<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Men-cyber-kan Sastra</title>
	<link>http://mywritingblogs.com/sastra/2007/06/27/men-cyber-kan-sastra/</link>
	<description>Karena blogosfer bukan pasar malam...</description>
	<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 13:45:05 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: Andre GB</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/sastra/2007/06/27/men-cyber-kan-sastra/#comment-3055</link>
		<dc:creator>Andre GB</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 15:15:51 +0000</pubDate>
		<guid>http://mywritingblogs.com/sastra/2007/06/27/men-cyber-kan-sastra/#comment-3055</guid>
		<description>&lt;p&gt;ada situs sastra yang memuat karya-karya dari seniman-seniman muda di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Kunjungi di: sastramanado.co.nr&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada situs sastra yang memuat karya-karya dari seniman-seniman muda di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.<br />
Kunjungi di: sastramanado.co.nr</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yo</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/sastra/2007/06/27/men-cyber-kan-sastra/#comment-2957</link>
		<dc:creator>yo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 08:08:43 +0000</pubDate>
		<guid>http://mywritingblogs.com/sastra/2007/06/27/men-cyber-kan-sastra/#comment-2957</guid>
		<description>&lt;p&gt;sependapat dengan kang ook, media koran bagaimanapun jangan dilihat sebagai 'musuh'. meski tulisan saya sebagian besar ada di buku dan juga blog, tapi tetap saya mencoba mengirim karya ke koran untuk uji coba atau tes layakkah dimuat di sana menurut kacamata redaktur sastranya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;selain itu, dengan mengirim ke media, diuji juga keberanian kita untuk menampilkan nama (bukan untuk bersombong atau tengadahkan wajah).&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;salam,
yo&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sependapat dengan kang ook, media koran bagaimanapun jangan dilihat sebagai &#8216;musuh&#8217;. meski tulisan saya sebagian besar ada di buku dan juga blog, tapi tetap saya mencoba mengirim karya ke koran untuk uji coba atau tes layakkah dimuat di sana menurut kacamata redaktur sastranya.</p>
<p>selain itu, dengan mengirim ke media, diuji juga keberanian kita untuk menampilkan nama (bukan untuk bersombong atau tengadahkan wajah).</p>
<p>salam,<br />
yo</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad Fudaili</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/sastra/2007/06/27/men-cyber-kan-sastra/#comment-2179</link>
		<dc:creator>Ahmad Fudaili</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jan 2008 13:24:14 +0000</pubDate>
		<guid>http://mywritingblogs.com/sastra/2007/06/27/men-cyber-kan-sastra/#comment-2179</guid>
		<description>&lt;p&gt;Pak, saya adalah pengguna yang masih awam, baru satu tahun saya berkenalan dengan dunia maya, dan bikin blog. Pak. saya temukan di : mywritingblogs.com/sastra/2007/06/27/men-cyber-kan-sastra/ - 17k -. Sebuah Portal di cybersastra. Pak gi mana cara blog saya supaya bisa juga ada di portal cybersatra, apa harus domain dulu, atau bagai mana.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;mohon balasannya.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak, saya adalah pengguna yang masih awam, baru satu tahun saya berkenalan dengan dunia maya, dan bikin blog. Pak. saya temukan di : mywritingblogs.com/sastra/2007/06/27/men-cyber-kan-sastra/ - 17k -. Sebuah Portal di cybersastra. Pak gi mana cara blog saya supaya bisa juga ada di portal cybersatra, apa harus domain dulu, atau bagai mana.</p>
<p>mohon balasannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sayyid</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/sastra/2007/06/27/men-cyber-kan-sastra/#comment-1413</link>
		<dc:creator>sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Nov 2007 06:19:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://mywritingblogs.com/sastra/2007/06/27/men-cyber-kan-sastra/#comment-1413</guid>
		<description>&lt;p&gt;hmm, Pak Abdul Wachid. Senang rasanya bapak menyematkan komentar di blog Lentera Susastra ini. Ya, persoalan Redaktur yang otoriter memang masih menjadi polemik diantara kehidupan sastrawan. Susah juga, ketika kita bilang "Ah saya gak perlu sama redaktur".&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Sebenarnya, hubungan redaktur koran dan majalah dengan penulis-penulisnya adalah hubungan atau simbiosis mutualisme. Jadi tidak etislah jika salah satu pihak mengklaim atau menjadi sewenang-wenang. Namun, kebanyakan redaktur seperti sudah menjadi tradisi bahwa dia menentukan segalanya. Para penulis ini hanya bisa berharap "dag-dig-dug" menunggu hari Minggu (yang katanya adalah hari Sastra Indonesia).&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Semoga sastrawan bisa menghidupi dirinya lewat internet. (seperti harapan bapak).&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmm, Pak Abdul Wachid. Senang rasanya bapak menyematkan komentar di blog Lentera Susastra ini. Ya, persoalan Redaktur yang otoriter memang masih menjadi polemik diantara kehidupan sastrawan. Susah juga, ketika kita bilang &#8220;Ah saya gak perlu sama redaktur&#8221;.</p>
