You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Article: Info Dari Dunia Teater
Berteater merupakan salah satu media belajar dan berkarya bagi banyak kalangan, tidak terkecuali perempuan. Kekaryaan dalam hal ini seni teater, tentu saja memiliki pencitraan dan daya ungkap yang lain menurut sudut pandang perempuan. Tidak hanya tatkala suatu hasil karya dipentaskan, tetapi meliputi juga seluruh proses kerja dan kegiatan yang mengiringinya adalah bagian dari proses pencitraan dan daya ungkap perempuan itu sendiri.
Itulah yang akan coba diangkat oleh acara Sepekan Monolog Perempuan bekerjasama dengan Teater Pelangi-Karawang dan SPS-Jogjakarta. Sepekan Monolog Perempuan sendiri adalah wujud dari ekspresi seniman perempuan dalam menggali dan mengejawantahkan pengalaman estetisnya. Dalam hal ini monolog menjadi pilihan yang tepat sebagai media yang diangkat untuk menunjukkan eksistensinya dalam berkesenian. Sepekan Monolog Perempuan ini mengangkat berbagai unsur dalam masyarakat seperti tradisi, modernisasi, sampai pada psikologis perempuan itu sendiri dengan harapan dapat mengangkat ekspresi budaya yang berorientasi kerakyatan.
Kegiatannya meliputi pementasan dan workshop tentang presentasi fragmen monolog, diskusi, dan pemberian materi tentang teater dan monolog itu sendiri, oleh para aktor dan sutradara yang tergabung dalam Sepekan Monolog Perempuan, waktu dan tempat ditentukan oleh pihak sekolah.
Untuk pementasan, akan dilakukan Road Show tiga kota yaitu Bandung, Yogyakarta, dan Karawang. Berikut sinopsis pementasan yang akan dilakukan:
“Ronggeng Dukuh Paruk”
Disutradarai oleh Gusjur Mahesa Diperankan oleh Sophia Hapsah Naskah ditulis oleh Gusjur Mahesa (adaptasi dari novel “Ronggeng Dukuh Paruk” karya Ahmad Tohari).
Sedikit tentang Ronggeng Dukuh Paruk Srintil telah menghidupkan kembali peronggengan di Dukuh Paruk. Sebagai seorang gadis yang mendapat indang, hidup Srintil pun berubah. Perubahan yang tanpa sadar tak pernah diinginkan olehnya. Sampai suatu ketika kasadaran akan keadaannya membuat ia justru kehilangan hidupnya itu sendiri.
“Sewaka Darma”
Disutradarai oleh El Carronte Diperankan oleh Evi Sri Rezeki Sedikit tentang Sewaka Darma: Mengisahkan seorang manusia yang merasa terjebak dalam peradabannya, tersesat dan asing bahkan pada dirinya sendiri. Merasa dihantui entah oleh apa dari masa lalu. Lewat mimpi dan realitas yang pada akhirnya tidak bisa dipisahkan. Mungkinkah sebuah kitab bernama SEWAKA DARMA yang menghantuinya? Bagaimanakah sebuah tradisi berbentuk kitab dapat hidup pada zaman posmodernisme?
“Ontogenesis”
Disutradarai Yunis kartika Diperankan oleh Yunis Kartika Sedikit tentang Ontogenesis: Adalah perjalanan panjang sebuah benih, cikalbakal manusia (ovum) menuju pendewasaan tubuh dan pikiran dalam himpitan hegemoni budaya abad 20.
“Kunci Kontak” Disutradarai oleh Yusef Muldiyana Diperankan oleh Puspitaningtyas Sedikit tentang Kunci Kontak: Dariati, anak Umi, seorang pelacur. Berjuang untuk tidak seperti ibunya. Menikahi seorang pria yang mati dibunuh ketika menagih hutang. Nasib kembali mempermainkannya, menikahi adik suaminya. Perkawinannya kembali terancam, suami keduanya dipenjara karena membalas dendam kakaknya. Dariati menimbulkan pertengkaran keluarga suaminya, ditengah kekacauan, Dariati lari. Pada saat itulah ia bertemu dengan beberapa laki-laki yang ingin memerkosanya. Dengan dorongan ingin membela diri, Dariati membunuh pemerkosanya. Terjadi pertentangan batin kemudian, antara bunuh diri atau menyerahkan diri pada polisi?
Pementasan Di Bandung: Bertempat di AACC, Jl. Braga. Tanggal 20-23 Agustus 2007 (untuk pelajar) dan tanggal 24 Agustus 2007 (untuk umum). Waktu pukul 14.30 dan 16.30 WIB (untuk pelajar) dan pukul 15.00 dan 19.30 WIB (untuk umum).
Pementasan Di Yogyakarta: Bertempat di Taman Budaya Yogyakarta. Tanggal 28-29 Agustus 2007 (untuk pelajar) dan tanggal 30 Agustus 2007 (untuk umum). Waktu pukul 10.00 dan 13.00 WIB (untuk pelajar) dan pukul 15.00 dan 19.30 WIB (untuk umum).
Pementasan Di Karawang: Bertempat di Gedung Gabungan Organisasi Wanita. Tanggal 3-4 September 2007 (untuk pelajar) dan tanggal 5 September 2007 (untuk umum). Waktu pukul 10.00 dan 13.00 WIB (untuk pelajar) dan pukul 15.00 dan 19.30 WIB (untuk umum).
Untuk informasi lebih jelas dan terperinci dapat menghubungi: Eva (081802183180) Evi (081809380093) vie_pushycat@yahoo.com sepekan_monolog_ perempuan@yahoo.com
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 5 komentar untuk artikel ini.
Luvly
Maaf aku anak baru di teater, aku dari Bengkel Seni Teater Lilin Tomohon-Manado. Aku ingin banyak tahu tentang teater, apa penggunaan tata rias dalam pementasan selalu mengandung simbol?
September 12th, 2007 at 5:51 pm
sayyid
Saya pikir ya. Bahkan tidak saja pada tata rias, namun gerak dan wujud keseluruhan pertunjukan itu mempunyai simbolik yang harus diartikan oleh penonton. Pemain teater hanya mengarahkan jawaban2 dari pertanyaan simbolis dari tata rias dan segala segmen dalam teater. Begitulah yang saya ketahui.
September 14th, 2007 at 7:02 pm
yoga
kalau dalam pementasan realis, tata rias itu lebih membantu menciptakan karakter tokoh. contohnya seperti anak muda yang mendapat peran orang tua, jelas selain gesture dan acting, tata rias juga sangat mendukung untuk menciptakan karakter. Tetapi kalau dalam pertujukkan diluar realis seperti absurd, kontemporer dll tata rias memang bisa menjadi sebuah simbol.
February 23rd, 2008 at 4:48 am
yoga
tolong bagi kawan-kawan yang punya naskah monolog untuk cowok, bantu aku untuk koleksi. rencananya aku mau mentas monolog. TQ
February 23rd, 2008 at 4:50 am
Sayyid
Saya punya Yoga… Kemana saya harus kirimkan?
February 23rd, 2008 at 7:43 pm