You're here: My Writing Blogging » Telisik Jurnalisme » Kode etik

Mengkritisi hubungan antara wartawan dan humas

3 comments Firman Firdaus — July 21, 2008 / 6:00 pm

MENARIK sekali posting di milis jurnalisme, sampai-sampai membuat saya harus membaginya di sini :) Selama ini, hubungan antara humas sebuah instansi atau perusahaan dan wartawan memang seperti tabu untuk dibahas. Seperti dalam posting itu, hubungan keduanya bersifat simbiosis mutualisme (saling menguntungkan). Namun sejauh mana sebaiknya kemesraan dibina? =========================================== Hubungan Humas-Wartawan, Jangan Terlalu Mesra Oleh: S. SAHALA TUA SARAGIH HUBUNGAN antara [...]

Satu bulan untuk Bersihar

Comments ikram — February 21, 2008 / 3:29 am

Dari Antara: Divonis Satu Bulan Penjara, Bersihar Ajukan Banding Depok (ANTARA News) - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok yangmenyidangkan kasus Bersihar Lubis menjatuhkan  vonis hukuman satu bulan penjara dengan masa percobaan tiga bulan. Bersihar yang merasa kecewa dengan putusan tersebut berniat untukmelakukan banding. “Saya merasa kecewa dengan putusan hakim. Bersama kuasa hukumsecepatnya setelah menerima salinan putusan maka [...]

Dewan Pers Bagi-bagi Amplop

3 comments ikram — January 4, 2008 / 4:07 pm

Ini tulisan lama saya di blog pribadi. Menyesal sekali tak langsung menuliskannya disini… Rabu (7/11) siang di Hotel Bumi Wiyata Depok ada diskusi yang diadakan Dewan Pers. Topiknya soal penegakan profesionalisme pers. Antara lain, bagaimana cara menghadapi wartawan bodrex yang suka meminta-minta amplop. Pesertanya dari pemerintahan, polisi, dan juga wartawan (wartawan bodrex-nya sendiri konon juga ada [...]

Kutipan dari ‘Elemen-elemen Jurnalisme’

SAYA akan coba berbagi tentang buku Elemen-elemen Jurnalisme karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dengan cara menampilkan kutipan yang, menurut saya, menarik dan patut dinukil. Sedangkan proyek tips untuk menulis di media massa akan tetap berjalan seperti biasa, meski dengan frekuensi yang tidak menentu :D. Tapi, saya coba, di tengah kesibukan yang mendera, konsisten untuk memberi [...]

Berbeda situasi, berbeda pendekatan

3 comments Firman Firdaus — May 30, 2007 / 11:26 am

REPORTER yang biasa bertugas di lapangan pasti sering menemui pengalaman untuk mengejar-ngejar narasumber penting alias A1. Untuk mewawancarai narasumber secara on the spot (bukan wawancara eksklusif) biasanya wartawan mencarinya dengan mengendus “kerumunan”. Di mana ada kerumunan, di situ biasanya ada narasumber yang sedang diwawancari oleh wartawan-wartawan lain.

Jurnalisme dan nasionalisme

Comments Firman Firdaus — May 25, 2007 / 7:30 pm

DI milis jurnalisme sastrawi ada diskusi menarik tentang nasionalisme dan jurnalisme. Adalah ZenRS (BZ) yang memantik diskusi dengan sebuah posting tentang pentahbisan Mas Marco Kartodikromo sebagai “Bapak Wartawan Indonesia”.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ee lu — bego lu
  • aldit — iya penjelasan ini di butuhkan kalau bisa penjelasan nya harus lengkap
  • Memahami puisi — Artikel pendidikan yang sangat menarik ,,,,,
  • chocovanilla — Saya juga sedang membaca karya PAT tetralogi Buru, saat ini dah buku ketiga "Jejak Langkah". Cuma masih bingung arti kata ...
  • anabalqis — Salam. Saya mencari sahabat saya dari jakarta, saudara akidah gaizillah. Adakah saudara mengenal atau tau alamat emailnya? Akidah seorang penulis ...
  • ibnu junjunan — tolong kasi tau duwnk 3 arti satra menurut para ahli
  • cintya — ada lomba lg g ,,klo ada tlg d kabarin ke email q y di>>>cintya.annisa@yahoo.com....trim's
  • Liana — Beli dvd Rosemary's baby di mana ya?
  • Liana — Beli novel Rosemary's baby di mana ya?
  • isawati — Sosok Wiji Thukul memang unik, nyentrik dan menarik. Jarang seorang penyair yang puisinya begitu terkenal melebihi dirinya sendiri. Jika kita ...