Adakah Nasionalisme Dalam Sastra Indonesia di Era Globalisasi?

Sebuah pertanyaan menggelitik pada saat banyak pengamat sastra mencurigai bahwa sastra Indonesia telah menceburkan diri dalam estetika dan ideologi globalisasi neoliberal, di mana identitas dan kedaulatan bangsa telah digerus dan akhirnya dikaburkan. Untuk mengujinya kita bisa mengambil sampel, membaca dan menganalisis karya sastra dan proses kreatif sastrawan itu sendiri.

Sastra koran, demikian istilahnya, barangkali adalah wujud sastra yang paling mudah terjangkau karena kita bisa menikmatinya tiap hari minggu dalam hampir setiap koran harian. Tak heran jika, hari minggu disebut sebagai “Hari Cerpen Indonesia”
Ya, masih adakah nasionalisme dalam sastra Indonesia?
Bagaimanakah manusia Indonesia dalam cerpen?

Pertanyaan ini jarang sekali dijawab. Oleh karena itu dari Galeri Publik, Institute of Global Justice (IGJ) dan Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER) mengadakan acara Diskusi Sastra: Menelaah Cerpen Corat-Coret di Toilet, karya Eka Kurniawan pada:

Kamis, 30 Agustus 2007
Pukul 18.30-selesai (Plus dinner)
Bertempat di Galeri Publik, INSTITUTE FOR GLOBAL JUSTICE,
Jln Diponegoro No. 9 Menteng Jakarta Pusat 10340.

Menghadirkan pembicara:
Eka Kurniawan (Penulis),
Helvy Tiana Rosa (Cerpenis, ketua Forum Lingkar Pena/FLP, Dosen Sastra Universitas Negeri Jakarta),
Ramses Sihar Simatupang (Cerpenis, Esais, dan mantan Redaksi Budaya SINAR HARAPAN).

Moderator:
Nurani Soyomukti (Kabid Seni Sastra Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat/JAKER) .

Info selengkapnya dapat menghubungi:
Revitriyoso Husodo
Koordinator
GALERI PUBLIK INSTITUTE FOR GLOBAL JUSTICE
Jl. Diponegoro No. 9 Menteng, Jakarta Pusat 10340.
Telp: 62-21-3193 1153, Fax: 62-21-3913956
Email: galeri_publik@globaljust.org
www.galeripublik.multiply.com

Atau:
Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER)
Jl. Tebet Dalam II G No 1/Telp: (021) 8354513;
Email pp.jaker@yahoo.com
Informasi:
Irma 081387760879
Nurani Soyomukti 081559947664

Popularity: 22%

Leave a Reply