You're here: My Writing Blogging » Telisik Jurnalisme » Uncategorized
Sejarah, kata sejarahwan madzab uzur, adalah masa lampau yang (selalu) aktual. Saya tidak percaya jargon ini. Sejarah, bagi saya, hanya cerita daur ulang plus bumbu sana-sini sebagai perinci dari alur pemikiran besar yang dikehendaki sebagai kejadian. “Kekinian”, dengan demikian, tidak selalu mengandung atau berhubungan atau kelanjutan dari “keduluan”. Posting ini sama sekali tidak berkaitan dengan [...]
Apakah anda termasuk salah satunya? Atau kedua-duanya? Tentu mustahil marah-marah terus atau bahagia terus. Sebab jurnalis juga manusia, ia bisa marah, sedih, suntuk sekaligus bahagia, bungah. Maka, ada-ada saja cara orang mewadahi kecenderungan itu. Yakni, lewat AngryJournalist.com atau HappyJournalist.com.
Aliansi Jurnalis Independen, saya percaya, menguras banyak duit dari lembaga donor –diumumkan terbuka atau tidak– untuk bikin riset soal sikap dan laku jurnalis di Indonesia. Riset itu umumnya kemudian diterbitkan dalam bentuk buku. Pokok penelitiannya macam-macam tapi ada bab yang selalu tidak ketinggalan; hal-ihwal angpao. Mulai dari bentuknya, jumlahnya, caranya, hingga dalih pemberiannya. Identitas responden [...]
Kerajaan bisnis dinasti Bakrie semakin agresif merebut sumber-sumber pembentuk opini sejak anak perusahaannya, PT Lapindo Brantas Inc, terpojok karena lumpur di Sidoarjo. Mereka tidak cukup puas menanamkan pengaruh lewat strategi public relation yang nyaris mustahil berhasil tanpa sokongan duit melimpah.
Hampir semua media terkemuka, bukan saja di Indonesia tapi juga di luar negeri, tidak mencantumkan gelar akademik wartawan dalam susunan redaksi maupun laporan byline. Mari mencomot contoh dari media luar negeri dulu, mulai The Washington Post, The Christian Science Monitor di Amerika Serikat sampai The Guardian di Inggris. Media dalam negeri juga begitu, taruh contoh [...]
Berita Tempointeraktif ini lumayan membuat bingung. Di mana bancinya? Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) gerah terhadap tayangan kebanci-bancian di televisi. Adegan seorang laki-laki meniru perilaku laki-laki dikawatirkan menimbulkan pengaruh negatif anak-anak Adegan laki-laki meniru perilaku laki-laki kan nggak bisa dibilang banci, dong :)
Saya baru mengetahui kalau ternyata ada teknologi email tahun 1970-an, setelah membaca berita dari Bisnis Indonesia ini. Paragraf terakhirnya berbunyi sebagai berikut: Dia menambahkan pegawai tidak menggunakan e-mail perusahaan karena tidak handal, tidak mempunyai infrastruktur sendiri, dan teknologi yang digunakan sudah kuno (tahun 70-an). Terlepas dari soal itu, saya kira berita ini kurang lengkap. Ia hanya mengutip [...]
Ada yang menggelitik di berita detikbandung soal kemenangan Dada Rosada dan Ayi Vivananda dalam pemilihan walikota Bandung. Seorang pengamat dari Universitas Padjadjaran dikutip mengatakan, ” … masyarakat Bandung dalam memilih lebih rasional dibandingkan saat Pilgub Jabar beberapa waktu yang lalu”. Well, saya jadi penasaran. Bagaimana sih caranya mengukur rasionalitas? Mungkinkah rasionalitas ditentukan dari kandidat mana yang menang? [...]
http://microsite.detik.com/vacancy/ VACANCY ON DETIKCOM PT Agranet Multicitra Siberkom’s holding company of www.detik.com, Indonesia’s leading of media online & internet services. We would like to invite highest standards of professional in fulfilling our business goal and objectives, for the following position. Journalist Requirements: Candidate must possess at least a Bachelor’s Degree in any field. [...]
Berita okezone.com di bawah ini mengisahkan perlakuan tidak mengenakkan yang diterima wartawan dalam meliput. Setiap kali membaca berita yang mirip-mirip seperti ini, saya selalu bersyukur dalam hati karena seperti kembali diingatkan bahwa wartawan adalah profesi paling menyenangkan. Dari sisi gaji, wartawan boleh saja kalah dari profesi lain, misalnya dokter atau pengacara. Tapi dari sisi lain, [...]
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.