You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Article: Beberapa Buah Sajak Karya Sayyid Madany Syani
Secangkir Pasir
setetes embun, jatuh di gemericik dedaun melontarkan tutur manis pada batang sebelum pecah di tanah
sesengguk putik bunga marun neteskan bara api keraguan di kujur punggung bukit, mencoba katakan, “secangkir pasir kuteguk dalam, lamat-lamat menghilang, di balik senja kemerahan”
Padang, 21 Februari 2007
Secangkir Pasir (II) Buat Romi Zarman
sebongkah pasir dan dedaunan kutaburkan pada kelopak mawar, di tanah kering atau sekedar menceburkannya pada selokan yang tidak lagi berair
semutsemut berjejeran di seutas batang yang kering yang tergeletak pasif dihujani cahaya rintik dari gemerlapan mentari sore
secangkir pasir, kusanduk lagi beterbangan, di rantingranting pohon hinggap di kaca jadi debu
depan PKM Unand.-Padang, 2 Maret 2007
Sebuah Cerita Usang
jam, baru saja bergulir dihempas gelora waktu, yang tidak datang
kuberikan ragaku untuk angin! “sebuah, kisah diambil dari sejumput jemari rumput” kubadaikan ombak kuarungkan air mataku, di tepian asin tempat bercokol bulir-bulir pasir jentik pasir kularung lagi—pasir kutempa lagi—pasir
panorama itu, kulemparkan pada seekor anjing yang terkaing
jam baru saja berdecak ditempa sinar matahari yang kusam membelai bias wajahku di penghujung deraian air mata kesunyian
“kularung lagi kulemparkan lagi
semua yang membelit asaku merah jingga”
seutas pun tak akan sampai mencium bawah lututmu yang keriput.
padang, di penghujung kedamaian, 25 Februari 2007
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.