ditentukan dari kandidat mana yang menang? Sepertinya segalanya sangat subjektif.
Masyarakat Bandung Rasional Dalam Memilih Andrian Fauzi - detikBandung
Bandung - Hasil survey Lingkaran Survey Indonesia (LSI) dan Jaringan Isu Publik (JIP) yang memenangkan pasangan Dada Rosada-Ayi Vivananda (Dada-Ayi) menunjukan masyarakat Kota Bandung rasional. Hal tersebut disampaikan oleh pengamat politik Unpad, Dede Mariana.
Dalam paparan hasil quick count, disampaikan data distribusi suara satu minggu sebelum hari pencoblosan. Yang menarik dalam data tersebut, sebanyak 33,9 persen pendukung PKS memberikan suaranya untuk pasangan Dada-Ayi.
“Angka 33,9 persen menunjukan bahwa masyarakat Bandung dalam memilih lebih rasional dibandingkan saat Pilgub Jabar beberapa waktu yang lalu,” kata pengamat politik Unpad Dede Mariana saat ditemui dalam presentasi hasil quick count yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Jaringan Isu Publik (JIP) di Hotel Savoy Homman, Minggu (10/8/2008).
Dede juga menambahkan, figur Dada Rosada lah yang membuat pasangan Dada-Ayi menang. “Figur Dada Rosada yang membuat Dada-Ayi menang,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh direktur LSI Denny JA. “Jika kondisinya Dada Rosada menjadi calon independen, saya yakin Dada akan menang. Figur Dada sangat melekat di masyarakat Kota Bandung. Ini yang tidak dimiliki oleh PKS,” pungkas Denny.
Berdasarkan hasil quick count LSI dan JIP pasangan Dada-Ayi menang mutlak di seluruh kecamatan di Bandung yang berjumlah 30. Dada berhasil meraih suara 64,37 persen.
Sedangkan dua kandidat lainnya, yaitu pasangan Taufikurahman-Abu Syauqi hanya memperoleh 26,07 persen dan Hudaya-Nahadi berada di posisi bontot perolehan suara 9,56 persen. Versi SLI tingkat partisipasi sebanyak 66,61 persen.(afz/afz)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
edratna
Mengukur rasionalitas, jika ada survey yang meminta penilaian masyarakat mengapa mereka memilih A dibanding B? Lha ini kan hanya mencoblos…dan berapa yang mencoblos pilihannya mengenal benar apa dan siapa masing-masing calon tsb…
Yang penting sekarang bagaimana masyarakat Bandung menilai janji-janji walikota terpilih nanti….dan apa sangsinya jika tak tercapai.
August 13th, 2008 at 9:19 pm
ikram
Betul. Jangan wartawan terlalu gampang memuat pernyataan seseorang yang terlalu memuji ah :)
August 13th, 2008 at 9:32 pm