You're here: My Writing Blogging » Telisik Jurnalisme » Jurnalisme dasar
REPORTER yang biasa bertugas di lapangan pasti sering menemui pengalaman untuk mengejar-ngejar narasumber penting alias A1. Untuk mewawancarai narasumber secara on the spot (bukan wawancara eksklusif) biasanya wartawan mencarinya dengan mengendus “kerumunan”. Di mana ada kerumunan, di situ biasanya ada narasumber yang sedang diwawancari oleh wartawan-wartawan lain.
Arif Gunawan Sulistyono dalam ruang diskusi milis mempertanyakan dua hal. Pertama, kenapa jurnalis kita lebih suka menggunakan istilah-istilah asing tinimbang bahasa asli Indonesia, misalnya “editor” yang ada padanan katanya, yakni “penyunting”.
ARTIKEL ini ditulis oleh Febi Indirani (wartawan BusinessWeek Indonesia) sebagai pengisi materi “Workshop Jurnalistik Milis Apresiasi Sastra”, di mana saya termasuk salah satu pengisi materi.
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.