You're here: My Writing Blogging » Telisik Jurnalisme » Kebijakan redaksional
MENARIK sekali posting di milis jurnalisme, sampai-sampai membuat saya harus membaginya di sini :) Selama ini, hubungan antara humas sebuah instansi atau perusahaan dan wartawan memang seperti tabu untuk dibahas. Seperti dalam posting itu, hubungan keduanya bersifat simbiosis mutualisme (saling menguntungkan). Namun sejauh mana sebaiknya kemesraan dibina? =========================================== Hubungan Humas-Wartawan, Jangan Terlalu Mesra Oleh: S. SAHALA TUA SARAGIH HUBUNGAN antara [...]
Ada pengalaman menarik dari hasil bincang-bincang dengan seorang rekan wartawan, tentang hubungan antara sakitnya Soeharto dan pemberitaan media. Saya ceritakan juga soal ini di blog saya. Tapi, tidak ada salahnya jika saya berbagi di sini. Seorang teman wartawan (yang kebetulan juga aktivis) dapat kabar bahwa Rabu lalu, saat SCTV menayangkan talk show mengenai Suharto dengan pembicara [...]
Jika Soeharto meninggal hari ini, akan sangat menarik melihat pemberitaan media tentangnya. Bagaimana media akan menempatkan Soeharto dalam konteks sejarah Indonesia kontemporer. Apakah ia akan lebih dipandang dalam frame “positif” (pahlawan, pejuang kemerdekaan, bapak pembangunan, bapak yang sayang keluarga, dan sebagainya), atau dalam frame “negative” (koruptor kakap, diktator, pelanggar HAM kelas berat, nepotisme, dan seterusnya). Atau media [...]
SAYA akan coba berbagi tentang buku Elemen-elemen Jurnalisme karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dengan cara menampilkan kutipan yang, menurut saya, menarik dan patut dinukil. Sedangkan proyek tips untuk menulis di media massa akan tetap berjalan seperti biasa, meski dengan frekuensi yang tidak menentu :D. Tapi, saya coba, di tengah kesibukan yang mendera, konsisten untuk memberi [...]
SAYA senang. Ternyata ide untuk membuat blog tidak pernah ada habis-habisnya. Setidaknya begitu, setelah saya menemukan sebuah blog yang berisi editorial/tajuk dari koran-koran yang ada di Indonesia. Ini topik niche! Meski terkesan “tidak ada usaha”, setidaknya upaya untuk menampilkan tajuk dari koran-koran itu amat bermanfaat, terutama bagi orang yang tidak mungkin berlanggan banyak koran. Saya sendiri adalah [...]
ARTIKEL ini ditulis oleh Febi Indirani (wartawan BusinessWeek Indonesia) sebagai pengisi materi “Workshop Jurnalistik Milis Apresiasi Sastra”, di mana saya termasuk salah satu pengisi materi.
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.