Kembalinya Cerpen-Cerpen Pilihan

kompas2.gif

Ripin, Cerpen Kompas Pilihan 2005-2006
Penerbit Kompas, Jakarta
Cetakan pertama, Juni 2007
Tebal 180 halaman

Buku yang satu ini, pastinya telah lama dinanti pembaca setia cerpen Kompas. Barangkali ada yang mengira bahwa Kumpulan Cerpen Kompas tidak lagi terbit sejak tahun 2005. Setidaknya perkiraan itu batal karena tahun ini penerbit buku Kompas menerbitkan kumpulan cerpennya yang dirangkum dan dipilih dari cerpen-cerpen yang dimuat di Kompas periode 2005-2006.

Ada yang berbeda dari buku ini. Buku-buku sebelumnya bertajuk “Cerpen Pilihan Kompas”. Tapi, kali ini nama itu berubah menjadi “Cerpen Kompas Pilihan”. Lalu ada apa? Selalu revitalisasi diri adalah salah satu alasan media massa terkemuka di Indonesia itu merubah nama buku. Namun tak usah terlalu dipikirkan, sebab isi buku yang luar biasa telah membuat hal-hal janggal terlupa oleh pembaca.

Cerpen-cerpen yang dimuat di Kompas adalah cerpen-cerpen terbaik yang telah melewati beberapa penyaringan oleh redaktur yang tidak hanya terdiri dari satu orang saja. Agaknya aliran realisme, seperti yang ditulis Nirwan Dewanto dalam prolog buku ini, tidak membuat cerpen-cerpen itu monoton atau membosankan. Realisme bukan berarti harus bersangkut paut dengan realitas. Bisa saja fantasi atau surealis atau eksperimental,namun tetap masuk akal. Hal itu dibuktikan dengan beberapa cerpen yang dimuat dalam buku ini.

Cerpenis-cerpenis hebat dan karyanya tersaring mengalahkan 102 cerpen yang pernah dimuat dalam dua tahun itu. Tiga cerpen meraih posisi yang paling unggul, yakni Ripin Ugoran Prassad, Rumah Hujan Dewi Ria Utari, dan Nistagmus Danarto. Nirwan Dewanto menyatakan tiga cerpen itu unggul karena arti “pendek” dari cerita pendek benar-benar bermakna, yakni ketika sudut penceritaan bergabung tepat bersama tema dan alur. Tidak salah, Ripin-nya Ugoran Prassad dengan alinea cerita yang masing-masing terhubung dan tiap kalimatnya berguna itu terpilih menjadi cerpen terbaik dan dijadikan sebagai judul buku.

Tidak ada kecenderungan usia atau angkatan cerpenis yang cerpennya terpilih di buku ini. Semua rata, dari senior sampai yang muda, dari yang muda sampai yang tua. Semuanya berjumlah sepuluh cerpenis, yakni Adek Alwi, Agus Noor, Danarto, Dewi Ria Utari, Djenar Maesa Ayu, Eka Kurniawan, Gus tf Sakai, Kurnia Effendi, Puthut EA., Seno Gumira Ajidarma, Triyanto Triwikromo dan Ugoran Prassad. Selain Nirwan Dewanto, Prof. DR. Bambang Sugiharto seorang guru besar Filsafat di Bandung adalah salah satu dari dua orang yang menulis prolog dan epilog buku ini.

Biasanya kumpulan cerpen Kompas berisi cerpen-cerpen terpilih yang dimuat dalam jangka waktu satu tahun. Seperti kumpulan cerpen Kompas 2005 yang berisi cerpen-cerpen terpilih yang pernah dimuat tahun 2004. Tetapi, buku yang terbit tahun 2007 ini, berisi cerpen-cerpen terpilih yang dimuat dalam dua tahun. Barangkali benar alasan revitalisasi yang disebut Suryapratomo (Pemimpin Redaksi Kompas) dalam kata pengantar buku ini, juga untuk mengejar ketertinggalan di tahun 2006.

Meskipun mungkin pembaca telah membaca sebagian cerpen-cerpen dalam buku ini di Kompas Minggu, tidaklah salah bila membaca kembali dengan bentuk yang berbeda, yakni sebuah buku. Karya-karya luar biasa yang lahir dari penulis hebat. Dan yang terbaik dari karya-karya tersebut telah dirangkum dalam buku Cerpen Kompas Pilihan 2005-2006.

Popularity: 35%

One Response to “Kembalinya Cerpen-Cerpen Pilihan”

  1. Bulletin News Says:

    Interesting view talking about Kembalinya Cerpen-Cerpen Pilihan! Always enjoy your write ups.

Leave a Reply