You're here: My Writing Blogging » Telisik Jurnalisme » Jurnalisme dasar

Sepuluh Cara Menemukan Kembali Jurnalisme

3 comments ikram — February 25, 2008 / 1:00 am

Howard Owens dari GateHouse Media punya sepuluh cara bagi wartawan “menemukan kembali” jurnalisme. Berikut ini terjemahan dari artikelnya yang berjudul “Ten things journalists can do to reinvent journalism”.

Wartawan harus memahami apa yang sedang diliputnya

2 comments Firman Firdaus — December 14, 2007 / 2:41 am

POSTING ini sebenarnya masih berkaitan dengan posting sebelumnya, yakni tentang kapabilitas (kecakapan) seorang juru warta. Ceritanya, saya termasuk yang kebagian meliput Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Bali. Sebagai peristiwa besar dan mengglobal, helatan ini mendapat peliputan yang juga besar. Hampir semua jurnalis dari berbagai negara hadir di sana. Sayangnya, sebagian besar wartawan (Indonesia, terutama), kelihatan masih [...]

Iklim dan cuaca

6 comments Firman Firdaus — November 18, 2007 / 3:46 am

SAYA masih menjumpai beberapa media yang masih menerjemahkan “climate” sebagai “cuaca”. Jangan dulu bicara makna, lha terjemahannya saja sudah salah. Climate itu jelas-jelas iklim, sedangkan cuaca dalam bahasa Inggris “weather”. Lalu, bedanya apa? Iklim adalah pola cuaca yang terjadi dalam jangka waktu panjang, 30-100 tahun. Contoh: iklim tropis, sub-tropis, iklim panas, iklim dingin. Sedangkan cuaca adalah [...]

Elemen jurnalisme memang ada sepuluh

2 comments ikram — September 25, 2007 / 3:01 am

Pertama-tama, kami mengucapkan terimakasih kepada Ivan Lanin yang telah menanggapi kritik kami mengenai artikel di Wikipedia yang sempat membingungkan. Tidak hanya itu, artikel Wikipedia malah sudah dibetulkan (Betapa senang bukan, jika kritik kita didengar orang dan mampu menimbulkan perubahan?) Jadi elemen jurnalisme ada sembilan. Kedua, nah ini dia masalahnya. Elemen jurnalisme (tentu masih menurut Bill Kovach dan [...]

Ada berapa elemen?

3 comments ikram — September 23, 2007 / 6:06 am

Jadi ceritanya barusan ini saya berjalan-jalan ke Wikipedia (tidak usah di-hyperlink pasti sudah tahu ya) dan membaca-baca artikel “Journalism”. Eh, ternyata ada subjudul “The Elements of Journalism” yang isinya membingungkan ini. Saya kutipkan: According to The Elements of Journalism by Bill Kovach and Tom Rosensteil, there are nine elements of journalism. In order for a journalist to [...]

Menulis di media massa (IV): Menyambar isu

3 comments Firman Firdaus — September 19, 2007 / 6:55 am

Dari proses mengasah kepekaan dengan mendengarkan berita, misalnya, akan timbul ide untuk memulai sebuah tulisan. Jangan berlama-lama berpikir. Isu-isu bagus biasanya menjadi santapan empuk para penulis kawakan. Misalnya berita tentang gempa Bengkulu. Para penulis piawai pasti langsung menyambar isu yang “seksi” ini. Anda pun bisa saja melakukannya dengan pendekatan/angle yang agak berbeda. Contohnya dari sisi bagaimana pemerintah [...]

Menulis di media massa (III): Mengasah kepekaan

1 comment Firman Firdaus — August 20, 2007 / 5:44 pm

PADA bahasan sebelumnya, saya menganjurkan untuk mulai berlatih menulis secara personal sebagai cara mengasah kepekaan. Sebenarnya ada banyak cara lain untuk mengasah kepekaan. Membaca, tentu saja. Membaca buku, baik fiksi maupun nonfiksi. Artikel opini di media massa, cerpen, atau novel. Selain untuk mempertajam intuisi, membaca juga merupakan jalan untuk menambah wawasan dan referensi. Siapa tahu berguna [...]

Kutipan dari ‘Elemen-elemen Jurnalisme’

SAYA akan coba berbagi tentang buku Elemen-elemen Jurnalisme karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dengan cara menampilkan kutipan yang, menurut saya, menarik dan patut dinukil. Sedangkan proyek tips untuk menulis di media massa akan tetap berjalan seperti biasa, meski dengan frekuensi yang tidak menentu :D. Tapi, saya coba, di tengah kesibukan yang mendera, konsisten untuk memberi [...]

Verifikasi = Roh Jurnalisme

1 comment Firman Firdaus — June 4, 2007 / 12:57 pm

Arya Gunawan, jurnalis yang sekarang bekerja untuk badan PBB Unesco menulis tentang betapa pentingnya verifikasi (cek dan ricek) dalam melaporkan suatu peristiwa. Sayangnya, hal penting ini sering diabaikan oleh para jurnalis kita yang notabene sudah bekerja di surat kabar bergengsi sekalipun. Salah satu alasan yang sering dikuarkan adalah karena “tidak terpikir karena dikejar tenggat”. Tapi, apakah [...]

Berbeda situasi, berbeda pendekatan

3 comments Firman Firdaus — May 30, 2007 / 11:26 am

REPORTER yang biasa bertugas di lapangan pasti sering menemui pengalaman untuk mengejar-ngejar narasumber penting alias A1. Untuk mewawancarai narasumber secara on the spot (bukan wawancara eksklusif) biasanya wartawan mencarinya dengan mengendus “kerumunan”. Di mana ada kerumunan, di situ biasanya ada narasumber yang sedang diwawancari oleh wartawan-wartawan lain.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ee lu — bego lu
  • aldit — iya penjelasan ini di butuhkan kalau bisa penjelasan nya harus lengkap
  • Memahami puisi — Artikel pendidikan yang sangat menarik ,,,,,
  • chocovanilla — Saya juga sedang membaca karya PAT tetralogi Buru, saat ini dah buku ketiga "Jejak Langkah". Cuma masih bingung arti kata ...
  • anabalqis — Salam. Saya mencari sahabat saya dari jakarta, saudara akidah gaizillah. Adakah saudara mengenal atau tau alamat emailnya? Akidah seorang penulis ...
  • ibnu junjunan — tolong kasi tau duwnk 3 arti satra menurut para ahli
  • cintya — ada lomba lg g ,,klo ada tlg d kabarin ke email q y di>>>cintya.annisa@yahoo.com....trim's
  • Liana — Beli dvd Rosemary's baby di mana ya?
  • Liana — Beli novel Rosemary's baby di mana ya?
  • isawati — Sosok Wiji Thukul memang unik, nyentrik dan menarik. Jarang seorang penyair yang puisinya begitu terkenal melebihi dirinya sendiri. Jika kita ...