<p>Sebenarnya, hubungan redaktur koran dan majalah dengan penulis-penulisnya adalah hubungan atau simbiosis mutualisme. Jadi tidak etislah jika salah satu pihak mengklaim atau menjadi sewenang-wenang. Namun, kebanyakan redaktur seperti sudah menjadi tradisi bahwa dia menentukan segalanya. Para penulis ini hanya bisa berharap &#8220;dag-dig-dug&#8221; menunggu hari Minggu (yang katanya adalah hari Sastra Indonesia).</p>
<p>Semoga sastrawan bisa menghidupi dirinya lewat internet. (seperti harapan bapak).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abdul Wachid B.S.</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/sastra/2007/06/27/men-cyber-kan-sastra/#comment-1411</link>
		<dc:creator>Abdul Wachid B.S.</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Nov 2007 04:11:12 +0000</pubDate>
		<guid>http://mywritingblogs.com/sastra/2007/06/27/men-cyber-kan-sastra/#comment-1411</guid>
		<description>&lt;p&gt;Assalamualaikum wr wb. Artikel saya yang Anda kutip tersebut merupakan keprihatinan saya terhadap "kekuasaan koran dan majalah" atas perkembangan kesusastraan Indonesia. Tampak ironis, memang, “Hidup-Matinya Sastra Indonesia di Tangan Redaktur”. Syukur alhamdulillah jika beliau-beliau Redaktur Sastra menyadari arti penting posisinya yang tepat. Akan tetapi, dengan perkembangan teknologi internet, secara eksistensi akan mampu mencairkan sentralitas koran dan majalah itu. Semoga tidak cuma secara eksistensi saja sebab sastrawan juga perlu honor (sebagaimana yang telah diberikan koran dan malah) untuk menghidupi kehidupannya dalam waktu dekat, dan ini akan bergantung pada bagaimana sastrawan mengakrabi teknologi internet sehingga dengan website-nya sastrawan mampu "hidup" dan "menghidupi" karya sastranya. Semoga.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr wb. Artikel saya yang Anda kutip tersebut merupakan keprihatinan saya terhadap &#8220;kekuasaan koran dan majalah&#8221; atas perkembangan kesusastraan Indonesia. Tampak ironis, memang, “Hidup-Matinya Sastra Indonesia di Tangan Redaktur”. Syukur alhamdulillah jika beliau-beliau Redaktur Sastra menyadari arti penting posisinya yang tepat. Akan tetapi, dengan perkembangan teknologi internet, secara eksistensi akan mampu mencairkan sentralitas koran dan majalah itu. Semoga tidak cuma secara eksistensi saja sebab sastrawan juga perlu honor (sebagaimana yang telah diberikan koran dan malah) untuk menghidupi kehidupannya dalam waktu dekat, dan ini akan bergantung pada bagaimana sastrawan mengakrabi teknologi internet sehingga dengan website-nya sastrawan mampu &#8220;hidup&#8221; dan &#8220;menghidupi&#8221; karya sastranya. Semoga.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adhani</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/sastra/2007/06/27/men-cyber-kan-sastra/#comment-13</link>
		<dc:creator>adhani</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Jun 2007 10:33:57 +0000</pubDate>
		<guid>http://mywritingblogs.com/sastra/2007/06/27/men-cyber-kan-sastra/#comment-13</guid>
		<description>&lt;p&gt;Sebagian karya saya memang pada akhirnya saya simpan di blog sendiri. Tapi tetap saja rasanya berbeda kalau saya bisa membacanya kembali bersama orang-orang lain di satu koran/majalah misalnya. Mungkin karena lebih mengharapkan pengakuan intinya.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian karya saya memang pada akhirnya saya simpan di blog sendiri. Tapi tetap saja rasanya berbeda kalau saya bisa membacanya kembali bersama orang-orang lain di satu koran/majalah misalnya. Mungkin karena lebih mengharapkan pengakuan intinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sayyid</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/sastra/2007/06/27/men-cyber-kan-sastra/#comment-12</link>
		<dc:creator>sayyid</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jun 2007 11:47:15 +0000</pubDate>
		<guid>http://mywritingblogs.com/sastra/2007/06/27/men-cyber-kan-sastra/#comment-12</guid>
		<description>&lt;p&gt;Benar sekali Pak Ook, saya pun sependapat. Namun, kita pun harus tetap melakukan 'perlawanan' terhadap redaktur yang ingin maunya sendiri.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Salam balik&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benar sekali Pak Ook, saya pun sependapat. Namun, kita pun harus tetap melakukan &#8216;perlawanan&#8217; terhadap redaktur yang ingin maunya sendiri.</p>
<p>Salam balik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ook Nugroho</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/sastra/2007/06/27/men-cyber-kan-sastra/#comment-11</link>
		<dc:creator>Ook Nugroho</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jun 2007 11:10:22 +0000</pubDate>
		<guid>http://mywritingblogs.com/sastra/2007/06/27/men-cyber-kan-sastra/#comment-11</guid>
		<description>&lt;p&gt;Saya kok setuju dengan kesimpulan terakhirnya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kehadiran sastra koran sebaiknya memang tidak dilihat sebagai "lawan" atau "musuh" dari sastra blog. Saya sendiri memperlakukan halaman sastra koran sebagai semacam "teman berlatih" untuk mengetes tulisan2 saya di blog. Supaya tidak jadi katak di dalam blog sendiri.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Salam&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kok setuju dengan kesimpulan terakhirnya.</p>
<p>Kehadiran sastra koran sebaiknya memang tidak dilihat sebagai &#8220;lawan&#8221; atau &#8220;musuh&#8221; dari sastra blog. Saya sendiri memperlakukan halaman sastra koran sebagai semacam &#8220;teman berlatih&#8221; untuk mengetes tulisan2 saya di blog. Supaya tidak jadi katak di dalam blog sendiri.</p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
