You're here: My Writing Blogging » Telisik Jurnalisme » Teknik penulisan
Ada pengalaman menarik dari hasil bincang-bincang dengan seorang rekan wartawan, tentang hubungan antara sakitnya Soeharto dan pemberitaan media. Saya ceritakan juga soal ini di blog saya. Tapi, tidak ada salahnya jika saya berbagi di sini. Seorang teman wartawan (yang kebetulan juga aktivis) dapat kabar bahwa Rabu lalu, saat SCTV menayangkan talk show mengenai Suharto dengan pembicara [...]
Jika Soeharto meninggal hari ini, akan sangat menarik melihat pemberitaan media tentangnya. Bagaimana media akan menempatkan Soeharto dalam konteks sejarah Indonesia kontemporer. Apakah ia akan lebih dipandang dalam frame “positif” (pahlawan, pejuang kemerdekaan, bapak pembangunan, bapak yang sayang keluarga, dan sebagainya), atau dalam frame “negative” (koruptor kakap, diktator, pelanggar HAM kelas berat, nepotisme, dan seterusnya). Atau media [...]
SAYA masih menjumpai beberapa media yang masih menerjemahkan “climate” sebagai “cuaca”. Jangan dulu bicara makna, lha terjemahannya saja sudah salah. Climate itu jelas-jelas iklim, sedangkan cuaca dalam bahasa Inggris “weather”. Lalu, bedanya apa? Iklim adalah pola cuaca yang terjadi dalam jangka waktu panjang, 30-100 tahun. Contoh: iklim tropis, sub-tropis, iklim panas, iklim dingin. Sedangkan cuaca adalah [...]
Wartawan Kompas Pepih Nugraha di blognya “membocorkan” 17 penyebab sebuah artikel ditolak oleh Desk Opini Kompas. Mereka adalah: Topik atau tema kurang aktual Argumen dan pandangan bukan hal baru Cara penyajian berkepanjangan Cakupan terlalu mikro atau lokal Pengungkapan dan redaksional [...]
Dari proses mengasah kepekaan dengan mendengarkan berita, misalnya, akan timbul ide untuk memulai sebuah tulisan. Jangan berlama-lama berpikir. Isu-isu bagus biasanya menjadi santapan empuk para penulis kawakan. Misalnya berita tentang gempa Bengkulu. Para penulis piawai pasti langsung menyambar isu yang “seksi” ini. Anda pun bisa saja melakukannya dengan pendekatan/angle yang agak berbeda. Contohnya dari sisi bagaimana pemerintah [...]
PADA bahasan sebelumnya, saya menganjurkan untuk mulai berlatih menulis secara personal sebagai cara mengasah kepekaan. Sebenarnya ada banyak cara lain untuk mengasah kepekaan. Membaca, tentu saja. Membaca buku, baik fiksi maupun nonfiksi. Artikel opini di media massa, cerpen, atau novel. Selain untuk mempertajam intuisi, membaca juga merupakan jalan untuk menambah wawasan dan referensi. Siapa tahu berguna [...]
LATIHAN. Itu kata sakti jika kita ingin memiliki kemampuan dalam segala hal. Tanpa latihan, apa yang ingin kita lakukan tidak akan mencapai “kesempurnaan”. Pula dalam menulis.
SEPERTI yang sudah saya janjikan, saya akan mulai menyajikan tip ringan bagi Anda yang ingin menulis untuk surat kabar. Selamat menikmati.
Banyak orang yang kepengin tulisannya dimuat di media massa, tapi banyak pula yang “tidak tahu caranya”. Di blog ini, secara berseri, saya akan coba uraikan tip-tip menulis di media massa, tanpa perlu menjadi wartawan atau pakar. Mudah-mudahan bermanfaat.
Menarik juga membaca blog Mindy McAdams. Dia seorang profesor jurnalisme yang belakangan tertarik dengan multimedia journalism. Dalam salah satu postingnya, dia merinci tentang perkakas yang sebaiknya dimiliki oleh seorang reporter multimedia. Yang menarik, dia cantumkan juga perkiraan harga masing-masing tools. Hehehe…hebat ini. Banyak sekali ternyata “alat perang” yang idealnya dimiliki oleh reporter yang akan melaporkan peristiwa [...]
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja