<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/wordpress-mu-1.2.4" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Religiusitas Dalam Sastra; Refleksi Terhadap Puisi Musthofa Bisri Berjudul &#8220;Di Atas Mimbar&#8221;</title>
	<link>http://mywritingblogs.com/sastra/2007/07/31/religiusitas-dalam-sastra-refleksi-terhadap-puisi-mustofa-bisri-berjudul-di-atas-mimbar/</link>
	<description>Karena blogosfer bukan pasar malam...</description>
	<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 18:39:56 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=wordpress-mu-1.2.4</generator>

	<item>
		<title>By: wong alit</title>
		<link>http://mywritingblogs.com/sastra/2007/07/31/religiusitas-dalam-sastra-refleksi-terhadap-puisi-mustofa-bisri-berjudul-di-atas-mimbar/#comment-3037</link>
		<author>wong alit</author>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 07:06:40 +0000</pubDate>
		<guid>http://mywritingblogs.com/sastra/2007/07/31/religiusitas-dalam-sastra-refleksi-terhadap-puisi-mustofa-bisri-berjudul-di-atas-mimbar/#comment-3037</guid>
		<description>sastra juga dapat dijadikan sarana untuk berdakwah, namun sesekali jangan  dilupakan niat awalnya. sebab setan dan iblis selalu mengiringi langkah kita. knapa seperti itu, terkadang seorang sastrawan merelakan akidah atau nilai-nilai dari agama hanya demi kepamorannya dalam ranah sastranya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sastra juga dapat dijadikan sarana untuk berdakwah, namun sesekali jangan  dilupakan niat awalnya. sebab setan dan iblis selalu mengiringi langkah kita. knapa seperti itu, terkadang seorang sastrawan merelakan akidah atau nilai-nilai dari agama hanya demi kepamorannya dalam ranah sastranya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
